Bisnis dan Adat Masyarakat
Warga Negara Indonesia yang akan melakukan bisnis di Saudi Arabia perlu 
memahami etika dan sikap pribadi warga Saudi di dalam melaksanakan bisnis 
mereka. Persiapan dan sedikit pengetahuan dasar tentang kultur bisnis Saudi 
dapat menjadikan perbedaan antara berhasilnya suatu transaksi atau gagalnya 
negosiasi. Perlu juga diketahui bahwa sebagian besar bisnis eksekutif dan 
pejabat tinggi pemerintah Saudi pernah belajar di luar negeri, tidak sedikit 
juga yang berpendidikan Amerika. Oleh karena itu mereka dengan senang 
berhadapan dengan berbagai corak pendekatan bisnis asalkan tata cara setempat 
tetap dihormati. Sebagian bisnis eksekutif dan pejabat tinggi Saudi akan tampak 
enggan untuk menjadwalkan suatu pertemuan sampai tamunya tiba di Saudi Arabia. 
Pengunjung bisnis harus menginformasikan kepada pihak tuan rumah mengenai 
rencana dan jadwal perjalanan, namun akan lebih berhasil apabila pertemuan 
tertentu dijadwalkan pada kesempatan pertama setelah tiba di
 Saudi Arabia. Disaat membuat jadwal temu usaha, perlu juga diperhatikan 
hari-hari libur keagamaan seperti hari libur Ramadhan, Idul Fitri dan Idul 
Adha. 
Dalam bisnis Saudi, negosiasi serius nampak tidak akan mencapai hasil tanpa 
adanya ‘face-to-face meeting’ karena pada umumnya pelaksanaan bisnis di Saudi 
masih merupakan urusan pribadi. Berpakaian rapih di dalam temu usaha sangat 
penting, karena hal tersebut merupakan pertanda hormat kepada orang yang anda 
temui. Pakaian bisnis konservatif akan lebih diutamakan. Kartu pengenal 
biasanya ditulis dalam bahasa Inggris pada satu sisi dan bahasa Arab pada sisi 
lain. Pertemuan dilakukan dalam suasana santai dengan semua pihak terlibat 
dalam menikmati hidangan teh atau kopi. 
Para bisnis eksekutif Saudi akan merasa senang dengan mitra bisnisnya sebelum 
suatu kontrak atau perjanjian ditandatangani. Hal ini bisa juga diartikan bahwa 
sejumlah pertemuan awal tidak mengandung pembicaraan yang substantif. Namun 
demikian, sejumlah pertemuan tersebut dapat juga menjadi penting sebagaimana 
pentingnya suatu pertemuan bisnis yang serius. 
Waktu yang cukup banyak harus disediakan untuk suatu jadwal bisnis karena 
mereka biasanya memakan durasi waktu panjang. Para bisnis eksekutif Saudi juga 
cenderung untuk menerima tamu atau menerima telpon dari luar saat pertemuan 
berlangsung; kurangnya privacy adalah biasa di dalam jadwal pribadi. 
Kerahasiaan akan semakin meningkat apabila tiba waktunya untuk mengakhiri suatu 
perjanjian.
Adapun mengenai ucapan selamat akan nampak seperti ritual. Saat memasuki suatu 
pertemuan yang penuh pengunjung, seorang Saudi akan mengucapkan selamat kepada 
setiap orang dengan cara berjabatan tangan sambil berdiri. Tindakan serupa juga 
diharapkan dari para tamu. Mengetahui sedikit banyak kalimat Arab untuk dipakai 
pada kesempatan seperti itu sangat dihargai. Dalam bahasa Arab, setiap orang 
akan dipanggil dengan nama pertama apapun titel yang dimilikinya. 
“DR. Ahmed bin Abdul Rahman” akan dipanggil “DR. Ahmad”. Kata “bin” artinya 
“anak dari” dan bisa terjadi berulang kali pada nama seseorang, karena 
nama-nama orang Saudi menunjukkan garis keturunan. Nama-nama yang juga umum 
dipakai di Saudi adalah “Abd” yang dilanjutkan dengan asma ALLAH dengan tanda 
penunjuk “al-“. Untuk itu, “DR. Abd. Al-Rahman Al-Haj” akan dipanggil “DR.Abdul 
Al-Rahman” dan bukan “DR.Abdul” bukan pula “DR. Al-Rahman”. Para Menteri biasa 
dipanggil dengan “Your Excellency” dan anggota keluarga kerajaan dipanggil 
dengan “Your Highness”.
Sejumlah bisnis eksekutif Saudi memiliki sejarah pengalaman bisnis yang 
