Bila dikaji lebih lanjut, sistem bunga pada sebuah pembiayaan mempunyai pengaruh yang tidak baik bukan saja pada saat suku bunga tinggi, melainkan juga pada saat suku bunga rendah. Menurut Umer Chapra (1985), sistem bunga akan merugikan penghimpunan modal, baik suku bunga tersebut tinggi maupun rendah. Suku bunga yang tinggi akan menghukum pengusaha sehingga akan: - menghambat investasi dan formasi modal; - menimbulkan penurunan dalam produktivitas dan kesempatan kerja; - menyebabkan laju pertumbuhan yang rendah. Suku bunga yang rendah akan menghukum para penabung yang akan: - menimbulkan ketidakmerataan pendapatan dan kekayaan; - mengurangi rasio tabungan kotor; - merangsang pengeluaran konsumtif yang menimbulkan tekanan inflasioner; - mendorong investasi yang tidak produktif dan spekulatif; - menciptakan kelangkaan modal dan menurunnya kualitas investasi. Bagi seorang pekerja yang sangat tergantung kepada perusahaan pada era ekonomi baru dengan budaya perusahaan yang berbeda dengan masa lalu, kondisi suku bunga yang tinggi maupun rendah mempunyai dampak yang signifikan dalam pemanfaatan dana yang mereka peroleh maupun miliki dari hasil pekerjaan mereka. Dari paparan singkat di atas, dapat disimpulkan, pendapat sebagian pelaku perbankan yang menyatakan bahwa pembiayaan konsumtif merupakan portfolio yang menguntungkan dan aman pada saat ini, sebenarnya kurang tepat. Sebaliknya, pelaku perbankan harus sadar bahwa terlalu besar mengelolah portfolio pembiayaan konsumtif merupakan sebuah api dalam sekam, yang tiba-tiba akan dapat menghabiskan semua yang ada pada saat yang tidak dapat diduga sebelumnya. T A M A T Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)
Merza Gamal <[EMAIL PROTECTED]> --------------------------------- Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
