BERTAHAN HIDUP DEMI KESEMBUHAN ANAK DAN KELUARGA DI KAMPUNG 
NELAYANhttp://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=604
  
  
  
     Program: Santunan Anak Yatim dan Dhuafa 
  
          Rumah Pak Kus yang sangat sederhana.  Rumah itu di bangun dari bilik 
bambu dan dialasi tanah (yang katanya  adalah timbunan sampah-sampah laut). 
Karena rumahnya terletak di dekat  laut, maka jika air laut sedang pasang, 
rumah Pak Kus ikut tergenang  air setinggi 20 cm. di rumah ukuran 3x 4 m itu Ia 
tinggal dengan istri  dan 4 orang anak yang masih kecil-kecil.
  
  
  
    
  Kamis 16 Agustus 2007 portalinfaq  mengunjungi sebuah keluarga di wilayah 
Bekasi Utara. Perjalanan menuju  ke sana cukup panjang, paling tidak sampai 5 
kali kami berganti  kendaraan barulah tiba di lokasi. Kami mengunjungi keluarga 
Kusmanto  yang menurut kabar tengah mendapat kesulitan dalam hidup.
  
    
  Kami mengunjungi rumah Pak Kus yang sangat sederhana. Rumah itu  di bangun 
dari bilik bambu dan dialasi tanah (yang katanya adalah  timbunan sampah-sampah 
laut). Karena rumahnya terletak di dekat laut,  maka jika air laut sedang 
pasang, rumah Pak Kus ikut tergenang air  setinggi 20 cm. di rumah ukuran 3x 4 
m itu Ia tinggal dengan istri dan  4 orang anak yang masih kecil-kecil. Kondisi 
lingkungan rumah juga  tidak terlalu bersih sampah bercampur air laut yang 
tergenang tampak di  sana sini. Akan tetapi keceriaan tak pernah lepas di wajah 
anak-anak  Pak Kus.
  
    
Waktu kami ke sana Pak Kus tidak berada di rumah, lantas kami  ngobrol dengan 
istri Pak Kus yang sedang membuat kue untuk dijual. Kami  bertanya tentang 
kesulitan yang tengah dihadapi oleh keluarga ini.  Berceritalah ia. Bahwa 
anaknya yang ke 3 bernama Kusmiyati (5th) biasa  dipanggil Umi menderita luka 
di kepala yang tak berhenti mengeluarkan  cairan yang berbau selama kurang 
lebih 2 tahun. Awalnya Umi mempunyai  benjolan di kepala sekitar 2 cm dan ada 
bisul yang tumbuh juga di  sekitar benjolan itu. Kemudian karena tidak ada 
biaya oleh orang  tuanyaUmi dibawa ke dukun oleh dukun benjolan tersebut 
dipotong, dan  akhirnya menyebabkan infeksi dan terus mengeluarkan cairan 
sampai  sekarang dan masih terasa sakit. Dulu pernah ia dibawa ke mantra akan  
tetapi pak mantra menyarankan agar Umi dibawa ke rumah sakit untuk di  periksa 
lebih lanjut oleh dokter. Akan tetapi karena tidak ada biaya  dan jauhnya rumah 
sakit membuat pemeriksaan terhadap benjolan Umi urung  dilakukan.
  
    
Pak Kus sendiri bekerja serabutan, dari menyewakan play station  di rumah 
dengan penghasilan sekitar 100 ribu rupiah perbulan,  mengumpulkan barang bekas 
untuk dijual lagi (yang memerlukan waktu 3  bulan untuk menjualnya), istrinya 
berjualan makanan, minuman dengan  keuntungan sekitar 10 ribu rupiah setiap 
harinya intinya apapun  pekerjaan dilakukan agar dapat bertahan hidup.
  
    
Kami berterima kasih sekali apabila Bapak/Ibu dapat membantu  Pak Kus dari 
Zakat, Infaq dan Shodaqoh yang Bapak Keluarkan ke BCA  degan No. Rek. 
291-307-0003 atas nama: Yayasan Portalinfaq.
  
   
Harap kesediannya untuk konfirmasikan ZIS melalui telp. 021-7278-6073, atau SMS 
ke:08159518816 ketik: nama_kus_besarnya donasi
  
      
 Divisi Kesehatan

    
      Portalinfaq
  21-Ags-2007
  
  
       
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.

Kirim email ke