Saya tertarik untuk urun komentar atas statemen Pak Dekan (bukan Pen Dekar lho 
ya…) dari UI. Bagi saya, pernyataan Dekan FEUI itu tak jauh dari realitas di 
lapangan, meski tak sepenuhnya benar.  Menurutnya, perbankan syariah tidak 
bergerak secara massif karena masih berkutat pada isu-isu sektoral. Isu 
sektoral ini apa? Dalam konteks ini ya halal-haram. 

Hemat saya, memang itulah yang terjadi di lapangan. Sisi pembeda antara 
perbankan syariah dan konvensional seringkali dijelaskan pada tataran 
ke-HARAM-an BUNGA. "Bunga itu riba maka haram, beralihlah ke bank syariah yang 
bebas bunga dan dijamin halal," begitu kata orang-orang penganjur bank syariah 
yang sering saya dengar. 

Karena yang dibicarakan acapkali terkait dengan Halal-Haram tentu identik 
dengan—yang dikatakan Dekan FEUI—simbol jenggot dan celana gantung. Simbol itu 
diidentikkan dengan kalangan umat Islam fanatik (untuk tidak mengatakan muslim 
tekstual) yang, kata orang, "Sedikit-sedikit fatwa haram, begini haram, begitu 
haram, dst…" Sekali lagi, itu adalah persepsi masyarakat. 

Inilah yang membuat kesan SERAM bank syariah. Sependek pengetahuan saya, memang 
begitu persepsi orang awam tentang bank syariah, setidaknya respon ini saya 
dapat dari orang-orang awam yang pernah saya ajak ngobrol. 

Dalam benak saya, timbul pertanyaa, mengapa "persepsi salah" ini bisa menyebar 
di masyarakat? Saya pikir ini adalah tugas kita semua, insan pejuang ekonomi 
syariah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Di samping itu, saya kok 
punya "dugaan sementara", jika perbankan syariah masih berkutat pada isu 
vis-a-vis yang sektarian, seperti halal vs haram, murni syariah vs konvensional 
ribawi, sentiment Islam versus kapitalisme Barat, maka alot untuk bisa bergerak 
cepat. 

Kalau saya urun pendapat, perbankan syariah idealnya bisa mengkampanyekan 
nilai-nilai ekonomi Islam yang Universal dan Substansial, bukan yang parsial 
apalagi sektarian. Misalnya keberpihakan bank syariah pada ekonomi wong cilik 
(maaf, saya tidak bermaksud mendukung Mega-Pro), dari sini lalu muncul 
produk-produk yang bisa diserap (dengan mudah) oleh pekerja dengan modal minim 
(micro). 

Saya pikir, dengan begitu, tanpa kampanye berbusa-busa orang akan 
berbondong-bondong ngantri ke bank syariah. Betul tidak? Kalau saya 
menyimpulkan, mungkin ini alasan Nabi mengapa riba diharamkan, jelas karena 
konsep riba sama dengan rente yang bersifat mencekik dan eksploitatif. Jadi 
kunci riba adalah "mencekik dan eksploitatif". 

Andaikata ada produk bank syariah yang ternyata "mencekik dan eksploitatif" 
tentu ini tergolong riba. "Saatnya perbankan syariah pro poor dan anti neolib," 
lho kok jadi ngelantur ke neolib, hiks… hiks..

Wassalam, Ubaed.





