Relakah anda jika pendapatan anda dicuri?, tentu saja tidak, namun jika di curi
oleh Inflasi, apa yang anda bisa lakukan. Inflasi telah menyebabkan setiap
orang kehilangan 5 – 10% pendapatannya pertahun. Ini bermakna jika tahun 2008
yang lalu anda mempunyai pendapatan Rp. 1.000.000,-, jika di asumsikan inflasi
sebesar 7,5%, maka anda telah kecurian/kehilangan nilai riil uang tersebut pada
tahun ini sebesar Rp. 75.000,-. Ini berarti nilai riil uang anda yang tahun
lalu sebesar Rp. 1.000.000,- sekarang hanya bernilai Rp. 925.000,-. Lho kok
bisa, inilah realitas yang kita hadapi. Rata-rata pendapatan kita menurun
setiap bulannya sebesar inflasi yang terjadi. Sebenarnya tidak banyak yang
rela, namun kebanyakan masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, sudah menjadi
sesuatu yang alamiah dan kita terima saja.
Kondisi ini juga bermakna, jika kenaikan pendapatan anda dibawah angka inflasi
maka secara riil kesejahteraan anda pada tahun ini sesungguhnya menurun, jika
kenaikan pendapatan anda sama dengan angka inflasi, bermakna kesejahteraan anda
sama dengan tahun lalu, baru jika pendapatan anda lebih tinggi dari angka
inflasi, maka kesejahteraan anda baru meningkat. Dan masih banyak implikasi
lainnya, akibat inflasi perusahaan-perusahaan harus menaikkan pendapatan
karyawannya agar kesejahteraannya tetap atau meningkat. Bagi saudara-saudara
yang bekerja di perusahaan/instansi tertentu biasanya ada living cost
adjustment setiap tahunnya, pendapatan disesuaikan dengan tingkat inflasi yang
terjadi, namun bagi kebanyakan orang, menerima pasrah saja.
Inflasi tersebut ibarat api, kecil jadi teman, tapi kalau besar bisa membakar
dan jadi petaka, coba anda bayangkan jika inflasi mencapai puluhan bahkan
ratusan persen, apa yang terjadi dengan uang anda, uang anda tidak akan ada
gunanya, uang akan menjadi kertas yang tidak mempunyai daya beli. Bahkan Ronald
Reagen misalnya, sebagaimana dikutip oleh The Economist (22/5/2008) pernah
menyebut inflasi dengan sebutan kejam, perampok, menakutkan, perampok
bersenjata, mematikan, dan pembunuh bayaran Kenapa ini dibiarkan?
Dalam ekonomi kapitalis, perlakuan terhadap inflasi hanya berusaha untuk
menjaga api tersebut tetap kecil/biasa, standar umum yang digunakan adalah :
inflasi dianggap biasa jika 0 – 10%, dianggap sedang jika 11 – 30%, dianggap
berat jika 31 – 100%, dan dianggap hipper inflation jika 101 – tak terhingga.
Ada kecendrungan pada ekonomi kapitalis inflasi dipelihara, karena
menguntungkan orang yang mempunyai pendapatan besar yaitu para pemilik modal
yang menjadi produsen barang-barang yang di konsumsi masyarakat, dengan adanya
inflasi maka ada legitimasi untuk menaikkan harga pada setiap tahunnya, atau
disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang sedang terjadi, artinya harga produk
akan selalu dinaikkan, dengan berbagai alasan pembenaran, nah anda bisa melihat
kenapa inflasi dipelihara, karena merupakan salah satu instrument legitimasi
kenaikan harga oleh produsen. dalam ekonomi Islam api tersebut seharusnya
dipadamkan. bisakah?
Penyebab Inflasi
Untuk memadamkan api tersebut, perlu diketahui dahulu, faktor-faktor pembentuk
inflasi. Dalam penelitian ascarya (2009), tentang the determinants of inflation
under dual monetary system in Indonesia, diketahui bahwa 54,7% penyumbang
inflasi di Indonesia adalah suku bunga, 23,4% penyumbang inflasi adalah
exchange rate, ini bermakna bahwa jika anda ingin menghilangkan pencuri
kekayaan anda yang diberi nama Inflasi, maka mulai saat ini jauhilah bunga, dan
jangan menjadikan mata uang sebagai barang dagangan. Namun bukan berarti anda
tidak diperbolehkan mengunakan mata uang negara lain untuk bertransaksi, jika
anda sedang berada di negara lain, yang seperti ini di perbolehkan, yang
dilarang adalah mengunakan mata uang sebagai barang dagangan. Mata uang
dijadikan alat untuk mencari keuntungan.
Dalam jangka menengah semua orang seharusnya peduli dalam upaya-upaya
memperbesar size perbankan syariah, jika suatu hari transaksi perbankan sudah
tidak di dasari dengan bunga, maka secara otomatis inflasi bisa di padamkan,
karena perbankan syariah mendasari operasionalnya dengan bagi hasil, dan
perbankan syariah tidak diperbolehkan melakukan perdagangan exchange rate.
Wallahu’ alam....semoga bermanfaat.
Jaharuddin
http://shariaeconomy.blogspot.com
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/