Asslamu'alaikum Wr Wb

Setuju dengan usulan pejuang ekonomi syariah utk presiden yang baru.
Beberapa usulan saya diantaranya :
1. Menerapkan nilai zakat dalam kebijakan perpajakan yaitu dengan menerapkan 
pajak kekayaan, dari pada pajak penghasilan seperti selama ini. Sehingga orang 
kaya di Indonesia akan dikenai pajak lebih tinggi. 
2. Mulai menerapkan nilai moneter dinar, diantaranya dengan mengarahkan 
kebijakan moneter Indonesia dengan target jangka panjang menyediakan cadangan 
emas sebagai back up uang yang beredar
3. Konsep sektor riil, semakin mendorong seluruh policy yang mendorong 
berkembangnya perekonomian di sektor riil, seperti dengan memberikan pajak yang 
tinggi bagi produk2 di sektor  moneter/pasar valas. Di samping melindungi 
produk dalam negeri dan pasar tradisional dari desakan mal - mal retail asing.
4. Menerapkan konsep kerjasama dalam keadilan. empat hal sebagai inti dari 
ekonomi syariah dimaksud kiranya muali dapat diintodusir dan dilkaji sejauhmana 
kemungkinannya untuk diterapkan dalam kebijakan Indonesia.

Perlu kami tambahkan sebagai orang yang sehari-hari menangani APBN ada beberapa 
agenda mendesak untuk diselesaikan yaitu :
1. Perlu melakukan pembagian kewenangan antara pusat dan daerah sehingga 
penanganan setiap masalah menjadi jelas, institusi yang jelas bertanggung jawab;
2. Moratorium terhadap pemekaran karena terbukti pemekaran telah menyebabkan 
beban bagi APBN kita dan secara umum telah terbukti pemekaran daerah tidak 
mengakibatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat umum hanya akan menimbulkan 
kesejahteraan segelintir politikus dan brirokrat setempat
3. Moratorium hutang karena telah terbukti bahwa hutang - hutang yang telah 
ditandatangani pada kenyataannya tidak efektif penyerapannya, yang disebabkan 
beberapa hal diantaranya ketentuan adanya NOL (No Objection Letter) dari lender 
untuk setiap pengadaan, pelaksana kegiatan tidak membutuhkan pinjaman tersebut 
(pinjaman tersebut terkesan dipaksakan)


Demikian beberapa usulan kami barangkali bermanfaat bagi kemajuan bangsa ini
Terima kasih

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Hormat kami,

Walidi
   


--- On Mon, 6/1/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Daripada 'neolib2 terus' mending kita ajukan 
konsep Ekonomi Islam
To: [email protected]
Date: Monday, June 1, 2009, 12:10 AM











    
            
            


      
      
     Sy setuju Kapan nihSent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom:  "Dr. Iwan P. Pontjowinoto" 
Date: Sun, 31 May 2009 22:55:45 +0700
To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Daripada 'neolib2 terus' mending kita ajukan     
konsep Ekonomi Islam
                           Ass.ww.Pak Iqbal,Tolong segera atur temu darat 
dengan teman2 yg mau urun rembug Solusi Ekonomi Syariah (yg bukan sekedar 
wacana atau hanya terbatas pada lembaga keuangan saja). Bisa juga sebagai 
tindak lanjut dari perumusan sementara Konsep Ekonomi Syariah yg dibuat pada 
Pertemuan Nasional MES yg lalu. Soal tempat bisa minta dukungan BMI atau BSM 
atau BNI atau BTN atau BRI, atau minta tolong Pak KetUm (di BI).Dtunggu 
ya.Wass

2009/5/30 Rangga Lesmana <rangga_the_demon@ yahoo.com>


 ......... IDEALNYA memang seperti yang bapak katakan .....but..hey. ..we live 
in "this kind of economic environment"  sejak kita merdeka .....so..... 
menurut saya diperlukan LANGKAH2 JENIUS, OUT OF THE BOX, diluar langkah2 
"biasa"...dan yg pastinya telah diantisipasi oleh para "PENJAJAH and Ganks" 
..... agar republik yang sama2 kita cintai ini tetap terjajah .......... 
 .....secara umum saya setuju dengan langkah2 yang telah bapa-bapak ungkapkan 
sebelumnya ...... tetapi jika boleh sedikit menambahkan .....ada baiknya 
langkah 2 tersebut dipakai dengan tetap pada koridor "RULE OF THE GAME" 
....yang selama ini telah dan sedang dilakukan oleh tim ekonomi kita .....yg 
suka atau tidak suka merupakan "IRAMA" yg sedang didendangkan oleh kekuatan 
ekonomi regional maupun global .......  .......singkatnya ......WE SHALL DANCE 
IN THE SAME MUSIC....... ..BUT WE MOVE IN THE DIFFERENT STYLE ........setuju 
bapak2...??? ??

--- On Fri, 5/29/09, A Nizami <nizam...@yahoo. com> wrote:

From: A Nizami <nizam...@yahoo. com> 
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Daripada 'neolib2 terus' mending kita ajukan 
konsep Ekonomi Islam
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Friday, May 29, 2009, 2:36 AM

Wa'alaikum salam wr wb,
Saya setuju.
Mungkin perlu dirumuskan program/agenda Ekonomi Islam. Mudah2an pemerintah bisa 
melaksanakannya. Saya lihat Ide2 MES, HT, dan juga rekan2 lain bisa dirumuskan 
hingga jadi lebih praktis, ringkas tapi jelas, dan mudah dilaksanakan.

Beberapa poinnya mungkin:
1. Penguatan Rupiah dengan backup emas, perak, dan tembaga. Ini meniru AS 
sebelum tahun 1971 yang memakai sistem Credit Money yang dibackup dgn emas. Ini 
perlu untuk membuat rupiah lebih stabil sehingga tidak terjadi pemiskinan 
massal karena inflasi.
 Keuntungannya buat MES, untuk back-up/transfer emas/perak ke rupiah/sebaliknya 
Bank2 Syariah bisa bekerjasama dgn ANTAM. Ini satu peluang bisnis yg bagus.
http://infoindonesi a.wordpress. com/2009/ 03/18/memperkuat -rupiah-dengan- 
koin-emas- rupiah/ 

2. Penguatan Sistem Musyarakah/Joint Venture untuk kemandirian Nasional. 90% 
kekayaan alam kita saat ini dikuasai asing. Nah pemerintah bisa mendirikan BUMN 
guna menggarap ladang2 migas, dsb. Ini bisnis yang sangat menguntungkan karena 
perusahaan yang mengelola ini rata2 tercatat sebagai 11 perusahaan terkaya 
versi Forbes 500 dengan penerimaan sampai Rp 4.900 trilyun/tahun (hampir 5 x 
APBN Indonesia). Bank2 Syariah bisa turut memodali (jika pemerintah kurang 
dana) dan menjadi pemegang saham dan menikmati sebagian keuntungannya.

3. Pembagian tanah 1-2 hektar untuk petani yang lahannya kurang dari 0,5 hektar.
http://infoindonesi a.wordpress. com/2008/ 01/15/beberapa- langkah-menguran 
gi-kemiskinan- di-indonesia/ 

4. Mendata kebutuhan impor Indonesia dan memproduksinya sendiri di dalam 
negeri. Contoh susu 80% impor. Nah ini harusnya bisa dipenuhi oleh peternak 
Indonesia dan membuka lapangan kerja. Bank Syariah bisa memodali dan pemerintah 
menyediakan lahan dan menjamin pinjamannya. Pasar Kendaraan sepeda motor yang 
6,2 juta/unit dan mobil 1 juta unit/tahun dgn nilai sekitar rp 200 trilyun 
lebih/tahun harusnya bisa dipenuhi oleh BUMN dalam negeri seperti INKA yang 
memproduksi GEA. Nah pemerintah bisa membuat aturan agar kendaraan dinas pakai 
GEA yang konsumsi bensinnya lebih irit (30 km/liter) dan harga lebih murah (Rp 
40-50 juta) sehingga menghemat anggaran.
http://infoindonesi a.wordpress. com/2009/ 02/06/mobil- nasional- gea-buatan- 
inka-seharga- rp-50-juta/

Silahkan lihat di:
http://infoindonesi a.wordpress. com 

Di situ banyak terdapat ulasan tentang ekonomi berikut solusinya termasuk 
solusi Ekonomi Islam.

Mungkin ada ide2 yang dapat dipakai dan diperbaiki bersama2 sehingga layak 
diajukan.

===
 Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media- islam.or. id

--- Pada Kam, 28/5/09, Dr. Iwan P. Pontjowinoto <i...@pontjowinoto. com> 
menulis:

Dari: Dr. Iwan P. Pontjowinoto <i...@pontjowinoto. com>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Daripada 'neolib2 terus' mending kita ajukan 
konsep Ekonomi Islam
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
 Tanggal: Kamis, 28 Mei, 2009, 9:31 PM


Ass.ww. Rekan2 sekalian, sy sangat setuju dengan pendapat mas Rachmad 
Satriotomo. Daripada membahas masalah NeoLib atau konsep2 lain yg tidak kita 
setujui, kenapa kita nggak ajukan Konsep Ekonomi Islami lengkap dengan 
kebijakan dan implementasi kebijakan yang sesuai dan relevan dgn situasi dan 
kondisi Indonesia.  Saya yakin sekali bahwa ketiga pasangan Capres-Cawapres 
pasti mau mendengar usulan kita.Dan Tim Sukses mereka pasti akan mengkaji 
usulan kita.Nggak usah jadi Menteri dekh, nanti bisa 'sial' spt Bu Ani >> "udah 
kerja keras, diomelin melulu"
Kita khan yakin bhw Allah Maha Mengetahui, Maha Adil dan Maha Kuasa.Jadi kalau 
yg kita usulkan sesuai dengan ajaran agama Islam dan bermanfaat bagi ummat dan 
bagi Indonesia,Pasti Allah SWT akan membukakan jalan . . . Insya 
Allah. Wassalam,2009/5/28 Rachmad Satriotomo <satrio_eco_5@ yahoo.com>


Salam..

