Saya tertarik mengomentari paragraf berikut:
---
> Oleh karena itu saya pikir kita perlu mereformat
> kembali kurikulum pendidikan dan latihan dibidang
> ekonomi syariah agar porsi Tauhid atau Aqidah yang
> berhubungan dengan hal-hal yang terkait dengan dunia
> bisnis- mendapatkan porsi yang lebih besar dibanding
> selama ini yang hanya biasanya diberi judul sebagai
> ISLAM IS WAY OF LIFE), seperti bagaimana kita
> memandang konsep Rizki, Konsep Ikhtiar, Konsep
> Taqdir, dan konsep-konsep lainnya yang sangat asazi
> bagi para pebisnis, sehingga nantinya ketika
> dihadapkan pada berbagai persoalan apapun maka
> "cantolan"nya adalah Allah Swt. bERANI bersaing
> dengan sesama, dan tidak takut disaingi oleh kawan
> karena kita sadar betul bahwa Rizki itu dari Allah,
> Berani mengatakan yang haq diperusahaan dengan
> segala resikonya, karena yang menjamin rizki bukan
> Direksi tapi Allah SWT.
>
> Wallahu Alam Bishowab.
>
Saya setuju dengan semangatnya. Porsi aqidah ditambah;
namun pilihannya apakah dengan menambah mata kuliah
baru atau tidak.
Ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. Pertama dengan
menambah mata kuliah baru yaitu Tauhid (stand alone
approach). Kedua, tidak menambah mata kuliah baru
tetapi pandangan hidup tauhid menjadi landasan pada
proses pembelajaran setiap mata kuliah (integration
approach). Pendekatan kedua ini mensyaratkan bahwa
seluruh pengajar terdiri dari orang-orang yang memang
memiliki komitmen keislaman yang baik.
Salam,
Adi Susilo
____________________________________________________________________________________
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz