Kemarin, saya trmotivasi untuk ikut training yg disponsori bank bni syariah..
Menurut saya aspek layanan bank syariah harus diperkuat. Tidak hanya bicra 
gedung atau performa officer. Tp juga sistem keuangan yang digunakan. Apakah 
berani seperti gremen bank ga? Trims.

Ahmad Ifham wrote:
>               [ Attachment(s) from Ahmad Ifham included below] 
>       Dear All, 
>    
>  Menarik apa yang dikatakan Yuslam Fauzi di APCONEX 2009 / Kongres Perbanas 
> (pertengahan Mei 2009) bahwa secara eksplisit, ada 111 ayat Quran + 265 
> hadits yang membahas tentang kesejahteraan umat seperti bahasan tentang 
> kemiskinan, zakat, faqir, dll. Riba hanya disebut oleh 7 ayat + 26 hadits, 
> maysir 3 ayat dan gharar 2 hadits. 
>    
>  Melihat kenyataan tersebut, menurut saya baiknya bank syariah bisa fokus 
> untuk mengemas produk yang menarik bagi masyarakat "kebanyakan" , bikinlah 
> produk yang lebih bisa memberikan kemudahan dan meningkatkan kesejahteraan 
> masyarakat, tidak melulu menyampaikan bahwa riba itu haram. Buktikan bahwa 
> bank syariah memiliki nilai lebih dibandingkan dengan bank konvensional dari 
> sisi peningkatan kesejahteraan masyarakat (bahkan untuk muslim, non muslim), 
> kemudahan layanan, teknologi canggih, sumber daya yang kompeten, dan 
> keunggulan2 laen. 
>    
>  Memang tak ringan dan banyak hal yang harus dilakukan. Namun, itulah 
> konsekuensi jika bank syariah gak mau dibilang SEREM dan KURANG MENARIK. 
>    
>  Kecuali kalau bank syariah hanya untuk sharia loyalist, tepat sekali 
> menggunakan isu halal haram. 
>    
>  Saya jadi inget kontroversi fatwa bahwa bunga bank adalah haram. Di satu 
> sisi, fatwa ini akan menambah tingkat ke-SEREM-an bank syariah di mata 
> masyarakat "kebanyakan" . 
>    
>  Regards, 
>  Ahmad Ifham, 
>  S1 Psikologi yang sekarang kecebur di IT utk aplikasi CBS bank syariah. 
> Belum pernah jadi praktisi bank syariah. Jadi, maaf jika saya salah kata. 
>    
>  From: abdullah ubaid <ubae...@yahoo. com> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. 
> com Sent: Saturday, May 30, 2009 3:13:55 AM Subject: [ekonomi-syariah] Re: 
> PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU SARA 
>  Saya tertarik untuk urun komentar atas statemen Pak Dekan (bukan Pen Dekar 
> lho ya…) dari UI. Bagi saya, pernyataan Dekan FEUI itu tak jauh dari 
> realitas di lapangan, meski tak sepenuhnya benar. Menurutnya, perbankan 
> syariah tidak bergerak secara massif karena masih berkutat pada isu-isu 
> sektoral. Isu sektoral ini apa? Dalam konteks ini ya halal-haram. Hemat saya, 
> memang itulah yang terjadi di lapangan. Sisi pembeda antara perbankan syariah 
> dan konvensional seringkali dijelaskan pada tataran ke-HARAM-an BUNGA. "Bunga 
> itu riba maka haram, beralihlah ke bank syariah yang bebas bunga dan dijamin 
> halal," begitu kata orang-orang penganjur bank syariah yang sering saya 
> dengar. Karena yang dibicarakan acapkali terkait dengan Halal-Haram tentu 
> identik dengan—yang dikatakan Dekan FEUI—simbol jenggot dan celana 
> gantung. Simbol itu diidentikkan dengan kalangan umat Islam fanatik (untuk 
> tidak mengatakan muslim tekstual) yang, kata orang,
>  "Sedikit-sedikit fatwa haram, begini haram, begitu haram, dst…" Sekali 
> lagi, itu adalah persepsi masyarakat. Inilah yang membuat kesan SERAM bank 
> syariah. Sependek pengetahuan saya, memang begitu persepsi orang awam tentang 
> bank syariah, setidaknya respon ini saya dapat dari orang-orang awam yang 
> pernah saya ajak ngobrol. Dalam benak saya, timbul pertanyaa, mengapa 
> "persepsi salah" ini bisa menyebar di masyarakat? Saya pikir ini adalah tugas 
> kita semua, insan pejuang ekonomi syariah untuk memberikan pemahaman kepada 
> masyarakat. Di samping itu, saya kok punya "dugaan sementara", jika perbankan 
> syariah masih berkutat pada isu vis-a-vis yang sektarian, seperti halal vs 
> haram, murni syariah vs konvensional ribawi, sentiment Islam versus 
> kapitalisme Barat, maka alot untuk bisa bergerak cepat. Kalau saya urun 
> pendapat, perbankan syariah idealnya bisa mengkampanyekan nilai-nilai ekonomi 
> Islam yang Universal dan Substansial, bukan yang
>  parsial apalagi sektarian. Misalnya keberpihakan bank syariah pada ekonomi 
> wong cilik (maaf, saya tidak bermaksud mendukung Mega-Pro), dari sini lalu 
> muncul produk-produk yang bisa diserap (dengan mudah) oleh pekerja dengan 
> modal minim (micro). Saya pikir, dengan begitu, tanpa kampanye berbusa-busa 
> orang akan berbondong-bondong ngantri ke bank syariah. Betul tidak? Kalau 
> saya menyimpulkan, mungkin ini alasan Nabi mengapa riba diharamkan, jelas 
> karena konsep riba sama dengan rente yang bersifat mencekik dan eksploitatif. 
