Bismillaahirrohmaanirrohiim,
 
Ya, kalau dilihat dari hitung-hitungan nilai tambah bulanan or tahunan, tentu 
penghitungan bunga bank konvensional kelihatan lebih masuk akal. Masalahnya 
adalah kekuatan hati untuk mengendalikan rasio dalam  usaha mengubah sistem 
bunga ke sistem bagi hasil (bagi hasil keuntungan dan bagi hasil kerugian) 
tidak dimiliki semua orang. Ini yang membedakan kekuatan dalam menuju perubahan 
sistem. Walau kecil, kita,...saya....harus mulai dari diri saya pribadi.  
 
Secara kasat kalkulator juga, sebenarnya jika uang para muslim (yg 
taat) terkumpul dalam bank syariah, maka akan menjadi kekuatan yang insya Alloh 
luar biasa. Mari kita buktikan   kapital bank syariah yang kini masih kurang 
dari 7%-an dibandingkan kapital bank konvensional, akan terus menguat sampai 
87%-an sesuai jumlah penduduk muslim Indonesia.  laa haula walaa quwwata illaa 
billaah. Kalau itu tercapai, sub haa nalloh.  Ini juga tentu harus dikendalikan 
yang benar. TIDAK ADA JAMINAN 100% bahwa orang Islam mengelola uang orang lain 
(dalam Bank syariah) selalu baik. Namun, tentu kita harus saling mengingatkan 
sebagaimana perintah Alloh dalam QS. Al Asr. Bukan mengajak orang yang 
mendekati bank syariah kita usir atau ajak pergi menuju bank ribawi lagi.
 
Kalau hanya ingin "bunga" uang lebih besar, bisnis di pelacuran dan minuman 
keras, kata orang yang melakukan, untungnya lebih besar. Tentu kita jauuuh dari 
hal-hal yang terlarang dalam agama, semoga.
 
 
salam,
 
 
faisol
 

--- On Fri, 10/17/08, jaka ray <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: jaka ray <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Ditinggal Nasabah?
To: [email protected]
Date: Friday, October 17, 2008, 12:16 AM






Mungkin situasi sekarang masa2 sulit bagi bank syariah. Ditengah adanya harapan 
akan kebangkitan ekonomi islam menggantikan ekonomi kapitalisme, dalam skala 
mikro (indonesia) justru Dana Pihak Ketiga (DPK) bank Syariah mengalami 
penurunan dalam 3 bulan terakhir. Sejak Juni-Agustus 2008, DPK turun sekitar 
2,09%. Sementara pembiayaan justeru meningkat. Hal itu memaksa bank syariah 
mencairkan dananya di SBSI. Jika ini terus berlanjut, akan memberatkan bank 
syariah. 
Penyebabnya antara lain karena kenaikan BI Rate yang memaksa bank-bank 
konvensional menaikkan suku bunga depositonya. Terjadilah perang suku bunga 
sehingga dan nasabah banyak lari ke bank konvensional. Bankir syariah pun tidak 
bisa berbuat banyak, selain mengharapkan "bantuan " dari BI dan Pemerintah. 
Menarik menanti bagaimana langkah BI& pemerintah "menolong" bank syariah. 
Masihkah kita berkata, bank syariah kebal terhadap situasi ekonomi luar??



Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!


Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
 













__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke