salam,,
betul mas dedi,, perjuangan kita masih panjang,,,kita perlu orang-orang dengan 
kualitas seperti syeikh taqi,,dan juga kuantitas,, kita membutuhkan banyak 
sekali,,,


selain itu yg tidak kalah pentingnya adalah kesiapan peraturan islamic capital 
market dan juga kesiapan masyarakat terhadap adanya instrumen2 shariah,,,dalam 
hal ini sosialisasi menjadi sangat penting,,
jadi tugas kita masih banyak,,tapi kita tidak boleh menyerah,,,

mungkin itu dulu,,,
wassalam
Raditya Sukmana(adit/momy)    Lecturer in Airlangga University Surabaya 
Indonesia    Phd Student International Islamic University Malaysia    
Coordinator Islamic Economic Forum for Indonesian Development (ISEFID) KL 
Chapter

--- On Tue, 26/8/08, sutomo_dedi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: sutomo_dedi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ekonomi-syariah] Problem Sukuk...
To: [email protected]
Date: Tuesday, 26 August, 2008, 7:57 PM










    
            ass.wr.wb



menarik membaca artikel dari mas Raditya Kumara tentang problem 

instrumen sukuk. saya termasuk yang sedikit memiliki perhatian 

terhadap instrumen investasi syariah ini. dari dulu dalam setiap 

diskusi dengan dosen-dosen saya di UMY saya sering melontarkan 

masalah aspek kesesuaian syariah yang sering kali diabaikan dalam 

penerbitan sukuk. sukuk sering kali dipandang secara general sebagai 

basis instrumen obligasi seperti dikonvensional. inilah problemnya. 

seperti yang dikatakan mas Raditya, pada dasarnya perbedaan mendasar 

dari instrumen sukuk dengan obligasi konvensional adalah sifat dari 

instrumen tersebut, obligasi konvensional bersifat debt instrumen, 

sedangkan sukuk bersifat equity instrumen. dengan sifat alaminya ini 

instrumen sukuk membutuhkan underlying asset yang bersifat 

produktif. tidaklah tepat digunakan pada asset tetap (non 

productive). 



selain itu masalah perdagangan sukuk dipasar sekunder. jika tidak 

ada aturan dan pengawasan yang ketat, tidak menutup kemungkinan 

perdagangan sukuk dipasar sekunder akan memberikan peluang masuknya 

unsur riba, spekulasi dan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan 

syariah. salah satu kemungkinan adalah adanya distorsi harga dan 

espektasi return yang bisa saja membuat sukuk menjadi instrumen yang 

menarik untuk dijadikan alat spekulasi..



kita semua memang berharap investasi syariah dapat tumbuh dan 

berkembang menjadi satu penomena yang dapat mengubah pandangan pasar 

modal global, namun demikian janganlah segala sesuatunya diabaikan.. 

kita harus tetap berpegang teguh pada prinsip kesesuaian instrumen 

ini terhadap aturan syariah..karena esensi utama yang membedakan 

sukuk dengan obligasi konvensional adalah masalah legal syarie yang 

melekat pada sukuk..



semoga kita dapat terus memperjuangakan pengembangan investasi 

syariah baik ditanah air maupun pada tingkat global.



wassalam



Dedi Sutomo




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke