Assalamu'alaikum...
Saya adalah orang yang awam dalam hal ekonomi dan per-uangan.
jadi saya hanya menggunakan logika sederhana.
ada yang tau gak berapa total cadangan emas dan perak di planet bumi,
baik yang sudah digali maupun yang masih didalam perut bumi.
jika semua nilai (value) yang terlibat dalam kehidupan manusia dan
berinteraksi setiap harinya di timbang dengan cadangan dua logam
tersebut, apakah seimbang.
maksudnya, misalnya harga satu mobil 100 dinar. sedangkan cadangan di
emas di bumi hanya ada 1000 dinar. berarti kita hanya bisa memproduksi
10 mobil.
jika kita memproduksi 12 mobil, maka kelebihan 2 mobil ini membayarnya
pake apa ya? karena emasnya kan gak ada lagi.
itu menurut logika sederhana saya yang awam ekonomi dan hukum per-uangan.
terimakasih atas pencerahannya.
irpan
A Nizami wrote:
http://warnaislam.com/rubrik/muamalat/2009/2/7/1020/Muslihat_Uang_Kertas.htm
<http://warnaislam.com/rubrik/muamalat/2009/2/7/1020/Muslihat_Uang_Kertas.htm>
Muslihat Uang Kertas
Zaim Saidi
Sabtu, 07 Februari 2009 00:17
Tulisan ini merupakan kelanjutan dua tulisan sebelumnya mengenai Riba.
Urwah, salah seorang Sahabat Rasul, sallalahu alayhi wa sallam,
meriwayatkan bahwa ia diberi uang satu dinar untuk membeli seekor
domba. Tapi dengan uang itu Urwah berhasil memperoleh dua ekor. Maka
ia menjual salah satunya senilai satu dinar dan membawa seekor yang
lain, beserta sekeping dinarnya, kepada Rasul , sallalahu alayhi wa
sallam, . Atas kecerdikan Urwah tersebut Rasulullah , sallalahu alayhi
wa sallam, memintakan berkah Allah , subhanahu wa ta’ala, atasnya, dan
menyatakan bahwa “Ia akan menjadi seseorang yang selalu mendapatkan
laba bahkan bila ia berdagang debu sekalipun, “ (HR Bukhari).
Nilai satu dinar emas saat ini setara dengan sekitar Rp 1.4 juta, yang
di Jakarta dapat dibelikan 1-2 ekor domba. Jadi, selama lebih dari
1400 tahun nilai tukar sekeping dinar tidak berubah. Sebaliknya, nilai
jual seekor domba, juga tidak berubah. Jual beli domba, atau komoditas
apa pun, dengan dinar emas tidak menyertakan inflasi. Dengan kata lain
yang terjadi sepanjang zaman ini bukan harga komoditas yang naik,
melainkan nilai uang kertas yang terus merosot..
Dengan menggunakan dinar emas kita melepaskan kaitan antara komoditas
dan uang kertas. Dengan memakai dinar kita kembalikan hubungan fitrah
antarkomoditas. Kita ambil contoh lain antara minyak dan emas. Akan
kita buktikan, antara keduanya, tidak terjadi pergeseran nilai tukar.
Inflasinya 0%. Kalau terjadi pergeseran karena faktor alamiah,
kelangkaan atau kelebihan pasok, dalam waktu segera akan mengalami
keseimbangan baru, sesuai fitrah. Dengan intervensi uang kertas,
sebagai pengganti salah satu komoditas yang dipertukarkan, dengan
nilai nominal yang dipaksakan oleh hukum manusia, rusaklah fitrah
supply-demand ini.
Lihatlah harga minyak mentah (Indonesia) yang terus naik dalam lima
tahun terakhir, sejalan dengan ’krisis minyak’ saat ini, dari 37.58
dolar AS (2004) menjadi 53.4 dolar AS (2005), menjadi 64.29 dolar AS
(2006), menjadi 72.36 dolar AS (2007), dan terakhir melonjak menjadi
95.62 dolar AS/barel (2008). Kenaikannya adalah 154% (dari 37.58
menjadi 95.62 dolar AS/barel). Secara flat kenaikan rata-rata harga
minyak mentah Indonesia per tahunnya (dalam dolar AS) adalah 38.5%.
Sementara itu, kurs dinar emas sendiri dari tahun ke tahun juga terus
naik. Pada tahun 2004 satu dinar adalah 54 dolar AS, menjadi 60 dolar
AS (2005), berikutnya (2006) menjadi 85 dolar AS, lalu 95 (2007), dan
saat ini (2008) menjadi 127 dolar AS, sebelum kembali turun ke 117
dolar AS (Mei 2008). Awal Februari 2009 nilai tukar dinar mencapai 121
dolar AS dan dalam rupiah melewati angka Rp 1.460.000. Jadi, dinar
emas sendiri mengalami apresiasi cukup besar, meskipun lebih rendah
dari kenaikan harga minyak mentah, yaitu 135% (dari 54 dolar AS
menjadi 117 dolar AS/dinar). Rata-rata apresiasi dinar emas per tahun,
dalam periode ini, adalah 29.16%, terpaut sekitar 9% dari rata-rata
kenaikan harga minyak mentah Indonesia di atas.
Sekarang kita lihat harga minyak mentah ini dalam periode yang sama
dalam dinar emas. Pada 2004 harga minyak mentah Indonesia adalah 0.7
dinar emas/barel, yang sesudah mengalami kenaikan lumayan tinggi
setahun kemudian (2005) yakni 28%, menjadi 0.9 dinar emas/barel,
kembali turun 11% setahun kemudian (2006) menjadi 0.76 dinar
emas/barel. Dalam kurun tiga tahun terakhir (2006-2008), ketika
situasi sangat tidak stabil – yang selalu ditampilkan kepada kita
sebagai ’krisis’ – harga minyak dalam dinar emas justru sangat stabil,
tidak beranjak dari 0.76 dinar emas/barel. Dalam periode ini harga
minyak mentah dalam dolar AS naik secara drastis, sekitar 49%! (dari
64.29 ke 95.62 dolar AS/barel), dalam dinar emas tidak berubah alias
kenaikannya 0%! Memasuki tahun 2009 harga minyak mentah dunia kembali
turun drastis, tetapi dinar emas justru masih naik. Dalam dolar harga
minyak mentah turun dari 92.62 dolar ke tingkat sekitar 43 dolar AS
atau 55%.
Kalau diukur dengan dinar emas maka harga minyak mentah internasional
saat ini sekitar 0.35 dinar/barel, turun dari posisi 0.82 dinar/barel.
Angka penurunannya hampir persis sama dengan penurunannya dalam dolar
AS, yakni 54-55%.
Untuk kurun waktu yang lebih panjang dan dalam perbandingan dengan
komoditi yang jauh lebih luas cakupannya hadits Rasul , sallalahu
alayhi wa sallam, di atas telah pula dibuktikan secara ilmiah oleh
Prof. Roy Jastram, dalam bukunya The Golden Constant, bahwa selama
sekitar 500 tahun (1560-1997) nilai tukar emas atas komoditas adalah
konstan. Yang ada adalah nilai uang kertas yang terus merosot, menuju
kepada asalnya sebagai selembar kertas tak bernilai.
Maka, awaslah, uang kertas adalah tipu muslihat riba belaka!
Kembalilah kepada dinar emas dan dirham perak.
===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id <http://www.media-islam.or.id>
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]
<mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com>
__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
<http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
--
Sent NOT from my BlackBerry®
powered NOT by Sinyal Kuat INDOSAT/XL/whatever
***Gue gak punya blackberry, puas?!