Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sejak 2001, harga emas dalam US$ mengalami kenaikan rata-rata 17% per tahun.
Sementara inflasi di US$ pada periode yang sama rata-rata 2%. Bandingkan
dengan data sejak 1968-2001 di mana kenaikan harga emas rata-rata hanya 6%
per tahun dan inflasi rata-rata 5%.

Inflasi emas yang jauh lebih tinggi dari inflasi barang dan jasa sejak tahun
2001 menunjukkan 2 kemungkinan:
1. Emas sedang mengalami bubble. Suatu saat ia akan kembali pada hubungan
 jangka panjang antara harga emas dengan harga barang dan jasa lainnya.
2. Jika yang terjadi adalah decoupling antara harga emas dengan harga barang
dan jasa lain, di mana harga keduanya tidak lagi naik seiring, maka emas
tidak lagi cocok dijadikan mata uang. Karena ekonomi yang menggunakan uang
emas akan mengalami deflasi sebesar 15% per tahun (inflasi emas - inflasi
barang dan jasa). Deflasi double digit ini justru lebih berbahaya daripada
inflasi satu digit yang dialami uang kertas.

Saya lebih cenderung pada kemungkinan pertama. Tanda-tanda satu komoditas
yang bubble adalah ketika banyak orang percaya bahwa komoditas tersebut akan
mengalami kenaikan harga secara permanen dengan tingkat yang jauh lebih
tinggi daripada inflasi. Dengan kata lain, komoditas itu dapat memberikan
capital gain terus-menerus.

If it appears too good to be true, then it is usually not true.

Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

------
Muhamad Said Fathurrohman
Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga
id.linkedin.com/in/msaidf


2010/5/7 risnandar <[email protected]>

>
>
>
> Sulit untuk membayangkan dengan kondisi saat ini, bahwa ke depan *bubble*emas 
> akan pecah. Dengan ketidakpastian kondisi perekonomian konvensional dan
> keterkaitan emas dengan *fiat money* khususnya dollar AS, emas akan
> menjadi *safe haven* bagi para investor dengan dollar-nya yang melimpah di
> pasar, terlebih dengan denominasi emas menggunakan dollar AS. Spekulasi akan
> harga emas yang akan terus meroket juga kencang didengungkan di pasar.
> Dasar-dasar keistimewaan emas di atas lah yang menjadikan emas sebagai *safe
> haven *dan justru akan mendongkrak harga emas di tengah ketidakpastian
> ekonomi konvensional saat ini. Negara-negara di Asia Selatan (India, Sri
> Lanka dan Bangladesh) telah membeli emas IMF yang semakin membuat harga emas
> naik), bahkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT/Cina) juga memberikan sinyal
> untuk juga ikut membeli emas. Semakin perekonomian tidak pasti, maka emas
> semakin menjadi pasti (dikarenakan keamanan dan kenaikan harganya). Adalah
> normal saat uang kertas yang Anda pegang tergerus inflasi dan semakin
> menurun nilainya, Anda beralih memegang emas. Hanya celakanya emas digunakan
> sebagai komoditas, buka sebagai medium pertukaran.
>
> Konsekuensi "sifat" emas sudah sebaiknya ditujukan pada tempatnya, yaitu
> medium pertukaran. Sebaiknya kaum muslim dan penggiat ekonomi syariah tidak
> pula menambahkan volatilitas yang sudah terjadi pada harga emas sebagai
> komoditi, dengan investasi yang sifatnya spekulatif dan *margin trading*.
> Kelak, inshaALLAH, emas akan menjadi parameter utama dalam perekonomian,
> bukan *fiat money*. Mengapa ancaman ALLAH yang begitu jelas masih juga
> ditantang oleh para penimbun emas?
>
> Salam hangat,
>
>
>
>
>
>  *Rab, 5/5/10, M Said Fathurrohman <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: M Said Fathurrohman <[email protected]>
> Judul: Re: [ekonomi-syariah] kaya melalui investasi emas secara syariah
> (Jurus cerdas berkebun emas)
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Rabu, 5 Mei, 2010, 11:14 AM
>
>
>
>
> Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
>
> Jangan campur adukkan wacana mata uang dinar sebagai alat transaksi dalam
> ekonomi Islam dengan spekulasi emas yang justru tidak Islami.
>
> Kebun Emas hanya bisa membuat untung berlipat-lipat kalau harga emas naik
> terus. Kalau harga emas turun, investor Kebun Emas akan rugi berlipat-lipat
> pula.
>
> Apakah kita sudah lupa dengan kerugian yang dialami investor saham pada
> akhir 2008 lalu? Sebelum itu, banyak orang mendadak jadi investor saham
> karena mereka melihat harga saham naik terus. Padahal kenaikan harga saham
> itu sudah tidak wajar (bubble) karena tidak didukung fundamental. Saat
> bubble saham pecah, banyak orang bangkrut.
>
> Dilihat dari sejarah harga emas, kenaikan pesat harga emas sejak tahun 2000
> menunjukkan tanda-tanda bubble. Saya kira pecahnya bubble emas tinggal
> menunggu waktu.
>
> Wallohu a'lam.
>
> Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
>
> ------
> Muhamad Said Fathurrohman
> id.linkedin. com/in/msaidf <http://id.linkedin.com/in/msaidf>
>
>
> 2010/5/5 abah sulthan <rusman1...@yahoo. 
> com<http://mc/[email protected]>
> >
>
>>
>>
>> Assalamu'alaikum wr wb,
>>
>> Insya ALLAH BRISYariah akan memberikan persembahan SEMINAR GRATIS buat
>> warga IBUKOTA, seminar mengenai "JURUS CERDAS BERKEBUN EMAS" akan dibawakan
>> langsung oleh pakar dan pencetus idea nya yaitu Pak Rully Kustandar 
>> (www.kebunemas.
>> com <http://www.kebunemas.com/>).
>> Seminar ini akan diadakan di
>> Tempat    : LOUNGE RUmah iB di REI EXPO JCC Hall A
>> Tanggal   : Tanggal  7 Mei 2010
>> Pukul        : 16.00-18.00 WIB.
>>
>> Anda akan dipandu, bagaimana caranya :
>> 1. Membeli emas dengan modal hanya 1/3 dari harga emas
>> 2. Memiliki emas hingga 1.5Kg dalam waktu tiga bulan
>> 3. Mengamankan berapapun kekayaan anda hingga puluhan sampai ratusan tahun
>> kedepan.
>>
>> Ingat SEMINAR ini Gratis dan terbuka untuk umum, daripada anda beli
>> EBOOKNya or menghadiri seminar regularnya  biasanya harus merogoh kocek
>> 200rb-an.
>>
>> MElalui jurus cerdas ini, anda akan dipandu bisa KAYA melalui investasi
>> emas secara Syariah, akan dipandu secara personal oleh team2 dari
>> BRISyariah.
>>
>> Silahkan sebarkan email ini ke teman-teman, saudara-saudara, kawan-kawan
>> dll.
>>
>> Demikian informasinya, ingat TANGGAL 7 MAI JAM 4 SORE DI REI EXPO JCC Hall
>> A.
>> Kita ketemu disana, informasi lebih lanjut silahkan hubungi saya japri.
>>
>> wassalam
>>
>>
>> Maman
>> 0815-11200138
>>
>>
>>
>
>  
>

Kirim email ke