Assalamu'alaikum wr.wb. Sekedar menyampaikan kekesalan..
Yang aneh lagi, ada beberapa SPBU yang ketika harga turun tidak mau menurunkan ke harga baru, alasannya stock masih harga lama (lebih mahal) jadi akan diturunkan kalo pasokan baru masuk, artinya akan rugi kalo dijual ke harga baru. Tapi apakah mereka juga lakukan untuk menghabiskan dulu stock lama ketika harga mau naik, yang ada begitu jam 00:00 teng ! harga berubah. Memang rasanya banyak yang pengin 'enake dhewe'. Waallahu a'lam.. Karni [email protected] --- In [email protected], taufiq f <taufiq.firmans...@...> wrote: > > Assalamu'alaikum wr. wb. > > Pada dasarnya semua manusia tidak mau rugi dan mau untung > sebesar-besarnya. Ketika malam harga BBM dinaikkan, pagi-pagi ke kantor > naek angkot sudah pake tarif baru. Ketika harga BBM sudah 2 kali turun, > sampe sekarang tarif angkot-nya gamau turun dengan alasan macem- macem > deh. Memang perlu ketegasan dari pemerintah yang harus memberi sanksi > bila tidak ada yang mau menurunkan tarif ;-) > > Kayaknya kan energi tidak berlaku hukum suply and demand. Di manado, > harga pisang goreng sekitar Rp. 1.000,- s/d Rp. 1.500,- tapi masih saja > laku keras dan ga ada yang protes, padahal sebelum kenaikan BBM harganya > sekitar Rp. 600,- s/d Rp. 700,-. harga BBM turun mana mau mereka > menurunkan tarif, lha wong dengan harga sekarang aja masih laku keras > dan ga ada yg protes. > > Kemarin iseng ngobrol dengan tukang ojek. tarif sekali naik dari gerbang > perumahan sampe kedalam Rp. 4.000,- tetapi karena semakin banyaknya > tukang ojek, beberapa mencari langganan dan menurunkan tarif menjadi Rp. > 3.000,- sekali jalan. tetapi ketika langganan ini naek tukang ojek > lainnya dia hanya mau membayar harga biasanya kan, maka diketahuilah > bahwa ada tukang ojek 'yang merusak harga pasaran' hingga dia dimusuhi > teman-teman tukang ojek lainnya dan jadi ga berani deh menurunkan tarif > :-( > > ini kali ya yang disebut duopoli :-) > > Kembali kepada syariah. Secara syariah, sikap para pengusaha angkutan > yang tidak mau menurunkan tarif melanggar 'syariah' ngga ? > > Maaf jika cross posting dan tidak berkenan. > > > salam, > > > taufiq f > > > > Balasan: [ekonomi-syariah] TURUNKAN TARIF BIS, ANGJKOT, TAXI, OJEG!! > <http://groups.yahoo.com/group/ekonomi- syariah/message/13237;_ylc=X3oDMTJyZmFhNWNlBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzI 2NTEyNDEEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDA0Mzc1BG1zZ0lkAzEzMjM3BHNlYwNkbXNnBHNsawN2b XNnBHN0aW1lAzEyMjk0MjU5NzY-> > > > > Posted by: "Gandhek Widodo" gandhek...@... > <mailto:gandhek...@...?subject=%20re%3abalasan%3a%20% 5Bekonomi-syariah%5D%20TURUNKAN%20TARIF%20BIS%2C%20ANGJKOT%2C%20TAXI% 2C%20OJEG%21%21> > gandhek_sw <http://profiles.yahoo.com/gandhek_sw> > > > Mon Dec 15, 2008 7:24 pm (PST) > > Aslm, Harusnya sih iya, mudah2n Organda mulai mengkaji tingkat penrunan > tarifnya. Tapi buat yang non-formal kaya tukang Ojek, kayanya > konsumennya yang harus ngomong langsung (Demo) ke Tukang Ojeknya. Haha. > > Soalnya kadang banyak profesi yang "malas" menurunkan harga, walaupun > harga produksi/bahan bakunya sudah turun. Contohnya tukang gorengan, > ketika harga minyak goreng naik, harga pisgor langsung dinaikkan (di Bdg > dari Rp400 jd Rp500). Nah gilirannya harga minyak turun jauh, tapi > sampai sekarang harga Pisgor di Bandung tetep Rp 500. Hehe. > > Mungkin sama contohnya dengan kasus BI Rate dgn Bunga Bank, swaktu BI > Rate kemarin naik, bunga KPR, bunga kredit, sampai bunga melati =) > rata-rata langsung menyesuaikan (malahan ke tingkat yang agk "mencekik" > nasabah peminjam). > Sedangkan ketika BI Rate turun, mereka tidak langsung menurunkan bunga, > dengan alasan harus menghitung dulu cost of fund. > > Ada Drs.Aji Mumpung M.Sc. kali ya... > > Kesimpulannya? ah sekedar nulis2 aja, menumpahkan isi kepala... > Mohon maaf jika ada kesalahan... > > D O D I K <kido...@... <mailto:kidod25%40yahoo.com>> wrote: > Premiun turun -16,6% dan solar -12,7% apakah tarif angkutan akan turun > juga? >