Wah2, orang FEUI lagi laris ya jadi perbincangan sekarang. Pak Fiz, Pak Faisal 
dan sekarang bang dede (chatib basri).

Bagi saya neolib atau kerakyatan itu sesuatu yang abstrak.
Kenapa kita tidak mencoba berdiskusi di tataran kebijakan yang lebih riil?
 Yang harusnya dipermasalahkan bukan apakah seseorang neolib atau kerakyatan 
(itu memang masalah, tapi itu kan urusan masing2 orang), tapi kebijakan yang 
diambilnya apakah berdampak positif atau negatif? tentunya hal ini juga harus 
dinilai secara ilmiah dengan cost & benefit analysis (CBA) bukan argumentasi 
ideologis semata.

Bahwa biaya sekolah murah, harga pangan terjangkau, pengelolaan SDA yang 
memberikan manfaat bagi rakyat, BBM  murah itu bagus semua juga tahu. 
Masalahnya apa iya dengan menggratiskan sekolah masalah selesai? harus 
dipikirkan juga kemampuan anggaran. apa iya dengan mensubsidi BBM tidak 
menimbulkan masalah baru? harus dipikirkan juga konsumsi BBM kita yang 
berlebihan selama ini dan tidak efisien. apa iya pengelolaan BUMN selama ini 
sudah efisien? malah BUMN masa lalu adalah sarang korupsi yang cuma memberatkan 
anggaran.

Permasalahan terjadi secara simultan dan bertubi2. Paling enak memang jadi 
kritikus yang boleh2 saja memiliki perspektif sempit. Hanya tau bahwa harga BBM 
tidak boleh naik, tapi kalo ga naik terus pemerintah nambah utang marah2 juga. 
Pemerintah harus memikirkan semua aspek. Permasalahan begitu kompleks, rumit. 
Sementara keputusan harus dibuat.. Setidaknya tunjukkan respek kita pada 
pengambil kebijakan dengan memberikan kritik yang membangun. Memberikan solusi. 
Di FEUI ada anekdot, “lulusan FEUI paling sial jadi menteri�. Lalu 
Sri Mulyani bilang, ternyata memang betul2 sial. Sudah kerjanya berat, 
dimarahin orang mulu.  Semakin membaca milis ini saya jadi semakin menyadari 
bahwa sebenarnya kita, ekonom muslim, pun tidak memiliki solusi atas 
permasalahan yang terjadi. perdebatan yang terjadi berputar2 di tataran 
ideologis yang tidak jelas juntrungannya.
 Memangnya apa sih neolib itu? apa sih ekonomi kerakyatan itu?
apa ukuran2nya hingga sesuatu disebut neolib atau kerakyatan?
apakah kerakyatan itu seperti chavez yang populer itu? atau seperti negara2 
arab yang membayar pengangguran? semuanya mesti gratis dengan dibiayai SDA? 
berapa lama mereka bisa bertahan? apa jadinya mereka kalau minyaknya habis? 
mati.
 pola2 pembangunan yang tidak sustainable tidak bisa dibenarkan.

Lalu jadi harus apa? saya juga tidak tahu. kalau tahu sih sudah jadi menteri.
cuma ingin mengusulkan agar diusahakan memberikan iklim ilmiah dalam diskusi di 
milis ini ke depannya.


salam

Kritik terbesar terhadap liberalisme adalah ketidakliberalan- nya itu sendiri. 
Mereka terkungkung dengan logika bahwa segala sesuatu itu harus liberal dan 
bebas nilai dan menafikan bahwa terdapat kemungkinan di luar itu.




-- 
Iwan P. Pontjowinoto
(62-811) 92 1954  

ZAP Finance 
Menara Karya 28th Floor
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2, Jakarta 12950 
Telp      : (62-21) 5789 5505, Fax       : (62-21) 5789 5888
 Website: www.zapfin.com

Yahoo! Upcoming: Singapore Arts Festival 2009 15 Mei - 14 Juni 2009. Lihat! 




-- 
Iwan P. Pontjowinoto
(62-811) 92 1954  

ZAP Finance 
Menara Karya 28th Floor
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2, Jakarta 12950 
Telp      : (62-21) 5789 5505, Fax       : (62-21) 5789 5888
 Website: www.zapfin.com
                                           
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke