Assalamu'alaikum wr wb
 
Menarik sekali pertanyaan Mas "Backpacker" dan mengingatkan saya berita terkini 
di BBC beberapa hari lalu ttg arah kecenderungan sistem keuangan dunia saat 
ini. 
 
Seperti kita ketahui, akibat dari krisis keuangan global, US harus melakukan 
bailout plan sebesar $700bn, UK juga sejumlah $850bn atau secara total rescue 
plan sistem keuangan dunia telah mencapai 25% dari GDP dunia. Suatu jumlah yang 
fantastis dalam sejarah keuangan dunia. 
 
Menariknya uang untuk melakukan rescue plan tsb umumnya disiapkan bukan dari 
printing money seperti yang dilakukan Indonesia 1997 silam, namun dari uang 
pajak masyarakat sehingga tak urung hal ini sempat menulai protes dan tak mudah 
bagi Mr. Ben (Fedres) dan Mr. Henk (Treasury secretary) untuk meloloskan rescue 
package mereka di sidang senat US. Hal yang sama juga terjadi di UK, Mr. Brown 
dan Mr. Darling didepan sidang parlemen inggris. 
 
Kalau kita secara sederhana menganalisa kecenderungan penggunaan uang pajak 
ini, tentunya alasan utama yang mendasari mereka adalah printing money 
(emergency fund from central bank, dsb) akan berakibat kepada bertambahnya uang 
beredar yang berujung inflasi sedangkan inflasi merupakan salah satu masalah 
serius lain dari perekonomian mereka saat ini. Sehingga tak heran Fedres 
membiarkan saja bank investasi besar seperti Merryll linch, lehman brothers, 
dll bankrut ketimbang ekonomi secara makro yang menanggung akibat dari 
injecting fresh money to their financial system. 
 
Namun penggunaan pajak disisi lain, menuai protes dari masyarakat US dan UK 
karena mereka merasa uang pajak adalah untuk pembangunan dan bukan untuk 
menutupi kegagalan praktek keuangan para konglomerat pasar uang. Sehingga 
sempat terlontar ide di US untuk menjadikan uang pajak yang digunakan untuk 
menyelamatkan sistem keuangan tsb menjadi penyertaan saham masyarakat pada 
sistem keuangan US sehingga kelak masyarakat akan menuai manfaat langsung 
ketika sistem keuangan sudah membaik.
 
Fenomena diatas, apabila kita kaitkan dengan ekonomi islam maka salah satu hal 
menarik adalah ekonomi islam dalam menutupi budget defisit cenderung 
menggunakan dana pajak bukan printing money karena printing money pastinya 
menambah uang beredar yang berujung kepada fenomena inflasi yang tiada akhir. 
Selain itu tentunya penambahan uang beredar tanpa adanya underlying economic 
transaction tidak diperbolehkan dalam islam. 
 
Namun penggunaan pajak pada ekonomi islam adalah untuk menutupi kekurangan dana 
pembangunan dan bukan untuk menutupi kekalahan praktek ribawi bank2 investasi 
di pasar keuangan sehingga multiplier effect penggunaan pajak pada sistem 
ekonomi islam kepada makroekonomi sangat jelas positif. 
 
Dari sini kita melihat kecenderungan arah sistem keuangan dunia memang ke arah 
islamic system (disadari mereka atau tidak) walaupun pastinya tidak persis 
sama. Ditambah lagi key interest rate US (fedfund rate) saat ini (Dec 2008) 
sudah antara 0% - 0.25%, terendah sepanjang sejarang negeri paman sam tsb, yang 
menambah jelas arah ekonomi dunia yaitu boosting ekonomi secara langsung (tidak 
semata mengandalkan sistem keuangan yang sedang babak belur) agar unemployment 
dan inflasi dapat ditekan dan tentunya zero interest rate ini memang satu dari 
banyak aspek praktek sistem ekonomi islam (PLS, zakat, dll).
 
UK sendiri memang menarik, mereka menerima konsep ekonomi/perbankan islam 
minimal pada sistem keuangan mereka namun tidak mau secara ekplisit 
mencantumkan jargon2 syariah termasuk istilah2 arab pada kontrak/praktek 
syariah. Sehingga contoh (kecil) di ketentuan pajak mereka, tidak akan kita 
menemukan nama "mudarabah, musyarakah, murabaha", dll semua sudah 
diterjemahkan nama2 berbahasa inggris seperti joint venture, dll. 
 
Satu persamaan pemerintah UK dan malaysia dalam hal sikap kepada kehadiran ide 
ekonomi/perbankan islam adalah full support, namun bedanya malaysia dilandasi 
oleh alasan keagamaan (malaysia mostly moslem) sedangkan UK dilandasi oleh 
bisnis yaitu sepanjang profitable (apalagi middle east sumber keuangan dunia 
saat ini dan hubungan UK-middle east cukup dekat, ketimbang US-middle east 
karena peristiwa 9/11) tidak ada alasan bagi pemerintah UK untuk menghalanginya.
 
Sehingga, kecenderungan terakhir sistem keuangan di UK adalah adanya usaha 
untuk melibatkan negara2 penghasil minyak (yang secara kebanjiran dana akibat 
tingginya harga minyak) untuk ikut mendanai/pemilik saham lembaga2 keuangan 
konvensional di UK.
 
WaAllohu'alam
Rifki Ismal
Durham Islamic Finance Program (DIFP)
School of Government and International Affairs - Durham University
The Al Qasimi Building, Elvet Hill Road (DH1 3TU), United Kingdom
Email : [email protected]

--- On Tue, 12/23/08, BackPacker . <[email protected]> wrote:

From: BackPacker . <[email protected]>
Subject: Re: Buat Dian Masyita dan Rifki Ismal ttg Pasar uang syairah ideal
To: [email protected]
Date: Tuesday, December 23, 2008, 4:44 AM


Alhamdulillah, jazakallah ya pak..atas penjelasannya yg panjang lebar...Jangan 
bosan2 ya mungkin saya akan banyak tanya..he.he..he


Pada 23 Desember 2008 14:26, rifki ismal <[email protected]> menulis:






Assalamu'alaikum wr wb
 
Menarik sekali pertanyaan Mas "Backpacker" dan mengingatkan saya berita terkini 
di BBC beberapa hari lalu ttg arah kecenderungan sistem keuangan dunia saat 
ini. 
 



      

Kirim email ke