Saya mendukung baik lokakarya ini, usul saya, sebaiknya jangan satu hari, terlalu pendek. Saya khawatir target tidak tercapai. Ke depannya perlu waktu 3 hari sampai satu minggu, dan menghadirkan pemikir /ilmuwan international yang telah menelurkan gagasan makro ekonomi Islam terlebih dahulu.
Wassalam Hendri Tanjung. ________________________________ From: akhass <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, May 18, 2009 11:39:55 PM Subject: [ekonomi-syariah] Lokakarya “Analisis, Kebijakan, dan Model Makroekonomi Dalam Perspektif islam" Sebagai bagian dari upaya [1] menyempurnakan kurikula pendidikan tinggi Ekonomi Islam, dan [2] memantapkan keyakinan Depdiknas akan eksistensi program studi Ekonomi Islam, kami (Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM) akan menggelar lokakarya bertajuk "Analisis, Kebijakan, dan Model Makroekonomi Dalam Perspektif Islam". Berkenaan hal di atas, dengan ini kami mengundang Bapak untuk turut berperanserta dalam lokakarya tersebut yang, insya Allah, akan kami selenggarakan pada: Hari, tgl`: Rabu, 20 Mei 2009 J a m : 08.00—17.00 WIB Tempat : Ruang Audio-Visual, Gedung FEB UGM, Kampus Bulaksumur, Yogyakarta Agenda : Lokakarya (lihat Rerangka Acuan, terlampir). Ketua LEBI FEB UGM Dumairy DASAR PEMIKIRAN Kajian ekonomi menurut Islam dan praktik bisnis berdasarkan prinsip syariah dewasa ini tidak lagi merupakan keniscayaan, melainkan sudah menjadi kenyataan dan semakin marak. Lembaga ekonomi dan produk-produk bisnis islami bermunculan dan tumbuh di berbagai belahan bumi, bahkan di tengah masyarakat nonmuslim. Begitu pula pelatihan dan pendidikan yang menyiapkan tenaga-tenaga untuk itu. Di kancah akademis, kajian-kajian ilmiah mengenai konsep ekonomi Islam juga terus bergulir dan kian mendalam. Perkembangan kajian konseptual perihal ekonomi Islam, sayangnya, masih belum berimbang; dalam arti masih terdominasi oleh kajian di satu sisi dan terkonsentrasi pada aspek tertentu. Sebagian besar kajian selama ini masih berada di ranah mikroekonomi dengan sorotan terfokus ke aspek (lembaga dan produk serta transaksi) keuangan, utamanya perbankan. Teori-teori di ranah mikroekonomi dan model-model keuangan islami sudah relatif mapan, sepesat perkembangan praktiknya. Akan tetapi, di lain pihak, kajian di ranah makroekonomi masih belum memadai. Berbagai survei literatur ekonomi Islam (misalnya: Kurshid Ahmad [1995] dan Ibrahim M. Oweiss [2003]), mengungkapkan betapa masih langkanya kajian makroekonomi yang integral-komprehens if dalam perspektif Islam. Menanggapi kekurangan ekonomi Islam secara konseptual sebagaimana dipaparkan di atas, Laboratorium Ekonomika dan Bisnis Islam (LEBI), Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, berencana menggelar sebuah lokakarya bertajuk "Analisis, Kebijakan, dan Model Makroekonomi Dalam Perspektif Islam". Lokakarya dilaksanakan secara eksklusif dan intensif, dalam arti peserta terdiri dari hanya peserta undangan dalam jumlah terbatas, dipilih di antara pemuka ekonomi Islam yang berkepakaran ranah makroekonomi. Hal ini dimaksudkan agar diskusi mengerucut ke isu pokok lokakarya sehingga membuahkan hasil maksimal. TUJUAN Lokakarya ekslusif-intensif sehari suntuk ini bertujuan untuk: 1. Merangkum teori dan model serta praktik dan kebijakan makroekonomi menurut perspektif Islam, sehingga dapat dirumuskan rerangka teoretis model makroekonomi islami yang integral dan komprehensif. 2. Menyusun jabaran materi matakuliah berbasis-makroekono mi (Macroeconomics, Public Economics, Monetary Economics, International Economics, Development Economics, dan yang serumpun) dalam kurikula Program Studi "Ekonomi Islam" pada jenjang pendidikan tinggi umum atau non-keagamaan (D3, S1, S2, dan S3). PESERTA Sekitar 25-30 orang diundang untuk berperanserta aktif dalam lokakarya ini. Semua peserta adalah narasumber. Kecuali narasumber utama yang memang harus memaparkan makalah utama, semua peserta datang ke lokakarya dengan berbekal makalah penunjang/pelengkap (supporting/ complementary paper). PELAKSANAAN Lokakarya akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2009, bertempat di Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Kampus Bulaksumur, Yogyakarta. KEWAJIBAN PESERTA 1. Mengkonfirmasi kesediaan untuk mengikuti lokakarya setelah menerima berkas ini atau setelah menerima undangan. Undangan disampaikan hanya secara elektronis melalui sms atau/dan e-mail; baik langsung oleh Panitia (LEBI FEB-UGM) ataupun tidak langsung melalui sejawat yang juga turut diundang. Konfirmasi kehadiran disampaikan kepada (salah seorang): Dudy RD 0812 2770 680 duddyr...@yahoo. com 2. Memandirikan keperluan keuangan ke dan di serta dari Yogyakarta. 3. Menyiapkan makalah pendukung setebal seperlunya berupa (salah satu): a. ikhtisar teori atau model makroekonomi Islam oleh ekonom tertentu; b. contoh praktis kebijakan makroekonomi Islam yang pernah diterapkan di sebuah negara tertentu (sesudah tahun 1900); c. gagasan awal (pemikiran dasar) tentang model makroekonomi yang islami; d. daftar literatur yang ditulis/terbit sesudah tahun 2000 yang dapat dan relevan diacu untuk penyusunan silabi mata kuliah Makroekonomi dan mata kuliah lain yang berbasis-makroekono mi; e. usulan silabi (jabaran topik/materi) mata kuliah Makroekonomi dan mata kuliah lain yang berbasis-makroekono mi. 4. Memasyarakatkan hasil lokakarya di kalangan sejawat, menerapkannya dalam pengajaran, dan membentuk kelompok kecil di lembaga/kota masing-masing untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. AGENDA 07.30 – 08.00 Pendaftaran Ulang 08.00 – 08.15 Pembukaan 08.15 – 10.30 Sesi Pertama, sidang pleno Landasan Ideal Makroekonomi dalam Perspektif Islam: muatan moral/etika, kelembagaan, dan kearifan lokal 10.30 – 11.00 jeda pagi 11.00 – 12.00 Sesi Kedua, sidang pleno Pidato Kunci oleh Mendiknas 12.00 – 13.00 Ishoma 13.00 – 15.30 Sesi Ketiga, dua komisi bersidang paralel Komisi A: Jabaran Praktikal Makroekonomi dalam Perspektif Islam: bangunan teori dan model grafis/matematis Komisi B: Rancangan Materi Matakuliah Berbasis-Makroekono mi dalam Kurikula Program Studi Ekonomi Islam 15.30 – 16.00 jeda sore 16.00 – 16.30 Sidang Pleno Perangkuman Hasil Lokakarya
