Yang Suka - Yang Duka di Pondok Yatim Baitus Salam - Jogja
Program: Pondok Yatim Portalinfaq Baitus Salam Yogyakarta
Portalinfaq-Jogja. "Dengan nuansa Ibadah, maka kita harus rela
melakukan pengorbanan. Semua keringat yang keluar serta semua kelelahan yang
kita rasakan selama melakukan kewajiban karena memenuhi hak-hak orang lain
adalah sumber utama kenikmatan di dalam hidup" (Ustadz Anis Matta, Lc)
Inilah sekelumit kisah suka duka di Pondok Yatim "Baitus Salam" yang mampu
kami rekam dalam bentuk kata-kata, walau sesungguhnya masih banyak kisah yang
tak mampu dan tak sempat kami ceritakan di ruang ini.
SUKA: Bagaimana senangnya santri-santri Pondok Yatim "Baitus Salam" setelah
mendapatkan pengajaran pembuatan Piningset dan gantungan kunci saat liburan di
bulan Januari. Sebuah Prakarya yang terbuat dari bahan kain, selendang atau
handuk yang dibentuk menjadi burung, kura-kura atau masjid. Pengerjaannya
hanya butuh waktu paling lama 2 jam. Piningset merupakan barang seserahan-yang
menjadi budaya orang jawa-dari mempelai laki-laki kepada mempelai wanita.
Ketika Ibu Wakil Bupati dan rombongan dari APJI (Asosiasi Perusahaan Jasaboga
Indonesia) se-Provinsi DIY bertandang ke Pondok, dengan antusiasnya
santri-santri membuatnya kembali sebagai kado kenang-kenangan. Gantungan kunci
yang berbentuk buah strawberry dan hati itu merona merah manis. Prakarya itu
tampak keindahannya. Oiya, mereka juga sudah bisa buat gantungan kunci dan
boneka yang lucu-lucu sekali. Satu saat bapak-ibu pembaca berkenan membeli ya,
bila anak-anak ini mewujudkan mimpi kecilnya berjualan hasil
karya sendiri.
DUKA: Uswatun Hasanah, satu-satunya santriwati pondok yatim yang akhirnya
harus bersabar, karena tidak seperti teman-temannya yang lain, Atun harus
bersabar tahun ini belum bisa bersekolah. Dulu itu ada 2 anak yang tidak
sekolah, tapi rekannya alhamdulillah bisa sekolah, sementara Atun terhambat
karena ijazahnya paket B yang diikutinya belum keluar, gempa telah
menghadangnya untuk bisa memiliki ijazah SMP dan melanjutkan sekolah. Wajah
Atun sering sekali murung dan tertunduk. Hasratnya untuk bisa sekolah begitu
tinggi. Tapi apa daya. Akan tetapi ketika kami ke sana belum lama ini, Atun
tampak ceria sekali. Kursus menjahit itu akhirnya diikutinya dengan senang.
Duka tak lagi terlihat di wajahnya. Bahkan kini ia menjadi semacam 'kakak'
bagi teman-temannya bila sibuk berangkat ke sekolah pada pagi hari."Mbak Atun
kaos kaki Isah mana?"..."Mbak temani aku ya!" begitu teriakan yang sering
didengarnya menjelang teman-temannya sekolah. Atun meresapi betul nasihat
kakak-kakak di pondok tentang indahnya bersabar dan bahagianya menjadi orang
yang pandai mensyukuri segala pemberianNYA.
SUKA: Belum lama ini, BMT Al-Ikhlash memberikan bantuan perlengkapan MCK untuk
santri, dihadiri pula oleh Ketua BMT Al Ikhlash Bapak Nurudin dan Ketua RT 027
Dusun Miri. "pembagian rezeki" berupa 8 paket di mana setiap paketnya berisi
beras 2, 5 kg, 3 buah mie instant, dan ½ kg gula pasir dari pondok untuk warga
disekitar Pondok yang hidupnya pas-pasan, ini sebagai bentuk ikatan hati
anak-anak yatim di Pondok kepada warga dusun Miri. Bapak Nurudin selain
memberikan perlengkapan MCk (Mandi Cuci Kakus) juga memberikan informasi bahwa
santri pondok yatim ini berpeluang mengajukan beasiswa ke BMT bagi yang
berprestasi. Senang sekali kami mendengarnya. BMT Al-Ikhlash pada hari itu
juga memberikan 15 paket, berisi 1 detergen 1 kg berhadiah 1 mangkok ukuran
sedang, 1 shampoo ukuran 100 mL, 1 pasta gigi 190 g, 1 sabun mandi & 1 sikat
gigi. Ayo bersih-bersih..
DUKA: Sepeda Oh Sepeda. Dulu belum punya sepeda kami "teriak-teriak", setelah
dikasih lebih dari 15 sepeda ndelalah kami masih juga "teriak-teriak"
Persoalannya kini ada 8 sepeda yang belum bisa digunakan karena ada sepeda
ukuran untuk anak-anak bukan untuk usia SMP/SMA dan ada juga sepeda laki-laki
(ada plang depan)/Federal. Sementara santri ke sekolah memakai rok panjang
jadi tidak bisa digunakan. Sementara Sepeda itu amanah/pemberian para Donatur
dari Jakarta yang harus tetap terjaga sampai akhirat. Pengelola Pondok pun
jadi bingung harus bagaimana sebaiknya? Karena kalau dibiarkan begitu
terus-menerus, lama-lama sepeda tersebut akan berkarat dan rusak di terpa
hujan, terik matahari dan dihinggapi debu tebal pula.
Itulah dinamika keseharian kami di Pondok Yatim "Baitus Salam" kadang suka
menyergap tiba-tiba, kadang duka merasuki kami pula. Tapi semua kami hadapi
dengan senyum renyah. Karena kami yakin ada Anda yang selalu mendoakan
kebaikan untuk kami, yang selalu setia mendampingi berjibakunya kami disini.
Mendidik anak-anak yatim yang beranjak besar. Oooh betapa bahagianya kami jika
Anda selalu disini menemani keseharian peluh suka duka kami.
www.portalinfaq.org
www.portalinfaq.org.uk
http://pondokyatim.multiply.com
Portalinfaq
2007-03-01
NB : Mohon info ini bs diforward ke teman - teman yang lain. Terima kasih
LAZ Portalinfaq : (021) 727 86073, fax : (021) 727 86074
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.