Assalamu'alaikum wr. wb.

Pada dasarnya semua manusia tidak mau rugi dan mau untung
sebesar-besarnya. Ketika malam harga BBM dinaikkan, pagi-pagi ke kantor
naek angkot sudah pake tarif baru. Ketika harga BBM sudah 2 kali turun,
sampe sekarang tarif angkot-nya gamau turun dengan alasan macem-macem
deh. Memang perlu ketegasan dari pemerintah yang harus memberi sanksi
bila tidak ada yang mau menurunkan tarif  ;-)

Kayaknya kan energi tidak berlaku hukum suply and demand. Di manado,
harga pisang goreng sekitar Rp. 1.000,- s/d Rp. 1.500,- tapi masih saja
laku keras dan ga ada yang protes, padahal sebelum kenaikan BBM harganya
sekitar Rp. 600,- s/d Rp. 700,-. harga BBM turun mana mau mereka
menurunkan tarif, lha wong dengan harga sekarang aja masih laku keras
dan ga ada yg protes.

Kemarin iseng ngobrol dengan tukang ojek. tarif sekali naik dari gerbang
perumahan sampe kedalam Rp. 4.000,- tetapi karena semakin banyaknya
tukang ojek, beberapa mencari langganan dan menurunkan tarif menjadi Rp.
3.000,- sekali jalan. tetapi ketika langganan ini naek tukang ojek
lainnya dia hanya mau membayar harga biasanya kan, maka diketahuilah
bahwa ada tukang ojek 'yang merusak harga pasaran' hingga dia dimusuhi
teman-teman tukang ojek lainnya dan jadi ga berani deh menurunkan tarif 
:-( 

ini kali ya yang disebut duopoli  :-)

Kembali kepada syariah. Secara syariah, sikap para pengusaha angkutan
yang tidak mau menurunkan tarif melanggar 'syariah' ngga ?

Maaf jika cross posting dan tidak berkenan.


salam,


taufiq f



    Balasan: [ekonomi-syariah] TURUNKAN TARIF BIS, ANGJKOT, TAXI, OJEG!!
    
<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/message/13237;_ylc=X3oDMTJyZmFhNWNlBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzI2NTEyNDEEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDA0Mzc1BG1zZ0lkAzEzMjM3BHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzEyMjk0MjU5NzY->



      Posted by: "Gandhek Widodo" [email protected]
      
<mailto:[email protected]?subject=%20re%3abalasan%3a%20%5bekonomi-syariah%5d%20turunkan%20tarif%20bis%2c%20angjkot%2c%20taxi%2c%20ojeg%21%21>
        gandhek_sw <http://profiles.yahoo.com/gandhek_sw>


        Mon Dec 15, 2008 7:24 pm (PST)

Aslm, Harusnya sih iya, mudah2n Organda mulai mengkaji tingkat penrunan
tarifnya. Tapi buat yang non-formal kaya tukang Ojek, kayanya
konsumennya yang harus ngomong langsung (Demo) ke Tukang Ojeknya. Haha.

Soalnya kadang banyak profesi yang "malas" menurunkan harga, walaupun
harga produksi/bahan bakunya sudah turun. Contohnya tukang gorengan,
ketika harga minyak goreng naik, harga pisgor langsung dinaikkan (di Bdg
dari Rp400 jd Rp500). Nah gilirannya harga minyak turun jauh, tapi
sampai sekarang harga Pisgor di Bandung tetep Rp 500. Hehe.

Mungkin sama contohnya dengan kasus BI Rate dgn Bunga Bank, swaktu BI
Rate kemarin naik, bunga KPR, bunga kredit, sampai bunga melati =)
rata-rata langsung menyesuaikan (malahan ke tingkat yang agk "mencekik"
nasabah peminjam).
Sedangkan ketika BI Rate turun, mereka tidak langsung menurunkan bunga,
dengan alasan harus menghitung dulu cost of fund.

Ada Drs.Aji Mumpung M.Sc. kali ya...

Kesimpulannya? ah sekedar nulis2 aja, menumpahkan isi kepala...
Mohon maaf jika ada kesalahan...

D O D I K <[email protected] <mailto:kidod25%40yahoo.com>> wrote:
Premiun turun -16,6% dan solar -12,7% apakah tarif angkutan akan turun
juga?

Kirim email ke