Assalamualaikum mas nove, pa kabar? boleh cerita lebih lengkap lagi ga
tentang latar belakang masalah ini sebelum kita kasih komentar? takut
salah paham soalnya :) 

--- In [email protected], noven suprayogi
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Berita ini bisa menjadi perenungan, koreksi, dan bisa
> inspirasi buat para pengambil kebijakan di LKS dan
> perenungan buat akademisi dan penggiat ekonomi syariah
> untuk senantiasa memantau, mengawasi, mengkontrol dan
> berupaya untuk mencari perbaikan-perbaikan dalam
> implementasi ekonomi syariah....
> 
> RADAR JEMBER
> Kamis, 04 Okt 2007 
> 
> Pencairan Tabungan Gagal 
> 
> 
> Polisi Sempat Usir Nasabah BMT SU 
> LUMAJANG - Para nasabah dan karyawan Baitul Mal wat
> Tamwil Syariah Ummat (BMT SU) Lumajang masih harus
> menahan napas. Rencana pencairan sebagian dana
> tabungan Idul Fitri kemarin batal dilaksanakan. 
> 
> Tahap pertama pelaksanaan perjanjian tertulis antara
> kedua pimpinan BMT SU Suwardi, komisaris dan Totok
> Maruto, manajer Utama BMT SU dengan nasabah, gagal.
> Suwardi dan Totok yang pada poin pertama perjanjian
> menegaskan akan melunasi tabungan Idul Fitri pada 3
> Oktober gagal mendapatkan uang Rp 1 miliar seperti
> yang mereka janjikan. Akibatnya, para nasabah yang
> sudah menunggu sejak pagi harus gigit jari. 
> 
> Tak hanya itu, puluhan nasabah yang menunggu di ruang
> tunggu Serse Polres Lumajang juga harus rela "diusir"
> polisi karena memadati ruang tersebut. Para nasabah
> memang sengaja menunggu di sana dengan harapan bisa
> segera mendapatkan informasi tentang kapan kembalinya
> uang mereka. 
> 
> Mereka pun memadati depan ruang pemeriksaan di mana
> Surwardi dan Totok diperiksa. Khawatir munculnya
> gangguan, polisi langsung membubarkan para nasabah dan
> meminta mereka keluar polres. Selanjutnya mereka
> disuruh menungu kabar di halaman polres atau di
> putaran alun-alun. 
> 
> Sementara itu, penasihat hukum Suwardi dan Totok,
> Yantono Arifin SH, hingga kemarin siang, tim yang
> dikirim kliennya ke Jakarta untuk mengambil dana
> jaminan koleteral gagal menepati waktu perjanjian. 
> 
> Pengambilan dana yang terdapat di salah satu lembaga
> trading di Jakarta terhambat proses administrasi yang
> panjang. "Tim klien kami tidak bisa mengambil uang
> dalam jumlah yang sedemikian besar dengan waktu yang
> sangat singkat. Jadi, uang Rp 1 miliar belum bisa
> dibagikan hari ini (kemarin,Red)" katanya.
> 
> Namun demikian, Yantono meyakinkan jika tim dari
> kliennya terus berusaha keras untuk mengambil dana
> jaminan yang diambilkan dari tabungan Idul Fitri
> nasabah BMT. "Kami perkirakan dana tersebut baru bisa
> diambil dalam satu dua hari ke depan. Doakan saja bisa
> segera cair," tegasnya.
> 
> Yantono juga menegaskan, dengan gagalnya pencarian
> dana kemarin, maka secara langsung proses akan
> berjalan pada tahap kedua. Yaitu penjualan aset BMT SU
> dan set keluarga pihak Suwardi dan Totok. Antara lain,
> sebidang tanah seluas 1,5 hektare di Desa Pusaka
> Rakyat, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing,
> Jakarta Utara, dengan harga Rp 12 M. Kedua pimpinan
> mengaku sudah menggunakan uang nasabah sebesar Rp 2 M
> sebagai uang muka pembelian tanah.
> 
> Aset kedua yang akan dijual adalah sebidang tanah di
> Jl Kapten Suwandak, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan
> Kota Lumajang, ternyata diagunkan ke Bank Syariah
> Mandiri (BSM) Cabang Jember dengan nilai mencapai Rp
> 375 juta. Aset berikutnya adalah sebuah mobil Carry
> pikap 1994 N 7396 VA warna biru dan sebuah mobil
> Mitsubishi T 120 SI 1994 N 7741 F warna coklat yang
> sudah berada di halaman Polres Lumajang. "Ya saat ini
> saya sedang sibuk mempersiapkan surat-surat bagi
> seluruh aset yang ada sehingga bisa segera dijual,"
> tambahnya. 
> 
> Apakah hanya itu aset yang akan dijual? Yantono
> menegaskan hanya empat aset ini yang sementara sudah
> diinventarisasi dan bisa segera dijual. Sedangkan aset
> yang lain masih belum ditemukan rimbanya. 
> 
> Berdasarkan penelusuran Erje terhadap beberapa
> karyawan BMT SU, aset-aset yang dimiliki BMT SU sudah
> banyak yang diambil karyawan untuk menambal permintaan
> para nasabah. "Sebenarnya ada aset-aset milik kantor
> yang ada di cabang atau unit. Namun saat ini sudah
> habis semua karena dijarah karyawan sendiri," jelas
> sumber tersebut. 
> 
> Selain aset berupa peralatan, juga ada dua buah mobil
> berupa sebuah mobil Kijang dan mobil Avanza milik
> Suradi dan Totok yang dibawa karyawan. Dan hingga saat
> ini belum diketahui apakah sudah dijual atau belum.
> "Saya tidak pernah mendengar masalah dua mobil atau
> yang lainnya. Saat ini katanya masih dicari," kata
> Yantono. 
> 
> Gagalnya rencana pencairan kemarin membuat sejumlah
> nasabah kesal. Nanang, nasabah yang juga orang tua
> salah satu karyawan asal Kelurahan Citrodiwangsan yang
> sejak pagi menunggu pencairan di depan Mapolres
> Lumajang tampak marah. Dia menganggap apa yang sudah
> terjadi kemarin tak jauh beda kejadian sebelumnya yang
> selalu berulang. "Kami sudah kenyang dengan kondisi
> seperti ini. Mereka sih enak. Kita ini yang di bawah
> yang kesulitan. Harta kita sudah habis. Anak saya
> setiap hari dikejar-kejar nasabah yang marah,"
> katanya.
> 
> Nanang kemudian juga menceritakan kondisi karyawan
> lain yang tersiksa karena dikejar-kejar para nasabah
> yang menginginkan uangnya segera kembali. Karena
> sangat takut dengan ancaman para nasabah, banyak
> karyawan yang seminggu terakhir tak pernah pulang ke
> rumahnya. "Ada yang menginap di rumah keluarganya.
> Barang-barangnya yang ada di rumah juga dibawa serta.
> Takut kalau dijarah para nasabah yang kehabisan akal,"
> jelasnya. 
> 
> Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lumajang AKP Hardyn
> Sihombing mengatakan, dengan kegagalan pencairan ini
> pengamanan yang dilakukan polisi akan semakin
> meningkat. Terutama pada gerakan nasabah yang
> diperkirakan bisa menimbulkan gangguan keamanan. 
> 
> Karenanya, kemarin siang, setelah dipastikan tidak ada
> pencairan langsung melakukan gelar perkara di aula
> Mapolres Lumajang. Dalam gelar tersebut dihadiri
> Wakapolres Lumajang Kompol Samsul Effendi. (zww)
> 
> 
> 
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>


Kirim email ke