-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A Nizami Sent: 23 Oktober 2007 12:42 To: [email protected] Subject: Re: {ekonomi-syariah} Membangun kepercayaan ... Wa'alaikum salam wr wb,
Berdasarkan pengalaman pribadi saya ada beberapa cara: 1. Glodokshop.com memakai pendekatan "Click and Brick". Artinya pembeli register dulu dengan mengisi nama dan alamat (nomor telpon) kemudian order barang. Glodokshop akan mengkonfirmasi nomor telpon dan juga order ke pembeli apakah benar/tidak. Kemudian jika benar, barang diantar ke rumah dan pembeli membayarnya tunai. 2. Di satu perusahaan pialang saham yang memakai sistem Online Trading (saya turut membantu mengembangkan sistemnya) para nasabah harus daftar dan menaruh deposit (mis: rp 10 juta) serta membuka rekening Bank QQ nasabah dengan perusahaan pialang saham. Nasabah mendapatkan userid dan password untuk melakukan transaksi jual beli saham dengan limit/batas sebesar deposit/saldo kas/saldo saham yang ada secara online. Dalam hal kepercayaan ini tetap diperhitungkan skenario terburuk, yaitu kemungkinan satu pihak curang bisa dihindarkan melalui sistem tersebut. Dalam contoh 1 jika uang tidak ada, barang segera diambil kembali. Dalam contoh 2, transaksi hanya bisa dilakukan sesuai dengan saldo yang ada. Wassalam === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ---- From: "Eko Budhi S, Ghifari.Org" <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, October 22, 2007 1:19:14 PM Subject: {ekonomi-syariah} Membangun kepercayaan ... Assalamu'alaikum Kita telah mengenal sejumlah "batasan" ekonomi syariah ... apa yang boleh apa yang tidak. Riba dilarang, jual beli minuman keras dilarang ... jual beli diperbolehkan. Kita belum cukup meng-explorasi penggunaan syariah Islam untuk membangun suatu ekosistem bisnis, misal ttg membangun kepercayaan ... khususnya dalam komunitas Internet yg sudah cukup lama berkembang. Misalkan seseorang membuka toko atau kedai yang menjual buku atau obat di Internet ... bagaimana saya bisa mempercayai dia ? Bahwa jika saya mengeluarkan uang, maka barang akan datang dan dgn kualitas yg saya "harapkan" ... Dan bagaimana konsep-konsep syariah bisa "membantu pedagang" itu agar bisa saya percayai ? Apa yang harus dilakukan ... jika misalnya dia hanya bisa berkomunikasi online di Internet ... Itu di antara ruang-ruang yg belum cukup ter-eksplorasi dalam kajian ekonomi syariah. Wassalamu'alaikum Eko Budhi Suprasetiawan __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
