Ulama NU Sepakati Pengembangan Ekonomi Syariah

*Tempat Event Berlangsung : Surabaya
Tanggal Event : 19 Februari 2007*

Preview

*Jakarta, PKES Interactive*, Dari hasil sarasehan ulama di Pondok Pesantren
Bahrul Ulum Jombang Jawa Timur (14/2)tentang Ekonomi dan Perbankan Syariah
berkerjasam dengan Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) menyepakati untuk
mengembangkan ekonomi syariah di lingkungan pondok pesantren. K.H Taufiq
Fatturahman selaku ketua Yayasan Bahrul Ulum, menganalogikakan selama ini
pondok pesantren mempunyai keunikan tersendiri seperti kerajaan-kerajaan
kecil dan tersebar kemana-mana. Maka perlu penyatuan dari kerajaan-kerajaan
tersebut.

"Melalui ekonomi syariah itu bisa menyatukan kerajaan-kerajaan yang tersebar
dimana –mana dan bisa digunakan untuk mempererat penyatuan umat,"tutur
K.HTaufiq Fatturahman.

K.H Taufiq Fatturahman, mengharapkan agar setiap pondok pesantren khususnya
yang ada di Jawa Timur mampu mengimplementasikannya ekonomi syariah dengan
membuat lembaga-lembaga keuangan syariah seperti BMT dan koperasi syariah.

Sementara K.H Abdul Faqih dari Pondok Pesantren Langitan, masih binggung dan
belum memahami adanya bisnis syariah selama ini yang telah marak. "Saya
sangat bingung, apa bedanya bank Muamalat, Bank Syariah. Lantas mana yang
disebut dengan bank Islam,"tutur K.H Abdul Faqih penuh dengan canda.

Untuk pondok pesantren di Jawa Timur, tidak semuanya pondok pesantren belum
mempraktekkan ekonomi syariah, Pondok Pesantren Salafi pimpinan K.H Mahfud
Alizen telah maju pesat dalam mengembangkan ekonomi syariah. Pesantren ini
telah lama mengembangkan lembaga keuangan mikro syariah, seperti BMT dan
BPRS.

"Kami telah lama mempraktekkan lembaga keuangan syariah selama ini dan sudah
banyak memiliki manfaat bagi pengembangan usaha bagi para santri dan
masyarakat setempat,"akunya.

Apa yang dikatakan oleh K.H Mahfud Azis, direspon oleh K.H Masduki dari
Pondok pesantren Jombang, Ia bermaksud untuk menimba ilmu pengetahuan yang
dipraktekkan oleh K.H Mahfud Azis itu.

"Saya kepingin pondok pesantren Jombang memiliki bank syariah seperti yang
dimiliki oleh pondok pesantren Salafi, maka kami akan belajar kepada
K.HMasduki dan para ahli dan praktisi untuk mengajari kami tentang
perbankan
syariah, karena itu penting bagi kami"katanya.

Dilain pihak, K H Ma,ruf Amin selaku ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) dan
ketua PBNU dalam sarasehan tersebut menjelaskankan, bahwa selama ini pada
kajian fiqh muamalat yang dipelajari oleh para ulama sudah terlalu lama.
Padahal perkembangan fiqh muamamlat saat ini sudah modern sekali.

"Seperti dalam fiqh ekonomi syariah dalam perkembangan akadnya bisa
dikembangkan lebih banyak lagi, maka diperlukan sebuah inovasi dan pemikiran
pembaharuan terus menerus ,"ujar K.H Ma'ruf Amin

Mengapa harus dikembangkan, lanjut ketua DSN tersebut, sebab ekonomi syariah
banyak peluangnya bagi pengembangan umat secara luas. *(Agus)

Acara ini didukung oleh: BMI, BSM, BSMI dan BNI Syariah
*

Kirim email ke