Assalamualaikum wr, WB 
 
Kita sebagai umat muslim memang jangan asal menolak sesuatu kalo hal itu masih 
g jelas, 
yang kita tolak bukan orangnya tapi pemikirannya (siapapun orangnya ), kalo 
pemikirannya 
sudah bertentangan dengan islam ya, kita wajib menolak dan haram menerima. 
Secara politis sebenarnya Islam adalah agama yang paling lengkap, sampai-sampai 
untuk buang hajat aja ada aturannya. Hanya orng bodoh dan tidakberfikir 
cemerlang yang mengagungagungkan aturan selain Islam. untuk HMI sendiri 
harusnya jangan hanya menolak capres atau cawapres yang neoriberal tapi menolak 
capres dan cawapres yang tidak mau menegakan syariat Islam. Wajib itu KITA 
HARUS TOLAK. Bangsa sudah Kapitalis begini ya cuma satu solusinya ISLAM 
TEGAKKAN.
MOHON MAAF BAGI PARA PEJUANG DEMOKRASI DAN KAPITALIS JUGA KOMUNIS KAMI MENOLAK 
PERJUANGAN ANDA KARNA ANDA SALAH JALAN.
Wassalam.

--- Pada Sel, 19/5/09, Asep mulyana <[email protected]> menulis:


Dari: Asep mulyana <[email protected]>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] FWD: PERNYATAAN SIKAP KAMMI PUSAT
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 19 Mei, 2009, 6:53 AM










Assalamuailaikum wr wb,
Innalillahi wainnalillahi rojiun,
Membaca penolakan ini mungkin kita seolah menjadi yang berkuasa di negeri ini, 
sehingga jika berbeda pandangan langsung menolak dan membuat opini sehingga 
orang lain juga ikut menolak seseorang.
Sungguh rakyat sekarang sedang diuji, dan tugas kita adalah memberikan 
wacana-wacana atau hal-hal yang baik dari para kandidat, sehingga pilihan 
rakyat adalah yang terbaik dari yang pilihan yang baik. Setiap orang punya 
kekurangan dan tentu juga kelebihan, mari kita pupuk negeri ini rasa hormat 
menghormati, menghargai kelebihan orang lain, karena dengan menghargai yang 
lain tidak akan mengurangi harga diri kita, begitu juga dengan mencari 
kesalahan orang lain tidak berarti kita akan menjadi lebih baik.

Semoga kita tetap istiqomah dalam memperjuangkan syariat islam dalam kehidupan 
kita, dan senantiasa tetap diberikan kekuatan Allah SWT untuk tetap bertaqwa 
pada Nya.

salam
asep mulyana 
Bandung





From: Rumi Iqbal <rumiiqbal2006@ yahoo.com>
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Sent: Monday, May 18, 2009 6:37:28 PM
Subject: Re: [ekonomi-syariah] FWD: PERNYATAAN SIKAP KAMMI PUSAT







Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Mengatakan menolak itu sangat mudah, mari kita evaluasi diri masing2, apakah 
sumbangsih diri masing2 buat orang banyak? jangalah hanya mengatakan selalu 
negatif kepada orang lain/kelompok lain tapi bagaimana sumbangsih dan solusi 
apa yang diberikan sementara keputusan harus segera berjalan untuk orang 
banyak. coba buktikan sekarang memberikan solusi yg terbaik kepada negara atau 
minimal di lingkungan masing2, janganlah hanya teori saja dibenak nurani yg 
disuguhkan. maaf sekiranya berbeda. Mari dengan nurani yang dalam kita berbuat 
untuk kepentingan orang banyak. Insya Allah dengan membuktikan kita berbuat 
yang kecil untuk orang banyak, Allah akan merahmati dan memberkahi kita, 
Berikan masukan kepada pemerintah siapapun yang menjabatnya nanti dengan cara 
yang baik/santun, dan dapat dilaksanakan.

Wassalamu'alailum Wr.Wb.

--- On Sun, 5/17/09, D O D I K <kido...@yahoo. com> wrote:


From: D O D I K <kido...@yahoo. com>
Subject: [ekonomi-syariah] FWD: PERNYATAAN SIKAP KAMMI PUSAT
To: "cube chay" <beetlebum_chay@ yahoo.com>
Date: Sunday, May 17, 2009, 12:03 PM









PERNYATAAN SIKAP KAMMI PUSAT

"TOLAK CAPRES-CAWAPRES DAN PENDUKUNG REZIM NEO-LIBERAL YANG TIDAK PRO RAKYAT"

Assalamualaikum wr wb.

Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Nasib lima tahun kedepan bangsa ini akan ditentukan hari ini ketika para
calon presiden dan wakil presiden mendaftarkan diri.

Kemarin di Bandung kita telah disajikan sebuah deklarasi
supremasi dan arogansi asing atas Indonesia. Sebuah rezim ekonomi
politik neoliberal kembali dikukuhkan. Dan tragisnya 21 partai politik
(49,17 % suara) mendukungnya dengan gegap gempita.

Permintaan penangguhan utang untuk menjaga stabilitas
ekonomi dengan kompensasi penempatan Boediono sebagai wakil presiden
adalah pilihan yang menunjukkan betapa tidak berdaulatnya pemerintah.
Penetapan Boediono sebagai cawapres adalah bentuk intervensi
negara-negara donor yang tidak bisa ditampik oleh SBY.

Masih hangat dalam memori kita bahwa pada tahun 96-98 ketika
Boediono menjabat sebagai Direktur I BI urusan analisa kredit,
terkucurlah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar 400 T.
Kemudian ketika Boediono jadi Kepala Bappenas, dalam masa itu
terkucurlah dana rekap perbankan 600 T. Dan semua itu masih harus
ditanggung oleh rakyat hingga tahun 2032. Kita juga tidak lupa pada
tahun 2001-2004 ketika Boediono menjadi Menkeu, pada saat itu keluarlah
kebijakan privatisasi dan divestasi yang ugal-ugalan. Banyak aset
strategis yang dilego: Indosat, BCA, tanker, dll.Dan yang paling
menyakitkan adalah para obligor BLBI justru diberikan Release and
Discharge dengan kata lain dibebaskan dari masalah hukum..

sementara mereka yang menikmati BLBI melenggang, uang rakyat ratusan
Trilyun melayang...dan rakyat juga yang harus membayarnya.

Kita telah muak menyaksikan paket kebijakan ekonomi yang
selalu disertai dengan pencabutan subsidi, penambahan utang, membuka
lebar&karpet merah untuk investasi asing yang itu benar-benar
berdasarkan rumus neoliberalisme. Semestinya kita belajar dari ambruknya
ekonomi dunia karena sunami krisis global, yang itu menegaskan betapa
rapuhnya ekonomi neoliberal. Solusi yang ditawarkan terbukti tidak
menciptakan jalan keluar, justru malah semakin membuka pintu ekonomi
nasional untuk digempur oleh krisis ekonomi global.

Pemilu 2009 harus menjadi upaya kita bersama untuk keluar dari
jeratan ekonomi neoliberalisme. Jangan sampai kita biarkan
neoliberalisme semakin menghegemoni Indonesia jika tidak ingin negeri
ini akan terus mengalami keterpurukan. Sudah saatnya,
kekuatan rakyat bersatu-padu untuk menegaskan penentangan terhadap jalan
neoliberalistik, sembari mendorong penyelamatan ekonomi nasional, yang
berisikan ekonom-ekonom, politisi, dan intelektual anti neoliberal dan
pro-rakyat. Jangan sampai kita biarkan mereka semakin menjerumuskan
bangsa Indonesia ke arah kehancuran.

Karena itulah pada hari ini KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa
Muslim Indonesia) menyatakan:

1. Menolak pasangan capres-cawapres serta pendukung rezim ekonomi
politik neo-liberal

2. Menolak pasangan capres-cawapres yang meneguhkan supremasi asing atas
kedaulatan Indonesia.

3. Mengajak rakyat bersatu-padu menentang jalan ekonomi neoliberalistik
dan memperjuangkan kedaulatan berdasar pada ekonomi konstitusi.

Mengutip kata Bung Hatta, sang proklamator "Lebih baik kami melihat
Indonesia tenggelam di dasar lautan daripada menjadi embel-embel bangsa
lain..."

Allahu Akbar....Merdeka

Wassalamualaikum wr wb
Jakarta 16 Mei 2009


Widya Supena
Ketua KAMMI Pusat



















      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Kirim email ke