Tidak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar: Saya pilih emas dan perak daripada byte komputer yg bisa diutakatik hanya dengan 1tombol delete. Bisa diutakatik oleh para poli-tikus dan bankir2 lewat kebijakannya yg tidak bijak.
Sori kalau saya berkesimpulan: yg bikin artikel tidak paham sejarah uang, tidak paham keterlibatan perbankan dalam uang fiat, dan tidak paham keterlibatan pemerintah dalam penguasaan uang. Silakan memilih Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network -----Original Message----- From: "budi_darmawan_43419" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sat, 03 May 2008 09:58:34 To:[email protected] Subject: [ekonomi-syariah] MASA DEPAN UANG MASA DEPAN UANG BUDI DARMAWAN Penulis Dosen Miftahul Ulum Tanjung Pinang.Kepri & Pengamat Ekonomi Syariah. Bermastautin di Penyengat, Tanjung Pinang. Kepulauan Riau Kekuatan nilai tukar dinar dan dirham yang berbahan baku emas dan perak, menjadi alasan utama bagi sebagian pengamat ekonomi syariah khususnya di Indonesia untuk menggunakannya sebagai mata uang resmi suatu negara. Hal ini bisa jadi bermula dari kegagalan mata uang negara setempat (rupiah indonesia) yang senantiasa gonjang ganjing menghadapi dollar Amerika. Diharapkan penggunaan "logam mulia" yang bernilai intrinsik jelas lebih berharga dari sekedar kertas yang dihiasi huruf dan gambar berwarna saja, bisa membantu menjaga kestabilan ekonomi dan mengatur laju inflasi. Melalui tulisan ini, penulis mencoba menawarkan sebuah pilihan baru "masa depan uang" . Benarkah masa depan uang kembali ke masa lampau, selayaknya gaya baju dan tatanan rambut yang kembali ke mode era-70 an ? Ataukah ini hanya sisa romantisme kejayaan Islam masa lalu yang berusaha dibangkitkan? Ataukah kita memiliki pilihan yang lain ? Fungsi Uang Ditinjau dari fungsinya, setidaknya uang memiliki tiga fungsi besar. Pertama digunakan sebagai alat tukar menukar barang dan jasa (medium exchange), maksudnya barang dan jasa yang ada di pasaran bisa kita beli jika kita memiliki selembar alat pembayaran yang sah yang disebut dengan uang. Fungsi berikutnya, uang merupakan alat satuan hitung (unit of account), artinya barang dan jasa yang bernilai ekonomi tersebut dinyatakan harganya dalam satuan hitung. Misalnya Rp. 1000,- (Seribu Rupiah). Dengan cara seperti ini penjual dapat dengan mudah menawarkan produknya kepasaran dan pembelipun lebih leluasa untuk membelinya. Fungsi yang berikutnya, uang adalah sebagai alat penyimpan kekayaan (store of wealth), maksudnya seseorang bisa mengetahui total kekayaan yang dia miliki saat ini, apakah sepuluh juta, seratus juta dan seterusnya. Masa Depan Uang Ditinjau dari fungsinya dan melihat kecendrungan yang ada akhir-akhir ini, maka dimasa depan bisa diperkirakan uang sudah tidak akan dijumpai lagi dalam bentuk seperti kita lihat sekarang ini. Uang kertas dan logam , entah dia terbuat dari bahan apakah itu kertas , emas , perak ataupun bentuk lainnya sekalipun yang berwujud materi akan tergeser dan digantikan oleh : Uang Elektronik . Fenomena kearah itu sudah terlihat saat ini, lihat saja kartu debit dan kartu kredit sudah bukan merupakan hal yang aneh lagi . Orang lain bersedia menyerahkan barang yang dimilikinya dengan hanya menggesekkan kartu khusus saja pada suatu media elektronik. Artinya, uang elektroniklah menjadi alat pembayaran pada saat itu. Deretan angka saldo rekening telah menjadi alat pembayaran yang sah !. Jika saja pemakaiannya diperluas, dan seluruh aktifitas ekonomi masyarakat menggunakan sistem ini, bisa diprekdisikan uang dalam bentuk harfiah saat ini sudah tidak lagi dibutuhkan. Untuk membeli bensin di SPBU ataupun minyak tanah di warung tetangga kita cukup menggesekkan kartu kita ke mesin ATM (Automatic Transfer Machine) yang tersedia di berbagai lokasi pasar, otomatis saldo sipembeli berpindah ke saldo sipenjual. Begitu juga jika membayar gaji pegawai, bayar tukang parkir, atau meminjam uang ke Bank sekalipun. bahkan jika saat itu ada pengemis di depan anda, cukup dengan menggesek kartu Anda sudah bisa berinfak, begitu praktis dan mudahnya !. Alat Pendukung Untuk mendukung sistem ini, perbankan mestilah dalam kondisi yang terintegrasi. Tingkat keakuratan dan kecepatan perpindahan data mestilah terjaga, sehingga tidak muncul kasus salah rekening . Selain itu, Otoritas Bank Sentral mestilah mengawasi (tentu saja lebih mudah) mana rekening-rekening yang dicurigai berasal dari bisnis-bisnis illegal dan melanggar hokum. Infrastruktur mesin ATM (Automatic Transfer Machine) mestilah disebar seluas-luasnya untuk memudahkan masyarakat dalam beraktifitas bisnis. Selain itu, merubah kebiasaan masyarakat yang sudah terbiasa memegang uang, tentu merupakan persoalan tersendiri nantinya. Peralihan dari memegang uang kepada memegang kartu jelas bukanlah langkah mudah untuk merubahnya dan butuh waktu dan proses, karenanya seluruh ide membutuhkan waktu yang lama sehingga bisa mengkristal menjadi kebiasaan di tengah masyakat. Dampak Ekonomi Jika ini terkristalisasi dalam perjalanan kita di masa depan, maka hampir bisa diprekdisikan nyaris keseluruhan teori mengenai uang akan terkoreksi dengan sendirinya. Baik itu teori Inflasi-Deflasi, teori David Ricardo tentang harga barang dan uang, teori Adolf Wagner tentang hubungan uang beredar dengan nilai uang, teori Kuantitasnya Irving Fisher dan berbagai teori-teori besar lainnya. Sebuah peradaban dan tatanan baru ekonomi akan terbentuk. Pasar uang dan pasar modal akan tercoreng moreng yang akan menjadi bentuk baru yang mungkin selama ini tidak pernah kita kira sebelumnya . Setidaknya, akan muncul teori Inflasi baru, bahwa Inflasi tidak lagi akibat ketidak seimbangan barang dan jasa dengan jumah uang beredar,tetapi akibat ketidak seimbangan antara barang dan jasa dengan saldo rekening penabung produktif . Atau bisa jadi teori –teori lainya. Namun yang tentunya perubahan besar akan terjadi. Akan sangat sempurna, jika seluruh negara serentak menggunakannya . Sehingga perubahan peradaban bisa berjalan menyeluruh dan cepat. Walaupun, tidak tertutup kemungkinan jika ada satu atau dua negara yang lebih dahulu siap melaksanakannya, maka dia tetap bisa saja berjalan. Karena saat ini saja dalam melakukan kegiatan bisnis ke luar negeri, masyarakat juga sudah biasa hanya menggunakan uang elektronik bukan uang kertas dan logam . Mata Uang Setiap negara bisa saja tetap menggunakan mata uangnya yang lama, lengkap dengan satuan kursnya. Namun seiring dengan pengintegrasian siste perbankan, maka kesatuan mata uang jelas merupakan prasyarat berikutnya . Hal ini tentu saja tidak akan merugikan negara maju seperti Amerika dan Jerman, karena tingkat produktifitas penduduknya akan "dibayar lebih mahal" yang tentunya dalam uang elektronik dibandingkan penduduk negara lain yang penduduknya kurang produktif. Karena itu, mestilah ada bank Internasional yang mengawasi rekening-rekening masyarakat di seluruh dunia, sehingga jangan sampai penduduk negara yang tidak produktif ditransfer dana dalam jumah besar melebihi penduduk negara lain yang lebih produktif. Atau bisa jadi menimbulkan Teori Inflasi Moderen sebagaimana yang diungkapkan diatas, potensi membeli masyarakat menggelembung secara tidak wajar sehingga barang dan jasa menjadi tidak bernilai. Perjalanan Uang ke masa depan sepertinya akan menjumpai momentumnya tidak lama lagi. Namun "tidak lama lagi" itu bisa jadi 10, 20 atau mungkin saja 50 tahun lagi, salah satunya tergantung dari seberapa banyak ekonom yang mendorong ide ini menjadi sebuah kenyataan. Sudah jamaknya penggunaan kartu debet kartu kredit dan transfer via kartu ATM adalah bertanda semakin dekatnya perubahan itu. Saatnya ekonom memilih ! . Wujudkan sebuah impian peradaban baru atau terjebak romatisme masa lalu, kembali ke dinar dan dirham, padahal kita tau bahwa Amerika, Jerman dan IMF adalah tiga besar penguasa cadangan emas dan perak di seluruh dunia. Sedangkan Emas dan Perak adalah bahan baku utama dari dinar dan dirham ! Saatnya Ekonom Memilih … Wallahualam… ------------------------------------ =========================== SPONSOR Tahunan MES 2008 : 1. TRIMEGAH Securities 2. Pegadaian 3. Bank Muamalat Indonesia 4. Bank Syariah Mandiri 5. PT. JAMSOSTEK (Persero) 6. BNI Syariah 7. Batasa Capital 8. BTN Syariah 9. PT. TELKOM (Persero) 10.BAZNAS ==================================================== PUSAT BUKU EKONOMI ISLAM - MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH Perpustakaan Ekonomi Islam - http://buku.ekonomisyariah.net SENIN-JUM'AT 09.00 - 19.00 WIB Kantor BAZNAS Jl Kebon Sirih No. 57, Jakarta Pusat Info MUIS (021 924 724 53) Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
