Yth.Saudaraku Mr. Erwin Wirawan,
Pertanyaan dan pernyataan anda pernah muncul di tahun 1970an. Itu muncul dari 
paradigma kapitalis yang belum memahami ekonomi Islam dengan baik.
Anda kami sarankan supaya banyak berdo'a, agar mendapat hidayah dari Allah 
Swt.Empat point pertanyaan dan gugatan anda sangat dangkal. Anda harus kuliah 
di Islamic Economics baik S2 dan sebaiknya S3. di dalam maupun di luar negeri. 
agar pertanyaan-pertanyaan  seperti itu tidak muncul. Perlu dua tahun mendalami 
ilmu syariah secara serius, sekali lagi secara serius, baru bisa berdiskusi.
Sebagai saya katakan di awal, dulu tahun 1970 sd 1980 banyak juga para ekonom 
sekuler yang bertanya2 dan memiliki paradigma seperti itu, tetapi setelah 
mendapat hidayah ilmu, pertanyaan2 itu dapat dijawabnya sendiri.

Tentang punahnya negara Islam baca teori bangkit dan mundurnya Ibnu Khaldun. 
Teori itu sunnatullah, kapan negara punah dan kapan bangkit. Bukan hanya serasi 
atau tidak dengan alam.
Diskusi ini membutuhkan analisis yang panjang. Jawabnya ada di kuliah 4 tahunan 
secara serius.

Tentang tanda-tanda keruntuhan ekonomi Barat, anda harus banyak membaca 
buku-buku ilmiah kontemporer 
Lihat website pesantren virtual, dll, agaknya di sana ada jawabannya, 
Cina India, dll, maju tanpa ekonomi syariah, jawabannya anda harus kuliah lagi
Menjelaskannya tidak bisa 2 jam, karena di sini. bukan hanya akal yang bermain, 
tetapi kalbu  juga.
Baca 1621 judul buku dan tulisan tentang ekonomi Islam, tulisan para pakar 
ekonomi Islam, di situ banyak jawabannya.
Kalau anda belum membaca buku-buku tersebut bisa gawat.
1621 buku merupakan koleksi Prof.Dr M.AKRAM kHAN dalam buku islamic Economics 
and Finance : a bibliografi.

Terapkan paradigma Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin dalam membangun ummat. 
Mereka berhasil membangun ummat,
  
Wassalam.
dari Hamba Allah.
Fazlur Rahman.


----- Pesan Asli ----
Dari: Erwin Wirawan <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: ali sakti <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [email protected]
Terkirim: Selasa, 11 Desember, 2007 2:37:03
Topik: Re: {ekonomi-syariah} Mengapa harus ekonomi Islam

Saya coba menjawab tanpa mengurutkannya Mas.

SATU. Mas Ali, Insya Allah, saya sangat mengerti, mengenai proses
suatu gerakan, termasuk proses pengembangan ekonomi syariah ini.
Memang yang Mas Ali harapkan adalah MENUNGGU dulu. Menunggu sampai ada
pemimpin yang berpihak pada Islam. Saya memang menghargai kesabaran
ini.

Saya ulangi dan analogi aja kisah AC Pigou, yang kira mengatakan
biarkan aja dulu krisis. nanti ekonomi akan seimbang kembali. Inilah
memunculkan kalimat terkenal Keynes: in the long run we are all dead.
(Kalo kelamaan MENUNGGU kita semua udah mati duluan)

Sementara tanpa ekonomi syariah banyak umat lain (misalnya Cina,
India, bahkan Vietnam!) bergerak ke kemajuan. Menurut saya alangkah
TEGANYA para ekonom Islam yang menyuruh umatnya MENUNGGU dengan sabar
sampai teori ekonomi syariah itu terbukti. Sambil MENONTON orang laen
maju pesat dan MENGOTAK-ATIK TEORI EKONOMI SYARIAH .

DUA. Adapun semua instrumen keuangan barat memang mengandung
kelemahan. Semua sistem ekonomi barat memang mengandung kelemahan.
Karena memang semua itu cuma UPAYA manusia biasa. Namun semua
kelemahan dikaji, diperbaiki TERUS MENERUS.

Semua upaya barat memang membuat semua kondisi sesuai dengan hukum
alam (Physiokrasi). Patokan saya cuma satu Mas Ali seperti teori
darwin mengenai seleksi alam: SESUATU YANG TIDAK SERASI DENGAN ALAM
PASTI AKAN PUNAH. Negara Islam yang dulu jaya itu punah, karena dia
sudah tak serasi dengan kondisi alam yang berubah.

Hukum alam itu akan berlaku untuk semua sistem ekonomi, baik ekonomi
kapitalis pasar bebas maupun ekonomi syariah. Hanya yang serasi dengan
hukum alam yang akan bertahan. Selama ekonomi barat itu belum runtuh
atau belum ada tanda2 runtuh, maka layaklah kita sebut dia masih
serasi dengan alam. Ingatlah keyakinan dan upaya mereka: the order of
things according to natural law.

TIGA. Saya memang pragmatis. Saya termasuk yang mengidolakan orang
pragmatis seperti Deng, seperti Mahathir. Kata Deng: Pengembangan
ekonomi Cina itu seperti orang menyeberang sungai yang dangkal. Kaki
harus hati-hati meraba2 bebatuan agar tak jatuh. Penggambaran yang
tepat. Ilmu ekonomi udah sangat ruwet. (Udah berakhir kata Ohmae).
Terlalu banyak faktor yang harus diperhitungkan.

Al Quran "hanyalah" tuntunan moral ekonomi. Bukan ilmu ekonomi
praktis. Al Quran adalah sumber inspirasi kemanusiaan. Namun bukan
alat praktis yang bisa langsung dipakai manusia untuk memecahkan
masalahnya. Seperti kata Imam Ali: Al Quran itu teks mati, manusialah
yang membuatnya hidup dan "bunyi".

EMPAT. Bagi saya, umat Muslim TAK USAH MENUNGGU keberhasilan ekonomi
syariah yang sifatnya BELUM  TENTU itu. Rangkullah ilmu terbaik yang
ada. Ilmu terbaik yang sampai saat ini TERBUKTI sanggup bertahan.
Kebenaran itu ada di barat dan di timur. Nabi kita udah bilang kita
harus belajar (– tentunya termasuk belajar ekonomi –) sampai ke negeri
Cina. Untuk praktek ekonomi yang berhasil, nasihat saya: belajarlah ke
barat! (Kalimat yang tepat sih: belajarlah kemana saja!).

LIMA. Adapun kajian terhadap ekonomi syariah memang baik untuk terus
dilakukan. Maksud saya siapa tau itu akan berguna sebagai pelengkap
dari ekonomi barat yang telah ada. Karena ilmu ekonomi barat bersifat
open source yang memang terbuka untuk perbaikan.

salam


===========================
SPONSOR Tahunan MES:
1. Bank Muamalat Indonesia
2. BNI  Syariah
3. BTN  Syariah
4. BRI  Syariah
5. Bank Syariah Mandiri
6. Batasa Capital
7. BAZNAS-DD
8. PNM
9. TRIMEGAH Securities
===========================

SEMINAR BULANAN MES EDISI DZULQA'IDAH 1428 H

TEMA : Dampak Penerapan PSAK Dalam Transaksi Keuangan Syariah
PEMBICARA :
1. Ramzi A. Zuhdi (Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI)
2. Yusuf Wibisana ( Ketua Dewan Akuntansi Syariah IAI)
3. Yuslam Fauzi (Direktur Utama Bank Syariah Mandiri)
4. Prof. Dr. Sofyan S. Harahap (KAP Sofyan Safrie & Partner)
5. Djarot Subiantoro (Direktur Utama PT. Sigma Cipta Caraka

MODERATOR : M. Gunawan Yasni (Anggota DSN MUI/PP MES)

HARI / TANGGAL : Kamis, 26 Dzulqa'idah 1428 H / 6 Desember 2007
PUKUL : 12.00 - 16.00 WIB
TEMPAT : Financial Hall, Graha Financial Lt 2, Jl Jend. Sudirman Kav 58, 
Jakarta Selatan

GRATIS UNTUK 150 ORANG PENDAFTAR PERTAMA!!
FASILITAS : Lunch & Materi

DAFTAR DIRI ANDA SEKARANG JUGA. HUBUNGI KAMI :
Risa : 021-2511 304
Rafki: 021-6895 3815
E-mail: 
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links




      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke