ass wr wb ARab ataupun non arab selalu berfikir praktis...memang dana arab bayk masuk ke negara kapitalis karena memang selama ini merekalah yang giat menarik investor arab..ketika para pebisnis kapitalis melakukan perjalanan ke saudi misalnya mereka benar-benar serius menggarap bisnis tersebut..kita jarang sekali melihat orang cina atau eropa di saudi namun neraca perdagangan antar saudi dengan mereka selalu di atas negara islam, investasi saudi di negara mereka juga lebih banyak ketimbang di negara islam. Sebaliknya orang indonesia yg tidak kurang dari 250 ribu orang pertahun ke saudi namun neraca perdagangan antara kedua negara tidak melebihi 3 milyar USD(surplus buat saudi)karena kebayakan orang kita yang ke Saudi hanya menjalankan umroh dan haji sudah cukup puas dan akibatnya tidak pernah serius menggarap atau menjalin hubungan bisnis dengan saudi. hal ini bukan saja dilakukan oleh pemerintah..swastapun demikian.
Sudah waktunya menggarap peluang bisnis dengan saudi secara serius..jangan hanya umroh dan haji saja!!saya yakin pebisnis saudi lebih suka berbisnis dengan orang yang seiman..cuma masalahnya business is business..siapa serius dia dapat. syukron wassalam, Abdullah --- In [email protected], Rachmad Satriotomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > sebetulnya ga gitu juga sih.., > buktinya Singapura tiba2 memproklamirkan diri sebagai pusat keuangan syariah terbesar di dunia, dan mereka benar2 prepare untuk itu. apa pasal? itu karena skitar tahun 2004 terjadi booming minyak yang menyebabkan negara2 arab kelebihan likuiditas lagi, singapura yang melihat kesempatan ini langsung menawarkan jasa syariahnya dan mempersiapkan infrastukturnya. akibatnya dana sebesar itu masuk semua ke singapura, bahkan malaysia saja terlambat dari singapura dalam mempersiapkan diri, terlebih lagi indonesia yg belum mendapat apa2 dari kelebihan likuiditas negara2 arab. bagaimanapun supply jasa keuangan syariah dari Singapura bisa muncul karena adanya demand dari negara2 arab itu sendiri. memang harus diakui tetap ada (banyak) dari sheik2 penguasa minyak itu yg tetap memakai jasa bankir yahudi yg memakai sistem konvensional, tp tidak semua begitu. > > Erwin Wirawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ketika orang-orang non Arab sibuk berjuang menafsirkan bagaimana ekonomi > Islam itu bisa berjalan di dunia modern. Yang saya tahu orang2 arab itu > sibuk menanam modal di negara2 kapitalis. Saya sempet liat film > Fahrenheit 9/11 nya Michael Moore. > > Kalo dipikir2, mereka khan jago bahasa arab. Pasti bisa mengerti > tuntunan ekonomi Islam dalam al quran yang berbahasa arab. Masa' mereka > ndak mau menerapkan ekonomi Islam. Atau jangan2 di Al Quran perihal > ekonomi tidak bersifat praktis sehingga mereka sendiri tidak bisa > menerapkannya secara langsung. > > Memang bisa jadi saya ketinggalan berita. Tapi perilaku raja2 minyak > arab itu dalam mengembangkan ekonomi islam sunggguh memprihatinkan. Kita > tau M. Yunus di bangladesh mengembangkan ekonomi islam, tapi banyak dari > kita yang ndak tau apa sih yang dibuat raja-raja minyak arab itu buat > pengembangan ekonomi Islam??? > > Mungkin yang tau bisa berbagi informasi di sini tentang raja2 minyak itu. > > salam > > > > > > > Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S.Ar- Rahman) > > --------------------------------- > Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel and lay it on us. >