--- In [email protected], fajarnin...@... wrote:
>
> Perbankan syariah telah terbukti menarik minat non muslim di beberapa
> negara. Saya pernah mengikuti Seminar Perbankan Syariah di Batam dengan
> pembicaranya dari Hongkong. Di negera mereka, perbankan syariah sedang
> mendapat porsi yang cukup lumayan. Padahal Hongkong bukanlah negara
> muslim. So, syariah itu jelas terbukti "applicable", dapat diterima semua
> kalangan. Kalau ada yang kurang-kurang, itu "oknum" yang memang salah,
> bukan sistemnya.
> 
> Wassalam,
> 
> Fajar Nindyo
> 
> > Assalamu 'alaikum Wr. Wb..
> >
> > Kalau menyimak ulasan Dekan FE UI di bawah ini, kelihatan sekali yang
> > bersangkutan jarang atau bahkan tidak pernah pergi ke Bank Syariah.
> > Coba Cek saja, apa Beliau punya rekening Bank Syariah...?.
> >
> > Seandainya di Bank Syariah ada layanan/konsultasi dibidang muamalah
> > Islami, saya kira malah tambah bagus. BUKAN MENGERIKAN.
> >
> > Wasalamu 'alaikum Wr. Wb.
> >
> > AES
> >
> >
> > Quoting asry sofwan <ikhsanul_a...@...>:
> >
> >> Assalamu'alaykum...
> >>
> >> Menurut saya, pak dekan khayalannya terlalu tinggi deh... coba liat
> >> kenyataannya skrg di bank syariah, tdk ada yg datang langsung
> >> diceramahin, tdk ada jg nuansa jenggot dan celana menggantung... lha
> >>  wong sdm nya rata2 mantan sdm dari bank konvensional...
> >>
> >> Terlalu sederhana rasanya kalau hanya melihat bank syariah dari sisi
> >>  "seram" (ini menurut pak dekan FE UI). Padahal kalau di runut lebih
> >>  mendalam lagi, bank syariah adalah bank yg berdiri di bawah pondasi
> >>  ekonomi syariah dan ekonomi syariah bertujuan untuk kemaslahatan
> >> umat..
> >>
> >> Wassalam..
> >>
> >> NB: menurut sy kalo kita dateng ke bank syariah terus diceramahin
> >> (mungkin ada divisi khususnya)... subhanallah indahnya.. apalagi
> >> ceramahnya mengenai dakwah ekonomi syariah.. tapi itu semua tidak
> >> ada...
> >>
> >> Oleh karena itu, doakan selalu agar bank syariah mendapat SDM yg
> >> benar2 mau untuk berdakwah ekonomi syariah bukan sekedar bekerja
> >> saja, tapi "berkakrir spiritual" dengan begitu tentu akan banyak
> >> perubahan dari semua sisi di bank syariah...
> >>
> >> Wallahu a'la
> >>
> >> --- Pada Jum, 29/5/09, mgya...@... <mgya...@...> menulis:
> >>
> >> Dari: mgya...@... <mgya...@...>
> >> Topik: Re: [ekonomi-syariah] Re: PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI
> >> SYARIAH BERBAU SARA
> >> Kepada: [email protected]
> >> Tanggal: Jumat, 29 Mei, 2009, 12:28 AM
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>      Salaam'alaik. Kalo Nicholas Sarkozy dan Paus Benedictus XVI
> >> yang pemimpin dunia menjagokan ekonomi syariah sebagai alternatif
> >> ekonomi berikutnya, kenapa kita dengerin banget dan tersinggung
> >> banget dg kata2 dekan tsb? Yang kontribusinya sampai mana ybs? Ma
> >> laa yudroku kulluh laa yutroku kulluh everyone! Hope you all
> >> understand!
> >>
> >> MGYSent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
> >> Nyambung Teruuusss... !From:  "Edo Segara"
> >> Date: Wed, 27 May 2009 08:08:49 -0000
> >> To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
> >> Subject: [ekonomi-syariah] Re: PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI
> >> SYARIAH BERBAU SARA
> >>                            Pertama, saya ingin memberi masukan
> >> kepada Dekan FE UI Yth. tsb harus sekali-sekali magang di Bank
> >> Syariah, biar tau. Gak cuma mengkritik aja. Akademisi cuma bisa
> >> ngomong doang. Kedua, kalo saya c gak heran dengan Koran Tempo yang
> >> dipimpin Goenawan Muhamad ini mengangkat isu penolakan bank syariah,
> >>  kebetulan ada kawan saya yang menjadi wartawan di Tempo. Namanya
> >> aja  Muhamad tapi hatinya tidak seperti namanya.
> >>
> >>  Salam,
> >>  Edo Segara
> >> http://edosegara. blogspot. com
> >>
> >>  --- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Faozan Amar <zanamar02@
> >> ..> wrote:
> >>  >
> >>  > Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis
> >> syariah di Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009.
> >>  > Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan
> >>  menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org
> >> terdidik kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat....
> >> Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi
> >>  Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw yasmut : berkatalah yang baik
> >> atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda sdh jadi dekan? Mohon
> >> komentar anggota milis
> >>  >
> >>  >
> >>  >
> >>  > Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.
> >>  > JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi
> >>  > Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya
> >>  > ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--diKemasan Syariah
> >> Kurang Menarik
> >>  > Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.
> >>  > JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi
> >>  > Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya
> >>  > ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di Indonesia karena
> >> para
> >>  > pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas produk-produk syariah
> >> dengan
> >>  > menarik.
> >>  > "Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja,"
> >>  kata dia dalam perbincangan dengan Tempo
> >>  > di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia menyarankan agar pelaku
> >> bisnis
> >>  > syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah menjadi lebih keren,
> >>  > bersahabat, dan tidak angker. Firmanzah juga mengingatkan,
> >> asosiasi masyarakat terhadap
> >>  > bisnis syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan
> >>  > celana menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang
> >>  > seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah?
> >>  > Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi dan
> >>  > Manajemen Internasional dari University of Lille, Prancis, ini.
> >>  > Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih
> >>  > banyak kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah
> >>  > bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata
> >>  > masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian
> >>  > seperti Islam," ucapnya. Apalagi, meski bank syariah memiliki
> >> istilah dan aturan main
> >>  > sendiri, benak konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank
> >>  > konvensional dalam membuat analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa
> >>  > hal, mekanisme bagi hasil juga mengacu pada suku bunga.
> >>  > Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini
> >>  > sulit meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan
> >>  > nasional. Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang
> >>  > syariah. Saat ini aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari
> >> total
> >>  > aset perbankan nasional.
> >>  > "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5
> >>  > persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono,
> >> Jumat
> >>  > lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah selama tiga
> >> tahun
> >>  > terakhir sangat pesat. Namun, perbankan syariah masih kekurangan
> >> sumber
> >>  > daya manusia sekitar 15 ribu orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI
> >>  >
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> ___________________________________________________________________________
> >> Dapatkan alamat Email baru Anda!
> >> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
> >> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
> >
> >
> >
> > ----------------------------------------------------------------
> > This message was Sent by Takaful Mail System
> >
> >
>


Kirim email ke