Menurut saya tidak ada pengaruhnya antara kita setuju atau tidak...
Bahkan Bank Syari'ah semakin banyak atau semakin sedikit juga masih
perlu dibuktikan lebih jauh lagi eksistensinya...
The most important thing adalah memperbaiki sistem dari bank syariah
itu sendiri untuk semakin dekat dengan nama yang disandingkan
kepadanya yaitu "Syari'ah"....
Sebagai contoh adalah "malasnya" bank syari'ah untuk meluncurkan
produk2 mudhorobah dan lebih "menyenangi" masyarakat untuk masuk ke
"modificated" murobahah yang cenderung konsumtif dengan tingkat
pengembalian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Bank-bank
Riba'... (Maaf saya lebih senang menyebutnya dengan "Bank Riba" bukan
"Bank Konvensional")
Itu yang harus lebih dicermati dan diperbaki menurut hemat saya agar
saudara-saudara kita semakin atau bahkan merasa yakin 100% untuk
menyimpan uang ("Atau mungkin kita sebut "Kerjasama Investasi"...???)
di Bank-bank Syari'ah.... WaLlohu A'laam...
--- In [email protected], gunawan wibisono
<gunawanwibis...@...> wrote:
>
> Maaf nih aku nimbrung........... memang semakin banyaknya Bank
Syariah yang muncul akan membawa angin segar dalam perekonomian
Indonesia,,,,, akan tetapi ini akan menjadi hal yang tidak baik
apabila masyarakat tidak mengetahui kewajibannya terhadap hutang yang
dimiliki karena Bank Syariah merupakan lembaga intermediari bukan
lembaga sosial. Hal ini dapat dilihat bahwa Bank Syariah menerima
titipan atau investasi dari masyarakat yang menginginkan dananya
bermanfaat dan menghasilkan bukan semata-mata hanya menyimpan saja
tanpa ada hasil................
> Â
> Jadi bagi para debitur harus paham bahwa dana yang digunakan untuk
usahanya harus dikembalikan secara utuh karena itu bukan dana bank
akan tetapi dana masyarakat.... disini belum banyak orang mengerti
karena dalam benak mereka kalo melakukan akad dengan bank syariah akan
mendapatkan kemudahan apabila tidak dapat mengembalikan hutangnya
dengan kata-kata sudah jatuh ketimpa tangga pula..........
> Â
> Justru disini bank syariah harus memberikan pelajaran kepada Debitur
nakal (malas, masa bodo, menghilang, gambling usahanya dll) yang tidak
mau mengembalikan hutangnya karena dana yang ada di bank syariah
merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan diakhirat
kelak.............. Jadi harus tetap ditagih sampai kapan pun.
> Â
> Dalam Islam Bisnis adalah Bisnis dan Hutang harus dikembalikan. Jadi
Bank Syariah harus profit oriented dong biar masyarakat dapat
merasakan keindahan ekonomi syariah yang dijalankan.......... Bank
Syariah buka jual uang lo tapi sebagai Invesment kepada masyarakat
yang membutuhkan modal dan jasa.... Insya Allah... Allah SWT akan
meridhoi kita dalam berbisnis, Amin
>
> --- Pada Sel, 9/12/08, Rikza Maulan <rikza_...@...> menulis:
>
> Dari: Rikza Maulan <rikza_...@...>
> Topik: Bls: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Makin Banyak, Setuju Tidak???
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 9 Desember, 2008, 4:35 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
> Makin banyak atau tidaknya Bank Syariah, tentu ada sisi positif dan
negatifnya.
> Dilihat dari sisi market share industri perbankan syariah, tentunya
akan ada peningkatan jika bank syariah semakin banyak. Demikian juga
dari sisi jumlah nasabahnya, tentunya dengan semakin banyaknya bank
syariah, jumlah nasabah bank syariah akan meningkat. Dan jika demikian
adanya, artinya pembiayaan pada sektor syariah juga akan semakin
meningkat pula.
>
> Dari sisi lainnya, kalau kita lihat dari aspek karakteristik ekonomi
syariah, yang memiliki landasan tauhid dalam menjalankan seluruh
aktivitas ekonominya, maka ada sesuatu yang dirasa hilang, ketika
Perbankan Non Syariah juga turut membuka cabang syariah. Mengingat
bahwa menjadikan tauhid sebagai landasan dalam bertransaksi agak sukar
diterapkan pada cabang-cabang perbankan syariah. Namun perlu digaris
bawahi bahwa agak sukar di sini bukan berarti tidak bisa.
>
> Nah, menurut saya yang perlu kita pikirkan sekarang adalah bagaimana
menjadikan bank syariah yang insya Allah akan semakin banyak ini,
menjadi "aset" yang real dalam dunia ekonomi syariah di Indonesia,
yang tentunya sarat dengan nilai-nilai syariah itu sendiri, tidak
sekedar untuk mengejar profit semata, bisa memberdayakan ekonomi
masyarakat secara nyata, dan memilki kontribusi dalam menyelesaikan
permasalahan ekonomi bangsa. Dan forum diskusi dalam milis seperti ini
mudah-mudahan juga menjadi wahana dalam menuju "ruh" dari ekonomi
syariah tersebut. Disamping juga tentunya perlu adanya usaha-usaha
lain, baik dari sisi politis, akademis, da'wah kemasyarakatan yang
juga turut mensosialisasikan pentingnya berekonomi secara syariah.
Karena berekonomi secara syariah berarti menyelematkan bangsa
indonesia dari dosa besar dan datangnya azab dari Allah SWT :
>
> Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah suatu kaum melakukan riba dan
zina dengan terang-terangan, melainkan berarti mereka menghalalkan
bagi Allah SWT untuk mengazab mereka." (HR. Ibnu Majah)
>
> Dalam hadits lain, "Satu dirham riba yang dimakan oleh seorang
pemuda dan ia mengatahuinya, maka itu lebih dahsyat dosanya
dibandingkan dengan tiga puluh enam kali perbuatan zina" (HR. Thabrani).
>
> Wallahu A'lam
>
>
>
>
>
>
>
> Dari: adji waluyo <awip.a...@gmail. com>
> Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> Terkirim: Sabtu, 6 Desember, 2008 18:29:56
> Topik: [ekonomi-syariah] Bank Syariah Makin Banyak, Setuju Tidak???
>
>
>
> Pendapat ini pernah saya lontarkan juga di milist sebelah, saya
melihat semakin banyak bank syariah di Indonesia, tapi seberapa jauh
peranannya bagi umat muslim Indonesia?? Teman-teman pasti tau
jawabannya. So, dengan dipermudahnya membuat bank syariah di
Indonesia, ada gak sih, manfaat langsung buat umat Islam di Indonesia???
>
>
> Wassalam
>
>
>
> Adji Waluyo P
> Pendapat Pribadi
>
>
>
> Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
> Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan
Wizard Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
>