........ I'M IN PAK .....Rangga Lesmana .........tentuin tempat dan waktunya 
...nanti pasti sayadatang .......oiya kontek persen nya juga ....thx b4 
.....kalo bisa para sesepuh MES juga diajak .....biar tambah berbobot ..........

--- On Mon, 6/1/09, [email protected] <[email protected]> 
wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Daripada 'neolib2 terus' mending kita ajukan 
konsep Ekonomi Islam
To: [email protected]
Date: Monday, June 1, 2009, 9:29 PM








Ikut daftar urutan berikutnya muhammad syakir sula. Sy usul kopi daratnya bukan 
di gedung tapi tempat terbuka sambil ngobrol2 santai tapi terarah. Misalnya 
sambil olah raga minggu pagi di glora bung karno ato parkir timur senayan, 
tentu sambil pasang tenda, dan datang bersama keluarga. Mes kan tiap bulan sdh 
ada seminar, jd gmn klo kita bikin yg agak lain (unik) dikit. Ini cuma usul 
aja, tp jgn diperdebatkan lg kyk 'neolib'. Kita anggota milis kan mmg termasuk 
keturunan ahli debat ha ha ha.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Achmad Iqbal 
Date: Mon, 1 Jun 2009 22:29:50 +0700
To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Daripada 'neolib2 terus' mending kita ajukan 
konsep Ekonomi Islam



Ass.ww

saya melihat begitu semangatnya rekan-rekan memberikan usulan solusi ekonomi 
syariah untuk kejayaan bangsa ini. Semangat untuk menerapkan syariah di seluruh 
sendi kehidupan. Saya berikan apresiasi yang sangat luar biasa. Menyambut 
keinginan pak iwan untuk kopi darat, segera akan kami tindak lanjuti.

Namun untuk mengetahui berapa besar ruangan yang dibutuhkan untuk acara kopi 
darat ini, silahkan mendaftarkan diri siapa saja yang ingin hadir dan 
memberikan kontribusi dalam acara kopi darat tersebut. Nama-nama yang sudah 
terlihat adalah :

1. Dr. Iwan Pontjowinoto
2. Agus Nizamin
3. Walidi
4.......
5.....

Silahkan isi nama peserta selanjutnya.

Ketika sudah terdaftar semua, maka kami dengan mudah mengajukan permohonan 
peminjaman ruangan. Sehingga ruang yang dpinjam sesuai dengan kapasitas peserta 
yang ingin ikut.

Demikian dulu info dari saya.


Pada 31 Mei 2009 22:55, Dr. Iwan P. Pontjowinoto <i...@pontjowinoto. com> 
menulis:









Ass.ww.
Pak Iqbal,
Tolong segera atur temu darat dengan teman2 yg mau urun rembug Solusi Ekonomi 
Syariah (yg bukan sekedar wacana atau hanya terbatas pada lembaga keuangan 
saja). Bisa juga sebagai tindak lanjut dari perumusan sementara Konsep Ekonomi 
Syariah yg dibuat pada Pertemuan Nasional MES yg lalu.
Soal tempat bisa minta dukungan BMI atau BSM atau BNI atau BTN atau BRI, 
atau minta tolong Pak KetUm (di BI).
Dtunggu ya.
Wass


2009/5/30 Rangga Lesmana <rangga_the_demon@ yahoo.com>
















 
......... IDEALNYA memang seperti yang bapak katakan .....but..hey. ..we live 
in "this kind of economic environment"  sejak kita merdeka .....so..... 
menurut saya diperlukan LANGKAH2 JENIUS, OUT OF THE BOX, diluar langkah2 
"biasa"...dan yg pastinya telah diantisipasi oleh para "PENJAJAH and Ganks" 
..... agar republik yang sama2 kita cintai ini tetap terjajah ..........
 
.....secara umum saya setuju dengan langkah2 yang telah bapa-bapak ungkapkan 
sebelumnya ...... tetapi jika boleh sedikit menambahkan .....ada baiknya 
langkah 2 tersebut dipakai dengan tetap pada koridor "RULE OF THE GAME" 
....yang selama ini telah dan sedang dilakukan oleh tim ekonomi kita .....yg 
suka atau tidak suka merupakan "IRAMA" yg sedang didendangkan oleh kekuatan 
ekonomi regional maupun global .......
 
.......singkatnya ......WE SHALL DANCE IN THE SAME MUSIC....... ..BUT WE MOVE 
IN THE DIFFERENT STYLE ........setuju bapak2...??? ??

