Warga Muslim di Belanda Kini Bisa Nikmati Jasa Keuangan Berbasis
Posted by: "Wido Q Supraha" [EMAIL PROTECTED]
Wed Sep 6, 2006 4:33 am (PST)
*Warga Muslim di Belanda Kini Bisa Nikmati Jasa Keuangan Berbasis Syariah*
Rabu, 6 Sep 06 11:51 WIB
Bank-bank dan institusi berbasis syariah, makin berkembang ke seluruh
dunia tak terkecuali ke negeri Kincir Angin Belanda. Perkembangan ini
menguntungkan warga Muslim di negeri itu, yang kini bisa menikmati
pinjaman tanpa bunga.
Adalah Bilaa-Riba (bebas bunga), sebuah institusi keuangan di Belanda
yang untuk pertama kalinya memberikan pinjaman tanpa bunga bagi warga
Muslim. Seperti diketahui, sistem bunga (riba) dalam Islam sangat dilarang.
"Sebagai langkah awal, kami akan memberikan pinjaman bebas bunga bagi
warga Muslim Belanda, untuk membeli mobil dan furnitur bagi rumah
mereka," kata Kepala Bilaa-Riba, Muhammad Dini.
Perusahaan yang sejak tahun 2005 terdaftar dalam Kamar Dagang dan
Industri Belanda ini, sudah menerima sekitar 3.000 permohonan pinjaman.
Rencananya, bulan Oktober mendatang, Bilaa-Riba akan mulai mencairkan
permohonan pinjaman tersebut.
Dini yang berdarah Maroko ini, mengatakan, perusahaannya juga sedang
menjajaki untuk memberikan pinjaman pembelian rumah. "Kami sedang
mempertimbangkan untuk menjual konsep Murabahah-pembiayaa n dan
pendanaan- pada otoritas berwenang," katanya.
Menurutnya, saat ini pemerintah Belanda membiayai sekitar 35 persen
pinjaman bagi warganya yang ingin menyewa atau memiliki rumah sendiri.
"Begitu juga dengan kita, sebagai warga negara Belanda, ingin pemerintah
juga memperlakukan kita dengan cara yang sama dan membantu konsep
Murahabah," harap Dini.
Menurutnya, sejumlah partai politik di Belanda sudah memberikan dukungan
atas proposal yang diajukannya. "Ini adalah hak kami sebagai bagian dari
masyarakat Belanda," ujar Dini.
Jumlah warga Muslim di Belanda, mencapai satu juta dari 16 juta total
penduduk negeri itu. Dini mengungkapkan, mayoritas warga Muslim tidak
punya rumah sendiri karena mereka tidak mau mengambil pinjaman di bank
yang menggunakan sistem riba.
Para pemimpin Muslim di Belanda gagal meyakinkan para eksekutif bank
konvensional untuk memberikan layanan bank berbasis syariah agar warga
Muslim bisa mengambil pinjaman pembelian rumah. Padahal partai-partai
politik di Belanda, pada prinsipnya tidak menentang layanan bank
berbasis syariah.
Beberapa politisi, bahkan sedang mengupayakan amandemen undang-undang
yang terkait dengan masalah-masalah keuangan, yang bisa menampung
aspirasi warga Muslim di Belanda.
"Kita harus memunculkan cara-cara yang memungkinkan semua warga negara,
termasuk warga Muslim, menikmati pelayanan negara dalam hal
kesejahteraan masyarakat," ujar Barte de Liefde, dari kantor walikota Hague.
Industri perbankan berbasis syariah yang sudah dikembangkan sejak tiga
dekade lalu, mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dan berhasil menarik
minat para bankir serta investor di seluruh dunia.
Sekarang ini, dipekirakan sudah berdiri sekitar 300 bank dan lembaga
keuangan Islam di seluruh dunia, dengan asset mencapai 300 milyar dollar
dan diramalkan masih akan tumbuh hingga satu triliun dollar pada tahun 2013.
Negara-negara Eropa seperti Inggris dan Jerman, termasuk negara yang
selama tiga tahun belakangan ini terus mengembangkan pelayanan dan
produk perbankannya yang ditujukan bagi warga Muslim.
