Ana, Gadis Manis Yang Menderita Autis
  
     Program: Peduli Autis Untuk Kaum Dhuafa 
  
        Selasa menjelang siang (28 Nopember  2006) diantara gemericik hujan LAZ 
portalinfaq kedatangan tamu jauh  dari Pondok Gede, diantara tamu itu ada yang 
menjadi pusat perhatian  kami, yakni balita berusia 4 tahun. Gadis kecil nan 
manis itu bernama  Lailatul Amanah begitu hyperaktifnya, lari kesana kesini, 
bermain  komputer, naik turun tangga dan sesekali berteriak gembira.
  

 
  
    
  Gadis kecil yang biasa dipanggil  Ana bukanlah anak balita sebagaimana kita 
ketahui. Ana begitu berbeda.  Sifat hyperaktifnya itu justru membuat khawatir 
dan menyibukkan Ayah  dan Ibunya.
  
    
Ana menderita Autisme, beberapa ahli menyebutkan autisme  disebabkan karena 
terdapat gangguan biokimia, ahli lain berpendapat  bahwa autisme disebabkan 
oleh gangguan psikiatri/jiwa. Terdapat juga  pendapat seorang ahli bahwa 
autisme disebabkan oleh karena kombinasi  makanan yang salah atau lingkungan 
yang terkontaminasi zat-zat beracun  yang mengakibatkan kerusakan pada usus 
besar dan mengakibatkan masalah  dalam tingkah laku dan fisik Mereka itulah 
anak-anak special needs.
  
    
Awalnya Pak Yasmin dan Bu Srihartika (orangtua Ana) tidak  menyadari saat 
anaknya berusia 1, 5 tahun sering menyendiri, menolak  untuk disentuh dan tidak 
menyukai kontak mata langsung adalah  tanda-tanda autis. Hari-hari Ana begitu 
hyperaktif, tidak terarah,  sibuk dengan dunianya sendiri dan belum bisa 
mengeluarkan kata-kata.
  
   
Jerit pilu orangtua Ana yang disebabkan oleh berbagai  kepedihan mengasuh anak 
yang mengalami gangguan amat kompleks dan  seperti tak berkesudahan. Ditambah 
lagi oleh bayangan ketakutan tentang  masa depan mereka yang tampak suram serta 
oleh biaya terapi yang amat  mencekik. Sebulan 12 kali terapi, jika Rp. 
100.000,-/jam maka sebulan  menghabiskan uang 1,2 juta. Sementara Ayahnya Ana 
yang hanya bekerja  sebagai satpam dengan penghasilan pas-pasan tentulah sangat 
 memberatkan. Belum lagi pemenuhan makanan dan gizi bagi anaknya yang  berbeda 
dengan makanan bagi anak-anak sebayanya.
  
   
Biaya terapi yang harus dikeluarkan para orang tua autis di  negeri ini memang 
terbilang sangat mahal. Apalagi terapi tersebut  memakan waktu yang sangat lama 
dan tidak bisa dipastikan akhirnya.  Sehingga keberadaan anak-anak istimewa itu 
membuat mereka harus  habis-habisan dalam hal keuangan. Banyak orang tua yang 
patah arang  karena biaya terapi bagi anaknya melebihi anggaran hidup yang 
pokok  bagi seluruh anggota keluarganya. Tidak sedikit pula yang mengalami  
depresi sehingga menambah masalah baru seperti ketidakharmonisan dalam  
keluarga yang berujung pada perceraian. Bisa dibayangkan, betapa  pedihnya jika 
keadaan itu harus dialami pula oleh keluarga yang kurang  mampu.
  
   
Al-hamdulillah sejak Januari 2005, terapi Ana dilakukan di  rumahautis sebuah 
LSM Nirlaba yang bernaung dalam Yayasan Cahaya  Keluarga Kita (YCKK), LSM ini 
mengkhidmadkan  diri dalam perjuangan membantu terapi bagi anak-anak autis 
dhuafa serta  kampanye dan advokasi gerakan peduli autis. Orangtua Ana bisa  
sedikit bernafas lega. Perlahan-lahan perkembangan Ana mulai membaik,  sudah 
bisa berkata-kata & berani melakukan kontak mata langsung.
  
    
"Hari raya Iedul Fitri bagi orangtua autis adalah momok yang  menakutkan, 
karena saat itulah jika tidak dikontrol ketat maka  anak-anak akan memakan 
kue-kue yang bahannya dari tepung. Tepung bagi  anak autis adalah "morfin" yang 
akan membuat mereka semakin hyperaktif  dan tidak terkendali"  Ungkap Deka 
Kurniawan selaku Pimpinan Rumahautis saat berbincang di kantor Portalinfaq.
  
    
Itulah sekelumit kisah Lailatul Amanah yang membuat kami di  Portalinfaq kian 
empati padanya. Masih ada 6 anak autis lagi yang di  terapi cuma-cuma oleh 
rumahautis dengan kondisi yang lebih mengenaskan  dari Ana. Adakah terketuk 
hati kita untuk menjadi orangtua asuhnya?.  Atau membantu rumahautis tersebut 
agar lebih banyak lagi anak-anak  autis yang tertampung disana.
  
   
Donasi bisa di transfer melalui Bank a.n Yayasan Portal Infaq di :
    - Bank Syariah Mandiri Warung Buncit No.Rek : 003-006-7066
  - Bank Mandiri Kuningan No.Rek : 124-000-1079-798
  - Bank BCA Arteri Pondok Indah No.Rek : 291-300-5244
  - Bank Syariah Mandiri No.Rek : 003-003-5790
  
  
  "Barang siapa yang menghilangkan kesulitan seorang mu`min di  dunia maka 
Allah akan menghilangkan kesulitannya di akhirat;  barangsiapa yang memudahkan 
urusan orang yang sedang kesulitan, maka  Allah akan memudahkan urusannya di 
dunia dan akhirat." (HR. Muslim)
  
    
Semoga kita memang masih terketuk hatinyaÂ…untuk meringankan beban mereka!!!.  

      

    Portalinfaq
  2006-12-06
  
  www.portalinfaq.org
  www.portalinfaq.org.uk
  
  LAZ Portalinfaq
  Agus Kurniawan ( 0815 997 8523 )
  Office Portalinfaq : (021) 727 86073, Fax: (021) 727 86074
     
  
 
---------------------------------
Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.
 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke