--- In [EMAIL PROTECTED], "Eko Budhi S, Ghifari.Org"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Aww

Satu bahan diskusi ... saya coba list beberapa tantangan-tantangan yg
saya amati --- jadi ini bukan pendapat dari seorang yg berpengalaman
banyak di lapangan ---

please CMIIW . correct me if i am wrong ...

1. Akses modal. Usaha-usaha UKM pada umumnya, mengalami kesulitan
modal. Yg menarik, ini perlu di-riset lebih jauh, kurang tersedia
"jaringan pendukung" untuk usaha UKM Muslim.
Komunitas-komunitas bukan Muslim bisa jadi lebih mempunyai jaringan
pendukung untuk menyediakan modal ...

2. Kepercayaan. Ini bisa jadi akar dari masalah pertama ... Dimana
kepercayaan "sesama Muslim" khususnya dari mereka yg mempunyai
kekayaan untuk investasi ke pengusaha pengusaha skala mikro atau nano ...
Uang ini lebih mudah mengendap di Bank Indonesia (melalui bank-bank
swasta ribawi maupun syariah) ...
atau dibelanjakan sebagai mobil-mobil mewah, rumah mewah dan
property-property lain ...

3. Tanggung jawab "pengusaha". Sisi lain dari masalah di atas, adalah
tanggung jawab Muslim dalam mengelola penyertaan modal ...
Dimana Non-Performing-Loan bisa terjadi krn tanggung jawab yg kurang
besar dari para peminjam ... (ini perlu riset, krn hanya pengalaman
pribadi)

4. Tanggung jawab customer. Terkait dgn tanggung jawab pengusaha, bisa
terjadi, mereka gagal mengelola uang krn customer mereka tidak
membayar ...
Misalnya bank menyertakan modal ke usaha konvensi. Pengusaha konvensi
ini amanah, tetapi ternyata salah satu customer mereka telah membeli
banyak barang, dan gagal memenuhi pembayaran ...

5. Inferiority dari customer ... Customer di masyarakat Muslim bisa
jadi lebih bangga, lebih nyaman, lebih puas dgn produk/layanan
unggulan dari pihak-pihak bukan Muslim, baik asing ataupun di dalam
negeri ...

6. Attitude dalam memberikan layanan. Misalnya saya pernah ke satu
warung sate, dimana pembelinya terlihat diam saja, tidak proaktif
mendatangi meja pembeli ...

7. Kesemrawutan lingkungan. Misalnya dgn adanya preman-preman di
jalanan, di pasar-pasar ... Mobil angkot yg berhenti sembarangan dll.

8. Keberanian investasi dan mengambil resiko. Misalnya untuk biaya
iklan ...

9. Ketidaktersediaan teknologi tepat guna. Pakar-pakar teknologi kita,
lumrahnya menguasai hi-tech, yg ternyata sangat sulit, tidak bisa
diterapkan di usaha-usaha kecil.  Pakar komputer kita misalnya
menguasai GRID COMPUTING, atau 3G, yg tidak bisa secara langsung,
dipakai oleh UKM-UKM.
Juga teknologi lain semisal biotechnology dll.

10. Masalah mendasar : APRESIASI KARYAWAN. Karyawan di UKM-UKM Muslim
masih cenderung digaji kecil, diminta berkorban. Atau dgn
mengedepankan dakwah dan jihad, seringkali tidak mendapatkan keadilan
yg semestinya.

11. PERSAINGAN ! Banyak lembaga-lembaga pengembangan UKM yg
mengedepankan kemampuan bersaing ... Apa yg terjadi adalah satu UKM
bersaing dgn UKM yg lain. Yg satu berhasil, tetapi dgn menjadikan UKM
lain gugur ...
Kita kurang berpikir mengenai konsep interdependency, load sharing,
apalagi supply-chain ... dan GOTONG ROYONG.
Paradigma yg dipakai adalah menjadi enterpreneur adalah bagaimana bisa
bersaing ...

Itu ... my opinion.
Silahkan reply ke 


[EMAIL PROTECTED] 
manajemen-rabbani AT yahoogroups.com

untuk opini-opini Anda.
Saya bukan penganut madzab competition, jadi semua opini silahkan
di-post, bukan untuk menentukan siapa yg lebih baik opininya, tetapi
untuk saling memperbaiki opini...

Untuk yg belum subscribe silahkan email ke :


[EMAIL PROTECTED]
manajemen-rabbani-subscribe AT yahoogroups.com


Www



Eko Budhi S

--- End forwarded message ---


Kirim email ke