Ada tulisan di www.halalguide.info/content/view/761/1/, Semoga bermanfaat :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Halal Guide -- Styrofoam masih tergolong ‘keluarga’ plastik karena terbuat dari 
Poli Stiren.  Bahan yang lebih dikenal sebagai gabus ini memang praktis, 
ringan, relatif tahan bocor dan bisa menjaga suhu makanan dengan baik.  Inilah 
yang membuat bahan ini amat disukai dan banyak dipakai, termasuk dalam industri 
makanan instan.  Namun bahan ini sebenarnya tak kalah berbahaya dengan plastik.
  Dari hasil survei di AS tahun 1986, 100% jaringan lemak orang Amerika 
mengandung stiren yang berasal dari styrofoam.  Bahkan pada penelitian 2 tahun 
berikut, kandungan stiren sudah mencapai ambang batas yang bisa memunculkan 
gejala gangguan syaraf.  Sebuah studi di New Jersey, AS, menemukan bahwa 75% 
ASI mengalami kontaminasi stiren yang berasal dari konsumsi ibu yang 
menggunakan wadah styrofoam.  Pada ibu-ibu yang mengandung, stiren juga bisa 
bermigrasi ke janin melalui plasenta.
  Dampak jangka panjang dari menumpuknya stiren di dalam tubuh adalah gejala 
saraf seperti kelelahan, nervous, sulit tidur dan anemia.  Pada anak, selain 
menyebabkan kanker, sekian tahun kemudian stiren juga menyerang sistem 
reproduksinya.  Kesuburan menurun, bahkan mandul.  Anak yang terbiasa 
mengkonsumsi stiren juga bisa kehilangan kreatifitas dan pasif.
  Styrofoam, sebagaimana plastik, bersifat reaktif terhadap suhu tinggi.  
Padahal, salah satu kelebihan styrofoam yang banyak diambil manfaatnya adalah 
kemampuannya menahan panas.  Produk-produk sup dan minuman hangat di restoran 
cepat saji menggunakan wadah ini.  Begitu pula produk-produk makanan instan, 
mesti diseduh dalam wadahnya yang terbuat dari styrofoam.  Mie instan, bubuh 
ayam instan misalnya.
  Stiren, bahan dasar styrofoam bersifat larut dalam lemak dan alkohol.  
Berarti wadah dari jenis ini tidak cocok dijadikan wadah susu atau yoghurt yang 
mengandung lemak tinggi.  Begitu juga dengan kopi yang dicampur krim.
  Dengan sifat-sifatnya seperti itu, sudah selayaknya kita lebih berhati-hati 
menggunakan styrofoam.  Kalau hendak menggunakan styrofoam untuk menjaga 
makanan tetap hangat, sebaiknya makanan dimasukkan terlebih dahulu dalam wadah 
tahan panas dan dijaga tidak ada kontak langsung dengan styrofoam.  Sedangkan 
penggunaannya sebagai wadah, harus diperhatikan untuk mendinginkan makanan 
terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam wadah styrofoam. Makanan instan dan 
restoran yang menggunakan wadah ini sebaiknya dihindari demi menjaga kesehatan 
kita dan keluarga. (Jurnal Halal LP POM MUI)
  
 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.

Kirim email ke