Senin, 19 Februari 2007

Universitas Brunei Bangun Pusat Bisnis Syariah 

BANDAR SERI BEGAWAN -- Universitas Brunei Darussalam akan memiliki bangunan
pusat bisnis syariah pada 2008. Pembangunan pusat bisnis tersebut
menghabiskan biaya 14 juta dolar Brunei. 

Menurut situs Brudirect.com, Kamis, (15/2) pusat bisnis syariah Universitas
Brunei Darussalam itu akan memiliki berbagai fasilitas pengembangan sumber
daya manusia (SDM) syariah. Di antaranya adalah ruang komputer, ruang
kuliah, ruang seminar, dan perpustakaan.

Proyek pembangunan pusat bisnis syariah tersebut dibiayai Islamic
Development Board Jeddah dan Departemen Pekerjaan Umum (DPU). Pembangunan
tersebut juga bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Brunei Darussalam.

Pembangunan pusat bisnis syariah berawal dari ide mantan wakil rektor
Universitas Brunei Darussalam, Professor Dato Haji Mahmud Saidon Bin Haji
Othman pada 2000. Ia menilai pengembangan industri perbankan syariah di
negara tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa peningkatan kualitas SDM.
Selain itu, peningkatan SDM juga penting dilakukan agar industri perbankan
syariah negara tersebut mampu berkompetisi dengan industri serupa di negara
lain. aru

IIRA Berikan Pemeringkatan bagi Obligasi Bahrain

MANAMA -- Lembaga pemeringkat syariah Islamic International Rating Agency
(IIRA) memberikan pemeringkatan pertama kali bagi sejumlah obligasi di
Bahrain. Pemeringkatan tersebut termasuk A+ untuk obligasi valas jangka
menengah dan panjang, A- untuk obligasi valas jangka pendek, AAA untuk
obligasi lokal jangka menengah dan panjang, dan A-1+ untuk obligasi lokal
jangka pendek. Sementara, IIRA menyatakan prospek seluruh rating obligasi
tersebut dinilai stabil. Demikian sebagaimana dilansir www.gulf-daily.com,
Selasa, (13/2).

Menurut Chief Executive Officer (CEO) IIRA, Jamal Abbas Zaidi, pemeringkatan
IIRA tersebut menunjukan kondisi ekonomi Bahrain yang cukup kuat dan
terdiversifikasi. Hal tersebut ditunjukkan pertumbuhan pertumbuhan produk
domestik bruto (PDB) Bahrain pada level 5,6 persen dalam empat tahun
terakhir. 

Selain itu, menurut Zaidi, inflasi Bahrain juga dinilai cukup rendah di
level 2,6 persen pada 2005. Sedangkan, rata-rata inflasi dari 2001 hingga
2004 berada pada level 0,6 persen. ''Keungan pemerintah telah menunjukkan
surplus yang sehat di level 7,6 persen pada 2005 (1,4 persen pada 2004) dan
keuangan Bahrain saatr ini juga cukup kuat ditunjukkan dengan nilai PDB 11
persen pada 2005 (4 persen pada 2004),'' katanya.n aru

BIMB Berharap Raih Pertumbuhan 60 Persen Lebih

KUALA LUMPUR, Feb 14 (Bernama) -- Bank Islam Malaysia Bhd, (BIMB) berharap
dapat meningkatkan pemasukannya dari layanan perbankan individu lebih dari
60 persen dari total penerimaannya. 

Hal itu disampaikan General Manager (BIMB), Faizah Khairuddin seperti
dikutip kantor berita Bernama (14/2). Namun, ia menyadari perolehan
keuntungan tahun ini tidak akan mencapai jumlah tersebut, karena bank Islam
tertua di Malaysia ini masih dalam proses transformasi. 

''Tapi kami memiliki ambisi untuk terus tumbuh dalam waktua hingga tiga
tahun ke depan. Saya yakin, dalam tahun anggaran ini, kami membutuhkan dasar
yang kuat untuk mengembangkan sektor consumer banking,''katanya usai
menghadiri peresmian bank Islam Pewani Realreward Rabu lalu. 

Faizah juga menambahkan bisnis layanan perbankan individu ini menjadi pilar
bagi industri perbankan dan kini tengah menghadapi persaingan yang ketat. 

General Manager Corporate Affair and Business Development, Bank Islam, Datuk
Wan Ismail Wan Yusoh, menyatakan pihaknya masih melihat peluang pengembangan
usaha bergantung kepada sikap konsumen. Bank tersebut kini memiliki 90
cabang di negeri jiran tersebut dengan jumlah 22 cabang di Bukit Klang.
Program Bank Islam itu dibuat sebagai upaya meraih pangsa pasar dalam bisnis
layanan keuangan Islam. Sehingga dapat menciptakan loyalitas konsumen
melalui layanan yang prima kepada pelanggan. n hir

( )

 

Source : http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=283193
<http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=283193&kat_id=400>
&kat_id=400

 

Kirim email ke