--- On Fri, 5/29/09, A Nizami <nizam...@yahoo. com> wrote:


From: A Nizami <nizam...@yahoo. com> 

Subject: Re: [ekonomi-syariah] Daripada 'neolib2 terus' mending kita ajukan 
konsep Ekonomi Islam
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Friday, May 29, 2009, 2:36 AM









Wa'alaikum salam wr wb,
Saya setuju.
Mungkin perlu dirumuskan program/agenda Ekonomi Islam. Mudah2an pemerintah bisa 
melaksanakannya. Saya lihat Ide2 MES, HT, dan juga rekan2 lain bisa dirumuskan 
hingga jadi lebih praktis, ringkas tapi jelas, dan mudah dilaksanakan.

Beberapa poinnya mungkin:
1. Penguatan Rupiah dengan backup emas, perak, dan tembaga. Ini meniru AS 
sebelum tahun 1971 yang memakai sistem Credit Money yang dibackup dgn emas. Ini 
perlu untuk membuat rupiah lebih stabil sehingga tidak terjadi pemiskinan 
massal karena inflasi.
Keuntungannya buat MES, untuk back-up/transfer emas/perak ke rupiah/sebaliknya 
Bank2 Syariah bisa bekerjasama dgn ANTAM. Ini satu peluang bisnis yg bagus.
http://infoindonesi a.wordpress. com/2009/ 03/18/memperkuat -rupiah-dengan- 
koin-emas- rupiah/ 


2. Penguatan Sistem Musyarakah/Joint Venture untuk kemandirian Nasional. 90% 
kekayaan alam kita saat ini dikuasai asing. Nah pemerintah bisa mendirikan BUMN 
guna menggarap ladang2 migas, dsb. Ini bisnis yang sangat menguntungkan karena 
perusahaan yang mengelola ini rata2 tercatat sebagai 11 perusahaan terkaya 
versi Forbes 500 dengan penerimaan sampai Rp 4.900 trilyun/tahun (hampir 5 x 
APBN Indonesia). Bank2 Syariah bisa turut memodali (jika pemerintah kurang 
dana) dan menjadi pemegang saham dan menikmati sebagian keuntungannya.

3. Pembagian tanah 1-2 hektar untuk petani yang lahannya kurang dari 0,5 hektar.
http://infoindonesi a.wordpress. com/2008/ 01/15/beberapa- langkah-menguran 
gi-kemiskinan- di-indonesia/ 


4. Mendata kebutuhan impor Indonesia dan memproduksinya sendiri di dalam 
negeri. Contoh susu 80% impor. Nah ini harusnya bisa dipenuhi oleh peternak 
Indonesia dan membuka lapangan kerja. Bank Syariah bisa memodali dan pemerintah 
menyediakan lahan dan menjamin pinjamannya. Pasar Kendaraan sepeda motor yang 
6,2 juta/unit dan mobil 1 juta unit/tahun dgn nilai sekitar rp 200 trilyun 
lebih/tahun harusnya bisa dipenuhi oleh BUMN dalam negeri seperti INKA yang 
memproduksi GEA. Nah pemerintah bisa membuat aturan agar kendaraan dinas pakai 
GEA yang konsumsi bensinnya lebih irit (30 km/liter) dan harga lebih murah (Rp 
40-50 juta) sehingga menghemat anggaran.
http://infoindonesi a.wordpress. com/2009/ 02/06/mobil- nasional- gea-buatan- 
inka-seharga- rp-50-juta/

Silahkan lihat di:
http://infoindonesi a.wordpress. com 




Di situ banyak terdapat ulasan tentang ekonomi berikut solusinya termasuk 
solusi Ekonomi Islam.

Mungkin ada ide2 yang dapat dipakai dan diperbaiki bersama2 sehingga layak 
diajukan.

===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media- islam.or. id

--- Pada Kam, 28/5/09, Dr. Iwan P. Pontjowinoto <i...@pontjowinoto. com> 
menulis:





Dari: Dr. Iwan P. Pontjowinoto <i...@pontjowinoto. com>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Daripada 'neolib2 terus' mending kita ajukan 
konsep Ekonomi Islam
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Tanggal: Kamis, 28 Mei, 2009, 9:31 PM









Ass.ww.
 
Rekan2 sekalian, sy sangat setuju dengan pendapat mas Rachmad Satriotomo.
 
Daripada membahas masalah NeoLib atau konsep2 lain yg tidak kita setujui, 
kenapa kita nggak ajukan Konsep Ekonomi Islami lengkap dengan kebijakan dan 
implementasi kebijakan yang sesuai dan relevan dgn situasi dan kondisi 
Indonesia.
 
Saya yakin sekali bahwa ketiga pasangan Capres-Cawapres pasti mau mendengar 
usulan kita.
Dan Tim Sukses mereka pasti akan mengkaji usulan kita.
Nggak usah jadi Menteri dekh, nanti bisa 'sial' spt Bu Ani >> "udah kerja 
keras, diomelin melulu"

Kita khan yakin bhw Allah Maha Mengetahui, Maha Adil dan Maha Kuasa.
Jadi kalau yg kita usulkan sesuai dengan ajaran agama Islam dan bermanfaat bagi 
ummat dan bagi Indonesia,
Pasti Allah SWT akan membukakan jalan . . . Insya Allah.
 
