Tulisan ini merupakan tantangan bagi seluruh pelaku ekonomi syariah baik akademisi maupun praktisi untuk lebih memikirkan bagaimana caranya lebih memajukan perekonomian ummat,misalnya dengan memajukan baitulmal bank-bank syariah yang ada karena walaupun sudah ada baitulmal bank-bank syariah tsb seperti kurang promosi sehingga tidak dikenal dikalangan masyarakat dan juga dengan meningkatkan terus menerus kerjasama dengan LKMS (Lembaga Keuangan Mikro Syariah).
Penulis mendengar cerita dari sahabat penulis seorang praktisi bank syariah, bahwa ada anggota masyarakat yang menilai bank syariah tdk pernah membantu kalangan pengusahan kecil padahal di lingkungannya sendiri sudah ada baitulmall bank syariah yang membantu pengusaha kecil, karena cuma kurang informasi ia tidak mengetahui hal tsb. Maju terus ekonomi syariah Alihozi > > Kyai Fulan : > > Barat yang banyak melakukan maksiat lebih maju dari kita tidak dimusnahkan > > Allah .kalau Amerika bisa mendeteksi dengan teknologi kemungkinan adanya > > bencana angin topan seminggu sebelumnya sehingga tidak banyak korban yang > > mati karena orang-orang telah diungsikan .. demikian juga Jepang mampu > > mengatasi banyaknya korban gempa karena dengan teknologi yang mereka kuasai > > dia bisa membangun rumah yang kuat dan dan menyediakan infrastruktur guna > > melindungi mereka dari gempa yang sering datang di negerinya apakah Allah > > memberikan berkah bagi Amerika dan Jepang karena korban bencana dari kedua > > negara tersebut bisa dibatasi .sedangkan mereka hanya mengandalkan teknologi > > yang mereka temukan untuk memenuhi kebutuhan atas masalah hidupnya ..apa > > kau masih menyimpulkan bahwa Allah melaknat kita > > > > Santri 1, 2, 3 : > > > > .. > > > > Kyai Fulan : > > > > ..Sedangkan sikap beberapa saudara-saudaramu terhadap bencana adalah > > dengan kau tanam keris ruwat bumi di depan pintu pagar bambu .. kau > > sampirkan janur kuning di pagar pekaranganmu .. dan kau sempat jampi-jampi > > kembang tujuh rupa sebagai penghindar bala di atas pintu .bagaimana gempa > > tidak meluluh latahkan rumahmu .. bagaimana banjir tidak menghanyutkan > > hartamu . bagaimana kecelakaan tidak selalu menghantui hidupmu .dan setelah > > itu kau tuduh Allah melaknatmu .karena kau telah menyalahi sunatullah . Kau > > telah pahami kehadiran Allah sekedar pada cobaan dan laknat tidak pada usaha > > mensikapi keadaan hidupmu mengapa kau tidak gunakan pemikiranmu untuk > > menemukan sesuatu . untuk mengatasi masalah-masalahmu yang selalu menimpa > > kamu ..kau harus mengeser pemahaman teologi mu > > > > Santri 1 : > > Mmmmm .sebenarnya bagaimana memahami kemajuan, Kyai > > > > Kyai Fulan : > > Ditemukannya terompong, kompos, kertas dan lain sebagainya oleh orang Islam > > di abad pertengahan adalah dampak dari usaha dalam mengatasi > > kesulitan-kesulitan hidup mereka mereka menemukan itu karena kebutuhan > > mereka atas-atas alat tesebut dalam mempertahankan hidupnya .mereka > > menemukan itu tidak dasarkan atas persaingannya dengan Negara- negara non > > Islam .tetapi di karenakan kebutuhan umat Islam .sekarang kau lihat apakah > > yang akan kau temukan atau setidaknya kau pikirkan atas berbagai teori > > ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan rakyat? . > > > > Santri 1, 2, 3: > > > > > > > > Kyai Fulan: > > > > ..Apakah kau masih berpikir menghancurkan teori Barat sedangkan > > kebutuhanmu bagaimana membuka lapangan kerja bagi rakyat yang kemiskinan > > tidak pernah kau pikirkan walaupun sesaat .. apakah kau masih berpikir > > untuk menyandera hidupmu dalam dominasi untuk melawan teori Barat pada waktu > > yang sama sekolah-sekolah yang kau dirikan untuk masyarakat, kau tarik SPP > > yang membuat masyarakat semakin sekarat apakah kau masih disibukkan > > melumpuhkan teori Barat sedangkan yang dihadapanmu masyarakat kesulitan > > mendapatkan rumah sakit yang murah untuk mengobati sakit panasnya yang > > setiap saat selalu *kumat* apakah kau masih menyisakan waktumu untuk > > menghina teori Barat sedangkan kebutuhan masyarakat akan rumah yang layak > > masih hanya pada mimpi-mimpi disaat penat.. .sedangkan teori- teori Barat > > yang kau musuhi itu telah menyediakan pekerjaan, SPP sekolah yang murah, > > biaya kesehatan yang rendah, dan rumah yang layak bagi orang > > Barat .sebenarnya apa sih yang kau musuhi . kalau teori ekonomi Islam yang > > ingin kau temukan jauh dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat .apakah ini > > cara berpikir ekonomi Islami yang maksud itu ? > > > > Santri 2 : > > Tetapi sumber daya kita butuhkan terbatas Kyai > > > > Kyai Fulan : > > Secara tidak langsung kau mengatakan Allah tidak bertanggung jawab karena > > kau menganggap Allah tidak tepat mengukur kebutuhan yang Dia ciptakan untuk > > manusia di bumi ini ..selanjutnya kau bilang dalam bahasa ekonomimu > > "kelangkaan" kau mengukur sumber daya menurut yang kau inginkan, sedangkan > > Allah menciptakan sumber daya yang kau butuhkan .Allah menciptakan itu > > supaya tidak menimbulkan kerusakan sedangkan kau menginginkan sumber daya > > karena ini nafsumu bisa terpuaskan .sumber daya di bumi ini melimpah tidak > > mungkin Allah menciptakan sumber daya dengan sia-sia semua pasti ada > > manfaatnya walaupun sebutir pasir .walaupun setetes embun .walaupun > > selembar daun .walaupun seuntai akar pasti ada manfaatnya ..walaupun seekor > > nyamuk....seekor walang ..seekor coro semua ada manfaatnya .bagi > > manusia .tetapi kau tidak gunakan potensi akal yang diberikan Allah untuk > > mengelolanya dan kau anggap bahwa Allah sebagai pembantumu Ia menciptakan > > segalanya kebutuhanmu langsung di depanmu .dan kau pikir Allah menciptakan > > segala sesuatu tidak melalui proses-proses tertentu . sesungguhnya hal itu > > bisa mengantarkanmu untuk mengetahui hakekat mengapa Allah menciptakanmu .. > > > > Wallahu alam > > > > > > ------------------------------ > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > > <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://m ail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/> > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan > > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! > > > > > > >
