Bank Dunia: 100 Juta Penduduk Indonesia masih Miskin     
Jumat, 08 Desember 2006 
Bank Dunia mencatat hampir 50% atau 100 juta penduduk Indonesia saat ini
berpenghasilan di bawah US$2 atau kurang dari Rp18.000 per hari
 
Hidayatullah.com--Dalam laporan yang berjudul Making the New Indonesia Work
for the Poor yang diterbitkan Kamis (7/12), Bank Dunia menilai, meski telah
mengalami kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi, saat ini hampir separuh warga
Indonesia terpaksa hidup miskin.
 
Menurut Bank Dunia, kondisi ini sudah terjadi sejak krisis moneter 1998
menghantam Indonesia. "Rahasia untuk mengurangi tingkat kemiskinan adalah
dengan membantu warga miskin agar bisa berpartisipasi dalam pertumbuhan
ekonomi Indonesia," kata Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Andrew
Steer, Kamis.
 
Berdasarkan kajian Bank Dunia, banyak warga di Indonesia terperangkap dalam
lingkaran kemiskinan secara turun-temurun. Warga miskin ini tidak mampu
memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya, sehingga generasi
berikutnya juga tidak bisa keluar dari kemiskinan.
 
"Saat ini, orang miskin tidak memiliki akses yang memungkinkan mereka untuk
berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi. Dan 40% dari mereka, tidak dapat
menyediakan pendidikan menengah sehingga kemiskinan diwariskan kepada
generasi berikutnya," lanjut Steer.
 
Selain itu, Bank Dunia juga mencatat sebagian besar rakyat Indonesia yang
taraf hidupnya sedikit di atas garis kemiskinan, rawan jatuh kembali ke
dalam kemiskinan.
 
Bank Dunia berpendapat luasnya wilayah Indonesia justru menciptakan
perbedaan pendapatan antarwilayah yang sangat besar, yaitu warga di satu
wilayah telah mencapai taraf hidup negara maju, sedangkan warga di wilayah
lain malah berada di bawah rata-rata negara berkembang.
 
Bank Dunia memberikan tiga rekomendasi agar bisa mengurangi tingkat
kemiskinan, yaitu meningkatkan infrastruktur yang bisa mendukung
revitalisasi pertanian, menciptakan jaringan kerja untuk memungkinkan warga
miskin mendapatkan kemudahan akses ke perdagangan, dan yang terakhir adalah
menyediakan kredit mikro bagi masyarakat miskin.
 
Steer mengungkapkan Bank Dunia akan mengalokasikan dana sebesar US$1 miliar
dalam bentuk hibah dan pinjaman untuk program mengatasi kemiskinan. Dana
sebesar itu rencananya akan digunakan untuk pendidikan, dan pembangunan
infrastruktur desa tertinggal.
 
Sementara itu, Menko Perekonomian Boediono dalam Konferensi Nasional
Penanggulangan Kemiskinan di Jakarta, kemarin, menegaskan pemerintah akan
mengarahkan pertumbuhan ekonomi sekecil apa pun untuk mengurangi kemiskinan
di Tanah Air.
 
Sedangkan Menko Kesra Aburizal Bakrie mengungkapkan selama 2006 ini angka
kemiskinan kembali meningkat menjadi 17,8% setelah penurunan sejak krisis
tahun 1998. "Tantangan dalam jangka pendek adalah membalikkan tren tersebut
guna mengejar sasaran penurunan kemiskinan hingga 8,5% pada 2009," katanya.
[mi/cha]
 
Source : http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content
<http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3951&Item
id=65> &task=view&id=3951&Itemid=65
 

Kirim email ke