Jepang, rencananya juga akan mulai mengenalkan sistem perbankan syariah
untuk menarik minat pada investor minyak dari Timur Tengah. (ln/iol)
source : http://www.eramusli m.com/news/ int/44fe53c1. htm
Rabu, 6 Sep 06 11:51 WIB
Bank-bank dan institusi berbasis syariah, makin berkembang ke seluruh
dunia tak terkecuali ke negeri Kincir Angin Belanda. Perkembangan ini
menguntungkan warga Muslim di negeri itu, yang kini bisa menikmati
pinjaman tanpa bunga.
Adalah Bilaa-Riba (bebas bunga), sebuah institusi keuangan di Belanda
yang untuk pertama kalinya memberikan pinjaman tanpa bunga bagi warga
Muslim. Seperti diketahui, sistem bunga (riba) dalam Islam sangat dilarang.
"Sebagai langkah awal, kami akan memberikan pinjaman bebas bunga bagi
warga Muslim Belanda, untuk membeli mobil dan furnitur bagi rumah
mereka," kata Kepala Bilaa-Riba, Muhammad Dini.
Perusahaan yang sejak tahun 2005 terdaftar dalam Kamar Dagang dan
Industri Belanda ini, sudah menerima sekitar 3.000 permohonan pinjaman.
Rencananya, bulan Oktober mendatang, Bilaa-Riba akan mulai mencairkan
permohonan pinjaman tersebut.
Dini yang berdarah Maroko ini, mengatakan, perusahaannya juga sedang
menjajaki untuk memberikan pinjaman pembelian rumah. "Kami sedang
mempertimbangkan untuk menjual konsep Murabahah-pembiayaa n dan
pendanaan- pada otoritas berwenang," katanya.
Menurutnya, saat ini pemerintah Belanda membiayai sekitar 35 persen
pinjaman bagi warganya yang ingin menyewa atau memiliki rumah sendiri.
"Begitu juga dengan kita, sebagai warga negara Belanda, ingin pemerintah
juga memperlakukan kita dengan cara yang sama dan membantu konsep
Murahabah," harap Dini.
Menurutnya, sejumlah partai politik di Belanda sudah memberikan dukungan
atas proposal yang diajukannya. "Ini adalah hak kami sebagai bagian dari
masyarakat Belanda," ujar Dini.
Jumlah warga Muslim di Belanda, mencapai satu juta dari 16 juta total
penduduk negeri itu. Dini mengungkapkan, mayoritas warga Muslim tidak
punya rumah sendiri karena mereka tidak mau mengambil pinjaman di bank
yang menggunakan sistem riba.
Para pemimpin Muslim di Belanda gagal meyakinkan para eksekutif bank
konvensional untuk memberikan layanan bank berbasis syariah agar warga
Muslim bisa mengambil pinjaman pembelian rumah. Padahal partai-partai
politik di Belanda, pada prinsipnya tidak menentang layanan bank
berbasis syariah.
Beberapa politisi, bahkan sedang mengupayakan amandemen undang-undang
yang terkait dengan masalah-masalah keuangan, yang bisa menampung
aspirasi warga Muslim di Belanda.
"Kita harus memunculkan cara-cara yang memungkinkan semua warga negara,
termasuk warga Muslim, menikmati pelayanan negara dalam hal
kesejahteraan masyarakat," ujar Barte de Liefde, dari kantor walikota Hague.
Industri perbankan berbasis syariah yang sudah dikembangkan sejak tiga
dekade lalu, mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dan berhasil menarik
minat para bankir serta investor di seluruh dunia.
Sekarang ini, dipekirakan sudah berdiri sekitar 300 bank dan lembaga
keuangan Islam di seluruh dunia, dengan asset mencapai 300 milyar dollar
dan diramalkan masih akan tumbuh hingga satu triliun dollar pada tahun 2013.
Negara-negara Eropa seperti Inggris dan Jerman, termasuk negara yang
selama tiga tahun belakangan ini terus mengembangkan pelayanan dan
produk perbankannya yang ditujukan bagi warga Muslim.
Jepang, rencananya juga akan mulai mengenalkan sistem perbankan syariah
untuk menarik minat pada investor minyak dari Timur Tengah. (ln/iol)
source : http://www.eramusli m.com/news/ int/44fe53c1. htm
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___
Terima kasih atas doa dan dukungan dari segenap anggota milis Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) atas terselenggaranya acara "Indonesia Syariah Expo 2006" 2-6 MEI 2006 Assembly Hall, JCC Senayan Jakarta.
Sampai jumpa di ISE 2007.
SPONSORED LINKS
| Islamic clothing | Islamic matrimonial | Islamic books |
| Islamic music | Islamic home financing |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