Wassalam,



2009/5/28 Rachmad Satriotomo <satrio_eco_5@ yahoo.com>
















Salam..

Wah2, orang FEUI lagi laris ya jadi perbincangan sekarang. Pak Fiz, Pak Faisal 
dan sekarang bang dede (chatib basri).

Bagi saya neolib atau kerakyatan itu sesuatu yang abstrak.
Kenapa kita tidak mencoba berdiskusi di tataran kebijakan yang lebih riil?
Yang harusnya dipermasalahkan bukan apakah seseorang neolib atau kerakyatan 
(itu memang masalah, tapi itu kan urusan masing2 orang), tapi kebijakan yang 
diambilnya apakah berdampak positif atau negatif? tentunya hal ini juga harus 
dinilai secara ilmiah dengan cost & benefit analysis (CBA) bukan argumentasi 
ideologis semata.

Bahwa biaya sekolah murah, harga pangan terjangkau, pengelolaan SDA yang 
memberikan manfaat bagi rakyat, BBM  murah itu bagus semua juga tahu. 
Masalahnya apa iya dengan menggratiskan sekolah masalah selesai? harus 
dipikirkan juga kemampuan anggaran. apa iya dengan mensubsidi BBM tidak 
menimbulkan masalah baru? harus dipikirkan juga konsumsi BBM kita yang 
berlebihan selama ini dan tidak efisien. apa iya pengelolaan BUMN selama ini 
sudah efisien? malah BUMN masa lalu adalah sarang korupsi yang cuma memberatkan 
anggaran.

Permasalahan terjadi secara simultan dan bertubi2. Paling enak memang jadi 
kritikus yang boleh2 saja memiliki perspektif sempit. Hanya tau bahwa harga BBM 
tidak boleh naik, tapi kalo ga naik terus pemerintah nambah utang marah2 juga. 
Pemerintah harus memikirkan semua aspek. Permasalahan begitu kompleks, rumit. 
Sementara keputusan harus dibuat.. Setidaknya tunjukkan respek kita pada 
pengambil kebijakan dengan memberikan kritik yang membangun. Memberikan solusi. 
Di FEUI ada anekdot, “lulusan FEUI paling sial jadi menteri�. Lalu 
Sri Mulyani bilang, ternyata memang betul2 sial. Sudah kerjanya berat, 
dimarahin orang mulu.

 
Semakin membaca milis ini saya jadi semakin menyadari bahwa sebenarnya kita, 
ekonom muslim, pun tidak memiliki solusi atas permasalahan yang terjadi. 
perdebatan yang terjadi berputar2 di tataran ideologis yang tidak jelas 
juntrungannya.
Memangnya apa sih neolib itu? apa sih ekonomi kerakyatan itu?
apa ukuran2nya hingga sesuatu disebut neolib atau kerakyatan?
apakah kerakyatan itu seperti chavez yang populer itu? atau seperti negara2 
arab yang membayar pengangguran? semuanya mesti gratis dengan dibiayai SDA? 
berapa lama mereka bisa bertahan? apa jadinya mereka kalau minyaknya habis? 
mati.
pola2 pembangunan yang tidak sustainable tidak bisa dibenarkan.

Lalu jadi harus apa? saya juga tidak tahu. kalau tahu sih sudah jadi menteri.
cuma ingin mengusulkan agar diusahakan memberikan iklim ilmiah dalam diskusi di 
milis ini ke depannya.


salam

Kritik terbesar terhadap liberalisme adalah ketidakliberalan- nya itu sendiri. 
Mereka terkungkung dengan logika bahwa segala sesuatu itu harus liberal dan 
bebas nilai dan menafikan bahwa terdapat kemungkinan di luar itu.







-- 
Iwan P. Pontjowinoto
(62-811) 92 1954  

ZAP Finance 
Menara Karya 28th Floor
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2, Jakarta 12950 
Telp      : (62-21) 5789 5505, Fax       : (62-21) 5789 5888
Website: www.zapfin.com


Yahoo! Upcoming: Singapore Arts Festival 2009 15 Mei - 14 Juni 2009. 

Lihat! 










-- 
Iwan P. Pontjowinoto
(62-811) 92 1954  

ZAP Finance 
Menara Karya 28th Floor
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 1-2, Jakarta 12950 
Telp      : (62-21) 5789 5505, Fax       : (62-21) 5789 5888
Website: www.zapfin.com




-- 
Achmad Iqbal
iq.c...@gmail. com
















      

Kirim email ke