Masya Allah, saya setuju sekali untuk mengusut tuntas
skandal memo ini. Jangankan menurunkan tingkat korupsi
di Indonesia, ini malah menambah kasus korupsi baru.

--- guntoro soewarno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Berita Tempo minggu ini soal Skandal pembelian 12
> Heli dan didukung Memo presiden SBY sungguh
> menghianati cita-cita reformasi. Memo SBY kepada
> perusahaan milik JK --ini jelas perusahaan swasta--
> tidak berbeda dengan Memo Soedomo dalam kasus Edy
> Tansil. Seorang Presiden yang mengaku reformis,
> melegalkan praktik KKN. Ini sungguh skalndal luar
> biasa besar.
>  Ini bukti untuk kesekian kalinya bahwa Pemimpin
> kita memang tidak ada yang patut dicontoh. Kalau
> dulu zaman presiden megawati, skandal privatisasi
> Indosat dan penilepan kapal Tengker Pertamina,
> menjadi materi hukum yang gelap gulita, skandal Memo
> presiden ini harus diusut tuntas.
>  Ini juga menjadi bukti kongkrit bahwa ungkapan
> presiden untuk membersihkan istana dari KKN,
> kelihatannya laiknya menelan ludah sendiri. Kalau
> SBY konsisiten, maka yang harus disikat habis agar
> bersih, ya SBY-JK  lebih dulu. Kesalahan mereka
> serius, mencampuradukkan antara kepentingan pribadi
> dan negara. Sebagai presiden yang punya gelar
> Doktor, perbuatan ini sungguh nista.
>  Kalau kita amati, Presiden yang doktor ini hanya
> memproduksi berbagai bencana, skandal, menambah
> terus angka kemiskinan dan menjilat-jilat kepada
> kekuasaan Amerika (Bisa dilihat bagaimana Indonesia
> mendukung PBB untuk sanksi bagi Iran). Kita sedih,
> melihat pemimpin yang begitu rendah kualitas
> kerjanya meski ia seorang doktor sekalipun. 
>  Salam
>  Guntoro Soewarno
>  
>  
>  
>  
> ---------------------------------
> Don't pick lemons.
> See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.



 
____________________________________________________________________________________
TV dinner still cooling? 
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/

Kirim email ke