Bank Syariah Terlibat Salurkan Dana LKM Rp 225 Milyar
4643 Jakarta, PKES Interactive 15.00 WIB. Perkembangan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh perkembangan UMKM. Namun UMKM sendiri dalam mengembanganya mengalami permasalahan permodalan. "Permasalahan permodalan merupakan satu faktor tersendiri yang harus dipecahkan bersama,"kata Menteri Negara Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Surya Darma Ali, dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama antara kementerian negara koperasi dan usaha kecil dan menengah dengan bank pelaksana, hari ini. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, Menkop UKM, meminta pada lembaga perbankan untuk membantu Lembaga Keuangan Mikro seperti BPR/S dan koperasi dalam menyalurkan dana ke UMKM melalui Program Pembiayaan Produktif Koperasi dan Usaha Mikro (P3KUM) dan Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (PERKASSA) sampai tahun 2009. "Saya berharap di tahun tersebut P3KUM telah mencapai seluruh kecamatan di Indonesia yang jumlahnya 6.103 kecamatan,"kata Menkop. Dalam menjalankan program P3KUM dan Perkasa, kementerian koperasi dan UKM melakukan penandatanganan dengan bank pelaksana, diantaranya adalah Bank Pemerintah Daerah (BPD) yang tergabung dalam ASBANDA (Asosiasi Bank Pembangunan Daerah), Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Muamalat. Jika dilihat dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2006, kementerian koperasi telah menfasilitasi 10.000 Lembaga Keuangan Mikro (KSP/USP-Koperasi dan KJKS/UJKS) di seluruh Indonesia. Termasuk program PERKASSA sebanyak 197 koperasi dan P3KUM sebanyak 1.999. "Mengingat banyaknya jumlah usaha mikro dan kecil yang membutuhkan permodalan, di tahun 2007, kementerian negara berkerjasama dengan BPD, BSM dan Bank Muamalat untuk menyalurkan dana sebesar Rp 225 Milyar pada 2.250 LKM dengan pola konvensional dan syariah,"kata Menkop UKM. Dari jumlah dana tersebut, kata Surya Darma Ali, BPD akan menyalurkan dana sebanyak Rp. 112,5 Miliar untuk 1.125 LKM, sedangkan sisanya Rp112,5 Miliar untuk 1.125 LKM akan disalurkan melalui BSM dan Bank Muamalat. Direktur BSM, Hana Wijaya yang merupakan salah satu perbankan yang terlibat dalam penandatangan tersebut menyambut positif adanya penandatanganan. Menurutnya program ini akan mampu mendorong laju pertumbuhan sektor riil dan sekaligus meningkatkan UMKM. BSM sendiri dalam program ini sudah berjalan selama ke tiga tahun dimulai 2005 dan 2006 sebesar Rp 67,3 milyar di tahun 2007 ditambah lagi sebesar Rp40 Milyar. "Jadi total dana koperasi yang disalurkan BSM selama ini untuk dana koperasi sebesar 367 Milyar untuk mengakses UMKM melalui koperasi dilevel gress root yang jumlahnya 1716. Bila ditambah dana probadi BSM yang diperoleh dari dana pihak ketiga total dana koperasi BSM sebesar Rp. 2,3 Triliun. Total dana koperasi yang disalurkan BSM 367 Milyar untuk mengakses UMKM melalui koperasi dilevel 1716 koperasi, kalau ditambah dengan dana pribadi total dana koperasi adalah 2,3 triliun,"kata Hanawijaya __._
