Berita Tempo minggu ini soal Skandal pembelian 12 Heli dan didukung Memo
presiden SBY sungguh menghianati cita-cita reformasi. Memo SBY kepada
perusahaan milik JK --ini jelas perusahaan swasta-- tidak berbeda dengan Memo
Soedomo dalam kasus Edy Tansil. Seorang Presiden yang mengaku reformis,
melegalkan praktik KKN. Ini sungguh skalndal luar biasa besar.
Ini bukti untuk kesekian kalinya bahwa Pemimpin kita memang tidak ada yang
patut dicontoh. Kalau dulu zaman presiden megawati, skandal privatisasi Indosat
dan penilepan kapal Tengker Pertamina, menjadi materi hukum yang gelap gulita,
skandal Memo presiden ini harus diusut tuntas.
Ini juga menjadi bukti kongkrit bahwa ungkapan presiden untuk membersihkan
istana dari KKN, kelihatannya laiknya menelan ludah sendiri. Kalau SBY
konsisiten, maka yang harus disikat habis agar bersih, ya SBY-JK lebih dulu.
Kesalahan mereka serius, mencampuradukkan antara kepentingan pribadi dan
negara. Sebagai presiden yang punya gelar Doktor, perbuatan ini sungguh nista.
Kalau kita amati, Presiden yang doktor ini hanya memproduksi berbagai bencana,
skandal, menambah terus angka kemiskinan dan menjilat-jilat kepada kekuasaan
Amerika (Bisa dilihat bagaimana Indonesia mendukung PBB untuk sanksi bagi
Iran). Kita sedih, melihat pemimpin yang begitu rendah kualitas kerjanya meski
ia seorang doktor sekalipun.
Salam
Guntoro Soewarno
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.