> Jadi kunci riba adalah "mencekik dan eksploitatif" . Andaikata ada produk 
> bank syariah yang ternyata "mencekik dan eksploitatif" tentu ini tergolong 
> riba. "Saatnya perbankan syariah pro poor dan anti neolib," lho kok jadi 
> ngelantur ke neolib, hiks… hiks.. Wassalam, Ubaed. --- In ekonomi-syariah@ 
> yahoogroups. com , fajarnindyo@ ... wrote: > > Perbankan syariah telah 
> terbukti menarik minat non muslim di beberapa > negara. Saya
 pernah mengikuti Seminar Perbankan Syariah di Batam dengan > pembicaranya dari 
Hongkong. Di negera mereka, perbankan syariah sedang > mendapat porsi yang 
cukup lumayan. Padahal Hongkong bukanlah negara > muslim. So, syariah itu jelas 
terbukti "applicable" , dapat diterima semua > kalangan. Kalau ada yang 
kurang-kurang, itu "oknum" yang memang salah, > bukan sistemnya. > > Wassalam, 
> > Fajar Nindyo > > > Assalamu 'alaikum Wr. Wb.. > > > > Kalau menyimak ulasan 
Dekan FE UI di bawah ini, kelihatan sekali yang > > bersangkutan jarang atau 
bahkan tidak pernah pergi ke Bank Syariah. > > Coba Cek saja, apa Beliau punya 
rekening Bank
>  Syariah...?. > > > > Seandainya di Bank Syariah ada layanan/konsultasi 
> dibidang muamalah > > Islami, saya kira malah tambah bagus. BUKAN MENGERIKAN. 
> > > > > Wasalamu 'alaikum Wr. Wb. > > > > AES > > > > > > Quoting asry sofwan 
> <ikhsanul_amal@ ...>: > > > >> Assalamu'alaykum. .. > >> > >> Menurut saya, 
> pak dekan khayalannya terlalu tinggi deh... coba liat > >> kenyataannya skrg 
> di bank syariah, tdk ada yg datang langsung > >> diceramahin, tdk ada jg 
> nuansa jenggot dan celana menggantung. .. lha > >> wong sdm nya rata2 mantan 
> sdm dari bank konvensional. ... > >> > >> Terlalu sederhana rasanya kalau 
> hanya melihat bank syariah dari sisi > >> "seram" (ini menurut pak dekan FE 
> UI). Padahal kalau di runut lebih > >> mendalam lagi, bank
>  syariah adalah bank yg berdiri di bawah pondasi > >> ekonomi syariah dan 
> ekonomi syariah bertujuan untuk kemaslahatan > >> umat.. > >> > >> Wassalam.. 
> > >> > >> NB: menurut sy kalo kita dateng ke bank syariah terus diceramahin > 
> >> (mungkin ada divisi khususnya).. . subhanallah indahnya.. apalagi > >> 
> ceramahnya mengenai dakwah ekonomi syariah.. tapi itu semua tidak > >> ada... 
