Alhamdulillah, sebuah langkah maju yang patut kita syukuri. Semoga
diikuti dengan penggunaan bank syariah oleh usaha-usaha yang banyak
dikelola oleh ummat NU.

 

Edi

 

________________________________

From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of adji waluyo
Sent: Tuesday, February 20, 2007 2:39 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: {ekonomi-syariah} Ulama NU Sepakati Pengembangan Ekonomi
Syariah

 

Ulama NU Sepakati Pengembangan Ekonomi Syariah


Tempat Event Berlangsung : Surabaya
Tanggal Event : 19 Februari 2007

Preview

Jakarta, PKES Interactive, Dari hasil sarasehan ulama di Pondok
Pesantren Bahrul Ulum Jombang Jawa Timur (14/2)tentang Ekonomi dan
Perbankan Syariah berkerjasam dengan Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah
(PKES) menyepakati untuk mengembangkan ekonomi syariah di lingkungan
pondok pesantren. K.H Taufiq Fatturahman selaku ketua Yayasan Bahrul
Ulum, menganalogikakan selama ini pondok pesantren mempunyai keunikan
tersendiri seperti kerajaan-kerajaan kecil dan tersebar kemana-mana.
Maka perlu penyatuan dari kerajaan-kerajaan tersebut. 

"Melalui ekonomi syariah itu bisa menyatukan kerajaan-kerajaan yang
tersebar dimana -mana dan bisa digunakan untuk mempererat penyatuan
umat,"tutur K.H Taufiq Fatturahman. 

K.H Taufiq Fatturahman, mengharapkan agar setiap pondok pesantren
khususnya yang ada di Jawa Timur mampu mengimplementasikannya ekonomi
syariah dengan membuat lembaga-lembaga keuangan syariah seperti BMT dan
koperasi syariah. 

Sementara K.H Abdul Faqih dari Pondok Pesantren Langitan, masih binggung
dan belum memahami adanya bisnis syariah selama ini yang telah marak.
"Saya sangat bingung, apa bedanya bank Muamalat, Bank Syariah. Lantas
mana yang disebut dengan bank Islam,"tutur K.H Abdul Faqih penuh dengan
canda.

Untuk pondok pesantren di Jawa Timur, tidak semuanya pondok pesantren
belum mempraktekkan ekonomi syariah, Pondok Pesantren Salafi pimpinan
K.H Mahfud Alizen telah maju pesat dalam mengembangkan ekonomi syariah.
Pesantren ini telah lama mengembangkan lembaga keuangan mikro syariah,
seperti BMT dan BPRS.

"Kami telah lama mempraktekkan lembaga keuangan syariah selama ini dan
sudah banyak memiliki manfaat bagi pengembangan usaha bagi para santri
dan masyarakat setempat,"akunya.

Apa yang dikatakan oleh K.H Mahfud Azis, direspon oleh K.H Masduki dari
Pondok pesantren Jombang, Ia bermaksud untuk menimba ilmu pengetahuan
yang dipraktekkan oleh K.H Mahfud Azis itu. 

"Saya kepingin pondok pesantren Jombang memiliki bank syariah seperti
yang dimiliki oleh pondok pesantren Salafi, maka kami akan belajar
kepada K.H Masduki dan para ahli dan praktisi untuk mengajari kami
tentang perbankan syariah, karena itu penting bagi kami"katanya.

Dilain pihak, K H Ma,ruf Amin selaku ketua Dewan Syariah Nasional (DSN)
dan ketua PBNU dalam sarasehan tersebut menjelaskankan, bahwa selama ini
pada kajian fiqh muamalat yang dipelajari oleh para ulama sudah terlalu
lama. Padahal perkembangan fiqh muamamlat saat ini sudah modern sekali. 

"Seperti dalam fiqh ekonomi syariah dalam perkembangan akadnya bisa
dikembangkan lebih banyak lagi, maka diperlukan sebuah inovasi dan
pemikiran pembaharuan terus menerus ,"ujar K.H Ma'ruf Amin 

Mengapa harus dikembangkan, lanjut ketua DSN tersebut, sebab ekonomi
syariah banyak peluangnya bagi pengembangan umat secara luas. (Agus)

Acara ini didukung oleh: BMI, BSM, BSMI dan BNI Syariah

 

________________________________

** 



*

Kirim email ke