Bank Permata Syariah Fokus Sektor Ritail *Tempat Event Berlangsung : Jakarta Tanggal Event : 1 Maret 2007*
Preview *Jakarta, PKES Interactive 13.40 WIB*, Untuk mendukung akselerasi perbankan syariah 5% di tahun 2008 yang merupakan ketetapan dalam *Blue Print *Bank Indonesia (BI) mencapai 5% ditanggapi optimis oleh bank Permata Syariah. *General Manager *(GM) Permata Syariah Ismi Kushartanto, mengungkapkan pada *PKES Interactive *(1/3), bahwa saat ini bank permata syariah lagi mengejar target pertumbuhan perbankan syariah yang ditetapkan oleh BI. "Bagi kami saat ini yang terpenting adalah mengfokuskan diri pada target pertumbuhan tersebut, saya yakin ditahun 2008 bank syariah akan mampu untuk mengejar target yang dibebankan oleh BI,"kata Ismi Kushartanto. Lantas strategi seperti apa untuk menaikkan segmentasi pasar, khususnya yang dilakukan oleh bank Permata Syariah? Secara jauh Ismi menuturkan, bahwa untuk permata syariah akan berorientasi pada sektor ritail. Sebab sektor ritail ditahun ini menurutnya sangat cerah untuk perbankan syariah. Selain sektor ritail yang menjadi fokus dalam pembiayaan bank Permata Syariah sektor lain masih menjadi andalan seperti *consumer *yang menjadikan bank Permata syariah mendapatkan award dalam servis pelayanan. "Meskipun kami fokus pada sektor ritail tapi sektor *consumer *tidak kami tinggalkan, dua-duanya akan kami kerjakan untuk menaikkan segmentasi pasar bank Permata syariah,"ujarnya Dalam pembiayaan ritail tersebut kata Ismi, bank Permata syariah akan menyalurkan pembiayaan kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah ), sekaligus untuk menampik anggapan dari kalangan pihak yang menganggap perbankan nasional tidak peduli terhadap masyarakat UMK. Sementara Mulya E Siregar analis senior direktorat perbankan syariah BI mengatakan, tentang akselerasi semua palakunya adalah perbankan syariah. Maka apa yang dikatakan oleh bank Permata syariah sudah benar. "Saya akui untuk mencapai pertumbuhan 5% bagi bank syariah di tahun 2008 memang cukup sulit, namun ketegasan sikap untuk mencapai angka tersebut harus penuh optimis,"kata Mulya. Untuk pencapain target akselerasi tersebut tambah Mulya, kembali pada kebijakan pemerintah mendukung atau tidak. "Jika para pelaku perbankan saja sudah siap dan BI juga yah tinggal pemerintah, mau dukung atau tidak,"ungkapya. *(Agus.Y)*
