Jelas sekali ekonomi syari'ah itu berbeda dengan ekonomi kapitalis. Kita
percaya dan jelas terlihat bahwa memang terjadi perbedaan signifikan. Mulai 
dari substansi (filosofi), epistemologi, teori-konsep, terapannya, sampai 
aksiologisnya antar ekonomi
syari'ah dan kapitalis. 

Tetapi yang perlu diketahui, bahwa Ekonomi kapitalis  lebih konsern pada 
masalah dan rasio-rasio makro
ekonomi, sedangkan masalah mikro tidak tersentuh langsung (hanya
menjadi dampak makro ekonomi). --> Tricle Down Effect Mechanism

Tugas kita semua menjaga perkembangan ekonomi syari'ah saat ini tidak terjebak 
pada Tricle Down Effect Mechanism.  Ekonomi syari'ah jelas harus menyeimbangkan 
kedudukan makro dan mikro ekonomi syari'ah. Saya berpendapat bahwa Ekonomi 
syari'ah tidak mengenal dominasi Makro ekonomi atas Mikro Ekonomi.

Yang diperlukan dalam beberapa tahun ke depan adalah merancang agenda 
konseptual dan pemberdayaan  mikro ekonomi syari'ah. Artinya, sekarang sudah 
saatnya kita memikirkan lebih serius dan konkrit mekanisme ekonomi syari'ah 
yang menyentuh langsung sektor riil. 
misal:
- mekanisme berdagang, berinvestasi, produksi dan melakukan pemasaran  bagi 
ekonomi rakyat yang banyak melakukan aktivitas skala kecil dan menengah
- akhlak/etika bisnis ekonomi rakyat
- menyusun mekanisme manajemen, administrasi dan keuangan/akuntansi ekonomi 
rakyat yang sesuai aturan syara'
- menemukan, menggali, dan mengangkat nilai serta kearifan syari'ah lokal dalam 
berekonomi
- mensinergikan kepentingan ekonomi, sosial, lingkungan (makna khalifatullah 
fil ardh) dalam bingkai ketundukan (makna abd' Allah) untuk mewujudkan maqashid 
asy syari'ah (mashalah untuk semua)

ada yang tertantang?
billahittaufiq wal hidayah

Aji Dedi Mulawarman
Direktur Lembaga Keuangan Syari'ah
Universitas Cokroaminoto Jogjakarta
 





      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke