KINERJA PERBANKAN SYARIAH NASIONAL
Perbankan syariah sebagai bagian dari perbankan nasional,
pada tahun 2005, juga menunjukkan peningkatan kinerja yang relatif baik dari tahun sebelumnya, termasuk pembiayaan yang diberikan. Meskipun, pertumbuhannya tidak sebesar pertumbuhan lima tahun terakhir. Kegiatan penyaluran dana perbankan syariah melalui pembiayaan yang diberikan mengalami peningkatan 32,60% dari tahun sebelumnya, dan mempunyai pangsa sebesar 2,19%. Pangsa pembiayaan perbankan syariah pada tahun 2005 tersebut merupakan peningkatan dari tahun 2004 yang mempunyai pangsa 2,05%.
Komposisi pembiayaan yang diberikan oleh
perbankan syariah kepada sektor-sektor ekonomi pada tahun 2005 terbesar pada sektor ekonomi keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan yaitu sebesar 29,86%. Komposisi pembiayaan syariah kepada sektor tersebut, jauh lebih besar dari komposisi kredit yang diberikan oleh perbankan nasional yang hanya 10,44%. Komposisi pembiayaan yang cukup besar (di atas 10%) diberikan kepada sektor lain-lain (konsumsi) sebesar 17,71%, sektor perdagangan, hotel dan restoran (11,51%), dan sektor konstruksi (10,39%). Di samping itu, dapat pula dilihat, bahwa perbankan syariah memberikan pembiayaan yang agak besar pada sektor yang sedikit diberikan kredit oleh perbankan nasional. Hal itu terlihat pada sektor jasa sosial masyarakat yang mempunyai komposisi 8,11% pada perbankan syariah, sedangkan pada perbankan nasional hanya 1,44%, serta sektor pengangkutan dan komunikasi dengan komposisi 8,46% pada perbankan syariah, sedangkan pada perbankan nasional hanya 2,85%. Hal ini menunjukkan, bahwa
komposisi pembiayaan yang diberikan terhadap sektor-sektor ekonomi oleh perbankan syariah berbeda dengan komposisi kredit yang diberikan oleh perbankan nasional.
Dari data yang dikumpulkan, terlihat bahwa peranan pembiayaan perbankan terhadap PDB tahun 2005, paling besar adalah pada sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (31,84%) serta sektor perdagangan, hotel dan restoran (31,59%), kemudian diikuti pada sektor industri pengolahan (22,36%), sektor listrik, gas dan air bersih (21,47%), konstruksi (15,59%), sektor pengangkutan dan
komunikasi (10,96%), dan sektor pertanian (10,17%). Pada sektor jasa sosial kemasyaratakan, peranan pembiayaan perbankan nasional hanya 3,64% dari nilai PDB 2005, dan pada sektor pertambangan hanya 2,85% dari PDB. Peranan pembiayaan perbankan syariah, sebagai bagian dari perbankan nasional, pada tiap-tiap sektor ekonomi PDB, rata-rata masih di bawah 1%. Peranan pembiayaan perbankan syariah nasional yang mencapai 1% hanya pada sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yakni 1,95%.
Bersambung
.........................................
Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)