> > >> > >> Oleh karena itu, doakan selalu agar bank syariah mendapat SDM yg > 
> >> benar2 mau untuk berdakwah ekonomi syariah bukan sekedar bekerja > >> 
> saja, tapi "berkakrir spiritual" dengan begitu tentu akan banyak > >> 
> perubahan dari semua sisi di bank syariah... > >> > >> Wallahu a'la > >> > >> 
> --- Pada Jum, 29/5/09, mgya...@... <mgya...@... > menulis: >
>  >> > >> Dari: mgya...@... <mgya...@... > > >> Topik: Re: [ekonomi-syariah] 
> Re: PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI > >> SYARIAH BERBAU SARA > >> Kepada: 
> ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > >> Tanggal: Jumat, 29 Mei, 2009, 12:28 AM 
> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > 
> >> > >> > >> > >> Salaam'alaik. Kalo Nicholas Sarkozy dan Paus Benedictus XVI 
> > >> yang pemimpin dunia menjagokan ekonomi syariah sebagai alternatif > >> 
> ekonomi berikutnya, kenapa kita dengerin banget
>  dan tersinggung > >> banget dg kata2 dekan tsb? Yang kontribusinya sampai 
> mana ybs? Ma > >> laa yudroku kulluh laa yutroku kulluh everyone! Hope you 
> all > >> understand! > >> > >> MGYSent from my BlackBerry® smartphone from 
> Sinyal Bagus XL, > >> Nyambung Teruuusss... !From: "Edo Segara" > >> Date: 
> Wed, 27 May 2009 08:08:49 -0000 > >> To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com> 
> > >> Subject: [ekonomi-syariah] Re: PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI > >> 
> SYARIAH BERBAU SARA > >> Pertama, saya ingin memberi masukan > >> kepada 
> Dekan FE UI Yth. tsb harus sekali-sekali magang di Bank > >> Syariah, biar 
> tau. Gak cuma mengkritik aja. Akademisi cuma bisa > >> ngomong doang. Kedua, 
> kalo saya c gak heran dengan Koran Tempo yang > >> dipimpin Goenawan Muhamad 
> ini mengangkat isu
>  penolakan bank syariah, > >> kebetulan ada kawan saya yang menjadi wartawan 
> di Tempo. Namanya > >> aja Muhamad tapi hatinya tidak seperti namanya. > >> > 
> >> Salam, > >> Edo Segara > >> http://edosegara. blogspot. com > >> > >> --- 
> In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Faozan Amar <zanamar02@ > >> ..> wrote: 
> > >> > > >> > Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis > 
> >> syariah di Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009. > >> > 
> Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan > >> 
> menimbulkan conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org > >> terdidik 
> kurang elok kalau pernyataan menyakitkan sebagian umat.... > >> Jadi kalu 
> memang Mr. Fiz tdk
>  suka, ya sebaikanya amalkan hadits Nabi > >> Muhammad SAW : Falyaqul khairan 
> aw yasmut : berkatalah yang baik > >> atau diam. Apakah dia terlalu PD karena 
> muda sdh jadi dekan? Mohon > >> komentar anggota milis > >> > > >> > > >> > > 
> >> > Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian. > >> > 
> JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi > >> > Universitas Indonesia Firmanzah 
> berpendapat, masih belum bangkitnya > >> > ekonomi syariah--khususnya 
> perbankan syariah--diKemasan Syariah > >> Kurang Menarik > >> > Masyarakat 
> Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian. > >> > JAKARTA - Dekan 
> Fakultas Ekonomi > >> > Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih 
> belum bangkitnya > >> > ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di 
> Indonesia
>  karena > >> para > >> > pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas 
> produk-produk syariah > >> dengan > >> > menarik. > >> > "Wacananya selama 
> ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," > >> kata dia dalam 
> perbincangan dengan Tempo > >> > di kantornya, Rabu lalu.. Karena itu, ia 
> menyarankan agar pelaku > >> bisnis > >> > syariah membuka diri, membuat 
> ekonomi syariah menjadi lebih keren, > >> > bersahabat, dan tidak angker. 
> Firmanzah juga mengingatkan, > >> asosiasi masyarakat terhadap > >> > bisnis 
> syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan > >> > celana 
> menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis yang > >> > seram. 
> "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah? > >> > Jangan-jangan nanti 
> diceramahi," kata
>  doktor bidang Strategi dan > >> > Manajemen Internasional dari University of 
> Lille, Prancis, ini. > >> > Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz 
> menambahkan, masih > >> > banyak kendala lainnya yang membuat aset bank 
> syariah jauh di bawah > >> > bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, 
> dan budaya. "Ternyata > >> > masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang 
> berbau sektarian > >> > seperti Islam," ucapnya. Apalagi, meski bank syariah 
> memiliki > >> istilah dan aturan main > >> > sendiri, benak konsumen masih 
> belum lepas dari mekanisme di bank > >> > konvensional dalam membuat analisis 
> investasi. Bahkan, dalam beberapa > >> > hal, mekanisme bagi hasil juga 
> mengacu pada suku bunga. > >> > Bank Indonesia mengakui industri perbankan 
> syariah tahun ini > >> > sulit
>  meningkatkan persentase asetnya dari total aset perbankan > >> > nasional. 
> Persoalannya adalah kurangnya tenaga profesional di bidang > >> > syariah. 
> Saat ini aset bank syariah masih sebesar 2,2 persen dari > >> total > >> > 
> aset perbankan nasional. > >> > "Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah 
> bisa mencapai 5 > >> > persen," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi 
> A. Sarwono, > >> Jumat > >> > lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan 
> syariah selama tiga > >> tahun > >> > terakhir sangat pesat. Namun, perbankan 
> syariah masih kekurangan > >> sumber > >> > daya manusia sekitar 15 ribu 
> orang. EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI > >> > > >> > >> > >> > >> > >> > >> > 
> >> >
>  >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > 
> >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> ____________ _________ _________ _________ 
> _________ _________ _ > >> Dapatkan alamat Email baru Anda! > >> Dapatkan 
> nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! > >> http://mail. 
> promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/ > > > > > > > > ------------ --------- 
> --------- --------- --------- --------- - > > This message was Sent by 
> Takaful Mail System > > >
>  > > 
>      



      

Kirim email ke