Enterpreuner Muslimah: Seorang Muslimah di arena World Islamic Economic Forum (WIEF) Putra World Trade Center di Kuala Lumpur, Malaysia. Entrepreneur Muslimah seluruh dunia mulai Senin ini sedang berkumpul di World Islamic Economic Forum (WIEF). [ap] Presiden SBY Hadiri Forum Ekonomi Islam Dunia Senin, 28 Mei 2007 Presiden susilo Bambang Yudhoyono memulai kunjungan kerja ke Malaysia guna menghadiri Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) Hidayatullah.com-Selain menghadiri Forum Ekonomi Islam Dunia Presiden juga akan membahas peningkatan kerjasama ekonomi dengan negeri jiran tersebut. Dalam kunjungan kali ini, Presiden didampingi Menteri Koordinator Perekonomian, Boediono. Hal itu terkait dengan agenda kunjungan Presiden di Malaysia yang banyak membahas masalah ekonomi. Presiden antara lain akan menjadi pembicara kunci di pembukaan the Third World Islamic Economic Forum (WIEF) di Tun Husein on Hall, Kuala Lumpur, Malaysia. Presiden juga dijadwalkan bertemu dengan pengusaha terkemuka di Malaysia. Senin malam. Presiden juga dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi untuk membicarakan hubungan bilateral kedua negara. Sebelum kembali ke tanah air, Presiden akan menyempatkan diri mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. Ikut dalam rombongan sejumlah pejabat negara. Di antaranya Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu; Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda; Menteri Tenaga Kerja, Erman Suparno; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Andi Matalatta; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Perekonomian, Boediono. Rencananya Presiden SBY yang didampingi oleh Ibu Ani yudhoyono akan berada di Kuala Lumpur hingga 29 Mei 2007 Masalah TKI Salah satu agenda yang akan dibahas dalam pertemuan itu menyangkut nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia. Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal mengatakan, Malaysia saat ini sedang merancang Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan, yang salah satunya mengatur soal perlindungan hukum bagi TKI. "Nantinya, UU itu menyangkut dua hal, yaitu tenaga kerja asing di Malaysia akan disamakan haknya dengan tenaga kerja Malaysia sendiri," ungkap Dino di Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta, sebelum mengikuti Presiden SBY bertolak ke Kuala Lumpur,Malaysia,kemarin. Selain itu, ungkap Dino,TKI nantinya juga akan mendapat perlindungan yang mengacu pada standar konvensi internasional. "Ini merupakan langkah maju dalam usaha menjamin hak-hak dan perlindungan hukum bagi tenaga kerja asing. Indonesia sangat menghargai itu," tegasnya.Agenda lain yang juga ikut dibahas dalam pertemuan itu,antara lain,perlunya perhatian khusus kepada anak-anak buruh perkebunan agar mendapat pendidikan yang layak selama bekerja di Malaysia. "Sekitar 30.000 buruh bekerja di sektor perkebunan. Kita ingin anak-anak para buruh itu memperoleh fasilitas pendidikan memadai. Pemerintah Indonesia juga berencana mengirim guru-guru dari Indonesia," ujarnya. Selain Presiden SBY, pemimpin negara yang memberikan pidato pada WIEC tersebut adalah PM Kuwait, PM Pakistan serta PM Malaysia. [cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com] Source : http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content <http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4781&Item id=1> &task=view&id=4781&Itemid=1
<<image001.jpg>>
