Pak Delil Khairat nun jauh di sana,

Saya termasuk sering mengikuti tulisan-tulisan bapak, terutama di  
majalah Proteksi (sekarang Media Asuransi).

Nah, keberadaan bapak sekarang di Bahrain mungkin bisa dimanfaatkan  
untuk mempelajari sistem asuransi syariah di sana, baik dari sisi  
regulasi maupun pengembangan produk. Special tentang produk, bagaimana  
dengan product design di sana, termasuk akad-akad yang dipakai. Ini  
sebagai perbandingan dengan aplikasi akad yang dipakai di Indonesia  
yang (mungkin) masih perlu terus dilakukan perbaikan.

Kalo ada bahan-bahan asuransi syariah lainnya dari negeri Bahrain,  
barangkali bisa dikirim via japri ke email saya. Syukron dan selamat  
berkarya di negeri seberang.

Wassalam,

Fajar Nindyo
http://www.pojokasuransi.com - web ilmu underwriting & klaim asuransi

Quoting [EMAIL PROTECTED]:

>
>
>
>
> Finansial
> Kamis, 27/09/2007
>
> Kapankah asuransi syariah Indonesia berkembang?
>
> Banyak pihak, terutama perusahaan asuransi dan reasuransi luar negeri,
> memandang industri asuransi syariah Indonesia sebagai the sleeping
> giant, Sang Raksasa Tidur.
>
> Ekspresi ini menggambarkan betapa besar potensi yang dikandungnya, meski
> realisasi bisnisnya hingga kini belum signifikan. Sesungguhnya sang
> raksasa terus menggeliat dalam tidurnya.
>


----------------------------------------------------------------
This message was Sent by Takaful Mail System

Kirim email ke