Sangat bermanfaat.
Nice Info
Sukron

Pada tanggal 06/05/09, jahar <[email protected]> menulis:
> Relakah anda jika pendapatan anda dicuri?, tentu saja tidak, namun jika di
> curi oleh Inflasi, apa yang anda bisa lakukan. Inflasi telah menyebabkan
> setiap orang kehilangan 5 – 10% pendapatannya pertahun. Ini bermakna jika
> tahun 2008 yang lalu anda mempunyai pendapatan Rp. 1.000.000,-, jika di
> asumsikan inflasi sebesar 7,5%, maka anda telah kecurian/kehilangan nilai
> riil uang tersebut pada tahun ini sebesar Rp. 75.000,-.  Ini berarti nilai
> riil uang anda yang tahun lalu sebesar Rp. 1.000.000,- sekarang hanya
> bernilai Rp. 925.000,-. Lho kok bisa, inilah realitas yang kita hadapi.
> Rata-rata pendapatan kita menurun setiap bulannya sebesar inflasi yang
> terjadi. Sebenarnya tidak banyak yang rela, namun kebanyakan masyarakat
> tidak bisa berbuat apa-apa, sudah menjadi sesuatu yang alamiah dan kita
> terima saja.
>
> Kondisi ini juga bermakna, jika kenaikan pendapatan anda dibawah angka
> inflasi maka secara riil kesejahteraan anda pada tahun ini sesungguhnya
> menurun, jika kenaikan pendapatan anda sama dengan angka inflasi, bermakna
> kesejahteraan anda sama dengan tahun lalu, baru jika pendapatan anda lebih
> tinggi dari angka inflasi, maka kesejahteraan anda baru meningkat. Dan masih
> banyak implikasi lainnya, akibat inflasi perusahaan-perusahaan harus
> menaikkan pendapatan karyawannya agar kesejahteraannya tetap atau meningkat.
> Bagi saudara-saudara  yang bekerja di perusahaan/instansi tertentu biasanya
> ada living cost adjustment setiap tahunnya, pendapatan disesuaikan dengan
> tingkat inflasi yang terjadi, namun bagi kebanyakan orang, menerima pasrah
> saja.
>
> Inflasi tersebut ibarat api, kecil jadi teman, tapi kalau besar bisa
> membakar dan jadi petaka, coba anda bayangkan jika inflasi mencapai puluhan
> bahkan ratusan persen, apa yang terjadi dengan uang anda, uang anda tidak
> akan ada gunanya, uang akan menjadi kertas yang tidak mempunyai daya beli.
> Bahkan Ronald Reagen misalnya, sebagaimana dikutip oleh The Economist
> (22/5/2008) pernah menyebut inflasi dengan sebutan kejam, perampok,
> menakutkan, perampok bersenjata, mematikan, dan pembunuh bayaran Kenapa ini
> dibiarkan?
>
> Dalam ekonomi kapitalis, perlakuan terhadap inflasi hanya berusaha untuk
> menjaga api tersebut tetap kecil/biasa, standar umum yang digunakan adalah :
> inflasi dianggap biasa jika 0 – 10%, dianggap sedang jika 11 – 30%, dianggap
> berat jika 31 – 100%, dan dianggap hipper inflation jika 101 – tak
> terhingga. Ada kecendrungan pada ekonomi kapitalis inflasi dipelihara,
> karena menguntungkan orang yang mempunyai pendapatan besar yaitu para
> pemilik modal yang menjadi produsen barang-barang yang di konsumsi
> masyarakat, dengan adanya inflasi maka ada legitimasi untuk menaikkan harga
> pada setiap tahunnya, atau disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang sedang
> terjadi, artinya harga produk akan selalu dinaikkan, dengan berbagai alasan
> pembenaran, nah anda bisa melihat kenapa inflasi dipelihara, karena
> merupakan salah satu instrument legitimasi kenaikan harga oleh produsen.
> dalam ekonomi Islam api tersebut seharusnya dipadamkan. bisakah?
>
> Penyebab Inflasi
> Untuk memadamkan api tersebut, perlu diketahui dahulu, faktor-faktor
> pembentuk inflasi. Dalam penelitian ascarya (2009), tentang the determinants
> of inflation under dual monetary system in Indonesia, diketahui bahwa 54,7%
> penyumbang inflasi di Indonesia adalah suku bunga, 23,4% penyumbang inflasi
> adalah exchange rate, ini bermakna bahwa jika anda ingin menghilangkan
> pencuri kekayaan anda yang diberi nama Inflasi, maka mulai saat ini jauhilah
> bunga, dan jangan menjadikan mata uang sebagai barang dagangan. Namun bukan
> berarti anda tidak diperbolehkan mengunakan mata uang negara lain untuk
> bertransaksi, jika anda sedang berada di negara lain, yang seperti ini di
> perbolehkan, yang dilarang adalah mengunakan mata uang sebagai barang
> dagangan. Mata uang dijadikan alat untuk mencari keuntungan.
>
> Dalam jangka menengah semua orang seharusnya peduli dalam upaya-upaya
> memperbesar size perbankan syariah, jika suatu hari transaksi perbankan
> sudah tidak di dasari dengan bunga, maka secara otomatis inflasi bisa di
> padamkan, karena perbankan syariah mendasari operasionalnya dengan bagi
> hasil, dan perbankan syariah tidak diperbolehkan melakukan perdagangan
> exchange rate. Wallahu’ alam....semoga bermanfaat.
>
> Jaharuddin
> http://shariaeconomy.blogspot.com
>
>
>
>
>
>
> ___________________________________________________________________________
> Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> @rocketmail.
> Cepat sebelum diambil orang lain!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/


------------------------------------

===========================
SPONSOR Tahunan MES 2008 :
1. Pegadaian Syariah
2. Bank Muamalat Indonesia
3. Bank Syariah Mandiri
4. PT. JAMSOSTEK (Persero)
5. BNI Syariah
6. Batasa Capital
7. BTN Syariah
8. BAZNAS 
====================================================
Bagi yang tidak dapat menghadiri Seminar Bulanan MES atau Seminar MGTC, dapat 
mendownload materi presentasi di website MES (www.ekonomisyariah.org) bagian 
artikel.

Kami juga menerima kiriman artikel ekonomi syariah dari teman-teman sekalian. 
Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa inggris, namun alangkah baiknya jika 
dalam dua bahasa. Artikel tersebut akan kami publikasikan di website MES.

=============================================
PUSAT BUKU EKONOMI ISLAM - MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH

Perpustakaan Ekonomi Islam - http://buku.ekonomisyariah.net
SENIN-JUM'AT
09.00 - 19.00 WIB

Kantor BAZNAS
Jl Kebon Sirih No. 57, Jakarta Pusat
Info MUIS (021 924 724 53)Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke