Barat Kian Minati Asuransi Syaria Rabu, 22 November 2006
Perkembangan perusahaan asuransi syariah terus meningkat signifikan di Amerika Serikat dan Eropa dalam tujuh tahun terakhir ini Hidayatullah.com--Perkembangan asuransi syariah kini tidak hanya terjadi di negara Muslim atau berpenduduk mayoritas Muslim. Bisnis penjaminan risiko syariah tersebut saat ini mulai merambah ke sejumlah negara Barat seperti AS dan negara-negara Eropa. Salah satu penyebabnya adalah potensi dana investasi bersumber premi asuransi syariah yang cukup besar. Oktober 2006 lalu, AIG, asuransi terbesar dunia asal AS telah membuka unit usaha syariah pertamanya di Bahrain guna mengincar potensi 300 juta penduduk muslim di kawasan Timur Tengah. Selain itu, asuransi Prudential dan HSBC juga telah menawarkan sejumlah produk asuransi syariah di sejumlah negara. Beberapa analis memprediksi tren penggunaan asuransi konvensional akan berubah ke syariah secara bertahap. Menurut Group head divisi Takaful Ta'awuni Bank Aljazira Arab Saudi, Dawood Taylor, ketertarikan sejumlah perusahaan asuransi AS dan Eropa terus meningkat signifikan dalam tujuh tahun terakhir. Kata dia, ketertarikan sejumlah perusahaan Barat tersebut atas bisnis syariah tentunya berdasarkan pertimbangan besarnya potensi dan peluang bisnis. ''Saya lihat dalam tujuh tahun terakhir ketertarikan perusahaan asuransi Eropa dan AS terus meningkat signifikan. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya,'' katanya. Taylor meyakini, penetrasi bisnis asuransi syariah di sejumlah negara barat tersebut akan terjadi dalam waktu dekat. Sehingga, asuransi syariah menjadi bisnis yang cukup akrab bagi masyarakat barat. ''Saya tidak ragu lagi bahwa kita akan melihat asuransi syariah akan berpenetrasi kuat ke sejumlah negara itu,'' katanya. Menurut Taylor, saat ini, populasi Muslim di dunia tercatat sebesar 1,6 miliar jiwa dari total populasi penduduk dunia 6,6 miliar jiwa. Besarnya jumlah umat Muslim di dunia merupakan potensi bisnis yang cukup menjanjikan bagi perusahaan asuransi mana pun. Sementara, populasi Muslim di AS saat ini tercatat antara enam hingga delapan juta jiwa. ''Jadi, saya kira tidak ada perusahaan asuransi yang tidak menginginkan bagian dari potensi pasar yang besar itu,'' katanya. Di AS menjanjikan Meski demikian, Taylor mengakui, saat ini belum ada perusahaan asuransi yang menawarkan produk syariah di AS. Di negeri paman Sam tersebut, produk syariah yang ditawarkan baru berupa produk perumahan dan hipotek syariah. ''Saat ini belum ada satu pun asuransi syariah yang masuk ke AS,'' katanya. Taylor menyebutkan, perusahaan asuransi AS sebetulnya mengakui potensi asuransi syariah di negerio tersebut. Tapi, terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala. Salah satunya adalah iklim politik yang kini terjadi antara AS dengan dunia Muslim. Meski begitu, ia optimistis iklim tersebut akan berubah menjadi baik. ''Saya yakni isu-isu saat ini seperti terorisme akan teratasi dengan baik dan kita akan melihat asuransi syariah masuk ke AS dalam 10 tahun ke depan,'' katanya. Sementara itu, Direktur Utama yang juga komisaris utama University Bank, Stephen Ranzini menyebutkan, saat ini masa depan pasar asuransi syariah masih belum pasti. Salah satunya mungkin disebabkan oleh sejarah asuransi syariah di AS beberapa tahun lalu. ''Perusahaan asuransi syariah pertama yang didirikan di AS tidak sukses dan bahkan dilikuidasi,'' katanya. Meski demikian, berdasarkan hasil penelitian perusahaannya, bisnis asuransi syariah di AS memiliki potensi cukup menjanjikan. Karena itu, University Bank saat ini tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mencoba membawa bisnis asuransi syariah ke AS. ''Kita telah belajar dari kesalahan perusahaan asuransi syariah pertama yang bankrut. Kita akan menggunakan pendekatan dan perencanaan yang lebih baik,'' katanya yang menyebutkan tengah menghimpun modal untuk membentuk perusahaan asuransi syariah. Untuk mendirikan perusahaan asuransi syariah, menurut dia, University Bank membutuhkan modal minimal sebesar 15 juta dolar AS. [RoL] Source : http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content <http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3883&Item id=66> &task=view&id=3883&Itemid=66