mengagumkan, dan bisa menggunakan bahasa Inggris. Mereka benar-benar 
mempersiapkan diri untuk suatu pertemuan dan mengerti betul hal-hal yang detail 
sekitar negosiasi dengan lebih mengandalkan daya ingat ketimbang diatas kertas 
ataupun catatan. Bangsa Arab sangat penjamu sampai sedemikian rupa untuk 
membuat tamunya senang. Para bisnis ekskutif asing bisa mengharapkan akan 
dijamu pertama dan akan dihantar pertama melalui jalan pintu. Apabila suatu 
undangan untuk jamuan makan atau minum, maka merupakan kebiasaan bagi 
pengundang untuk membayar bill. Sebagian warga Saudi akan tampak enggan 
menerima pemberian itu setidaknya sekali, dengan cara sopan. 
Ketika terlibat di dalam suatu percakapan, warga Saudi cenderung berdiri lebih 
dekat kepada lawan bicara dibanding warga Amerika, Eropa atau Asia. Bangsa Arab 
juga menggunakan sentuhan tubuh untuk memberikan tekanan atau penegasan bahwa 
mereka mendapatkan perhatian lawan bicaranya. Dalam hal ini, sangat penting 
untuk tidak menarik tubuh kebelakang, karena hal itu akan diartikan penampikan 
atau penolakan terhadap apa yang baru saja dia sampaikan. Penghormatan akan 
sangat mahal (diperhitungkan) yang sangat dipertahankan oleh Bangsa Arab dan 
hal ini mereka tunjukkan baik di dalam pertemuan bisnis maupun di dalam 
pertemuan umum. 
Sejumlah kebiasaan masyarakat yang cukup dikenal di Saudi Arabia antara lain 
kebiasaan menggunakan tangan kanan untuk semua pertemuan umum mencakup jabat 
tangan, makan, minum dan memberikan sesuatu kepada seseorang. Berbicara sambil 
membolak balik tangan akan dianggap tidak sopan. Juga dianggap tidak sopan 
menunjuk ke telapak kaki lawan bicara anda. 
Demikian juga dengan menanyakan isteri atau anak perempuan mereka. Petanyaan 
sebaiknya diarahkan kepada kabar keluarga dan anak-anaknya secara umum. Ketika 
kopi atau teh disajikan, akan dianggap tidak sopan kalau tidak mengambil 
sekalipun satu kali. Seusai minum seseorang harus menggoyangkan gelasnya 
sebagai pertanda bahwa dia tidak ingin nambah lagi. Kalau melakukan bisnis di 
bulan Ramadhan, sebaiknya menahan diri dari makan dan minum apabila di suatu 
perusahaan terdapat orang-orang yang berpuasa. 
Melakukan bisnis di Saudi Arabia juga merupakan tantangan bagi pelaku bisnis 
wanita. Terdapat pemisahan jenis di Saudi Arabia. Beberapa tempat umum seperti 
hotel dan restoran memiliki ruang khusus keluarga dimana wanita akan dilayani 
bersama suaminya. Wanita diminta untuk berpakaian konservatif dengan rok 
panjang, lengan baju mencapai siku atau lebih dan leher tertutup. Pada umumnya, 
bagi seorang muslim laki-laki tidak biasa menyalami seorang wanita atau 
terlibat dalam pembicaraan dengan sentuhan tubuh yang umum dilihat ketika 
pembicaraan terlibat sesama laki-laki. 
Seluruh warga Saudi yang sudah berpengalaman dengan kultur barat akan juga 
segan untuk melakukan hal tersebut.     

( sumber Profil Ekonomi KJRI Jeddah)


       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  


===========================
SPONSOR Tahunan MES:
1. Bank Muamalat Indonesia
2. BNI  Syariah
3. BTN  Syariah
4. BRI  Syariah
5. Bank Syariah Mandiri
6. Batasa Capital
7. BAZNAS-DD
8. PNM
9. TRIMEGAH Securities
===========================

TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASINYA DALAM SEMINAR EKONOMI SYARIAH, RABU 1 AGUSTUS 
2007. DISPONSORI OLEH PT. JAMSOSTEK (PERSERO).

Sampai Jumpa Bulan Depan....


---------------
Sukseskan 2nd INDONESIA SHARIA EXPO 2007
24 - 28 Oktober 2007, Hall A - B Jakarta Convention Center
Pameran Ekonomi dan Bisnis Islam Terbesar Di Indonesia 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke