setuju mas rahmat
memang bukan sekedar kertas bergambar
klo kertas bergambar itu di backup dengan cadangan emas / kekayaan
apapaun yg senilai, pasti masuk akal

tp klo bener2 kertas bergambar tanpa cadangan back up apapun, ya kita
pasti bener2 dibodohin dong

reminbi punya backup emas (kekayaan riil ) yg cukup
klo USD ? apakah ada cadangan kekayaan USA yg bener2 sebanding dengan
jumlah USD yg beredar ?

klo USD masih dibackup dengan emas (jaman sebelum bretton wood), sah
saja pake USD sbg alat tukar
tp skrg USD sudah jadi komoditi kan ? bukan sekadar alat tukar

CMIIW


regards


rudi

On 5/12/10, Rachmad Satriotomo <[email protected]> wrote:
> mas rudi, ini bukan masalah SDA kita ditukar dengan kertas bergambar atau
> bit2 komputer. karena kertas bergambar dan bit2 komputer itu pun bisa kita
> tukar dengan mobil jepang atau komputer AS. yang penting adalah bagaimana
> agar nilai US Dollar stabil agar tidak ada transfer kekayaan dari seluruh
> dunia kepada AS dengan pencetakan uang itu. agar tidak ada ekspor inflasi
> dari AS ke seluruh dunia.
>
> cara yang mungkin adalah buat mata uang tandingan, jadi dia ga monopoli dan
> ga bisa seenaknya. orang punya alternatif, milih menggunakan Euro misalnya.
> namun untuk propose penggunaan mata uang baru juga tidak mudah, butuh
> perekonomian besar untuk menyokong mata uang untuk devisa seperti itu,
> seperti Uni Eropa dengan Euro misalnya atau China dengan renminbi-nya yang
> sedang gencar2nya promosi. jadi kuncinya ada di peningkatan produktivitas
> negara2 muslim dulu sehingga volume perdagangannya meningkat dan mata
> uangnya banyak dipakai.
>
> lagipula kalau yang dimaksud dengan dinar dan dirham adalah emas dan perak
> lebih sulit lagi, ingat "gresham law" (tanda kutip), bad money drives good
> money out of circulation. jika kita memiliki uang emas dan dollar, kita akan
> memilih bertransaksi menggunakan dollar dan menyimpan emasnya, karena kita
> tau emas good money. jadi yang muter pasti bad money. rugi kalo ngelempar
> good money sementara orang lain memakai bad money, ga bakal balik lagi tuh
> emas kita. mata uang itu yang penting stabil, agar tidak ada kezhaliman
> terhadap pemegang mata uang tersebut.
>
> Salam,
>
>
> http://rachmad-satriotomo.blogspot.com/
>
> --- On Wed, 5/12/10, rudi hidayat <[email protected]> wrote:
>
> From: rudi hidayat <[email protected]>
> Subject: Re: [ekonomi-syariah] Akhir dari Sistem Mata Uang Emas - The end of
> the Bretton Woods System (1972–81)
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, May 12, 2010, 9:20 AM
>
> iya kasian sekali indonesia dan negara berkembang yang kaya akan
> sumber daya alam.
> kekayaan kita ditukar dengan kertas bergambar george washington aja,
> atau yg lebih parah, kekayaan kita cuma dituker dengan bit-bit di
> hardisk komputer krn pembayaran dilakukan secara elektronik
>
> maka dari itu segala upaya menjadikan dinar-dirham sebagai mata uang
> pasti akan ditentang oleh US dan antek-antek neolib nya
>
> jangankan dinar-dirham, mo pake mata uang sendiri aja untuk
> perdagangan bilateral antar negara ditentang habis2an oleh US
>
> sampai kapan kita dibodohi seperti ini ?
>
>
>
> On 5/11/10, A Nizami <[email protected]> wrote:
>> Akhir dari Sistem Mata Uang Emas - The end of the Bretton Woods System
>> (1972–81)
>>
>> Saya lihat sebetulnya pematokan mata uang dollar ke emas berjalan cukup
>> baik
>> hingga tahun 1971. Untuk setiap uang kertas dollar yang dikeluarkan ada
>> jaminan emasnya. Jadi pemerintah AS tidak bisa semena2 mencetak uang
>> dollar.
>> Para spekulan uang juga sulit berspekulasi pada mata uang karena dipatok
>> tetap terhadap emas.
>>
>> Namun perang Vietnam membuat pengeluaran pemerintah AS membengkak.
>> Pemerintah AS harus mencetak dollar jauh di atas jaminan emas yang
>> dimiliki.
>>
>> Jadi sebetulnya keserakahan dan peranglah yang membuat emas tidak dipakai
>> sebagai patokan/jaminan. Pemerintah AS bebas mencetak dollar sebanyak2nya
>> untuk membiayai perang.
>>
>> Nilai dollar dan juga uang kertas lainnya ditentukan oleh para pelaku
>> Pasar
>> Uang.
>>
>> Sialnya jika orang masih percaya dgn dollar AS, terhadap rupiah tidak
>> begitu. Untuk menjamin nilai rupiah, pemerintah Indonesia harus
>> mendapatkan
>> dollar sebagai jaminan agar nilai rupiah stabil.
>>
>> Jika AS tinggal tekan tombol printer untuk mencetak dollar, untuk
>> mendapatkan dollar, Indonesia harus menjual migas dan kekayaan alamnya,
>> berhutang, serta mengundang investor asing. Indonesia akhirnya jadi
>> terjajah
>> karena kekayaan alam dan perekonomiannya dikuasai asing.
>>
>> Perusahaan asing kaya raya dan masuk dalam daftar perusahaan terkaya versi
>> Forbes 500, sementara mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan.
>>
>> The end of the Bretton Woods System (1972–81)
>>
>> The multimedia content on this page cannot be printed.
>>
>> In order to view this page you need to have Flash Player 8+ support and
>> JavaScript enabled.
>>
>> Keywords: IMF, About the IMF
>> Get Adobe Flash player
>>
>> Video (3:29): Former U.S. President Richard Nixon announces end of dollar
>> link to gold
>> U.S. gas station during the 1970s oil price shock.
>>
>> U.S. gas station during the 1970s oil price shock.
>> Related Links
>>
>>     * End of Bretton Woods system
>>     * Nixon address
>>     * 1973 oil crisis
>>     * IMF chronology
>>     * IMF Articles of Agreement
>>     * IMF-World Bank library
>>     * List of IMF managing directors
>>
>> By the early 1960s, the U.S. dollar's fixed value against gold, under the
>> Bretton Woods system of fixed exchange rates, was seen as overvalued. A
>> sizable increase in domestic spending on President Lyndon Johnson's Great
>> Society programs and a rise in military spending caused by the Vietnam War
>> gradually worsened the overvaluation of the dollar.
>>
>> End of Bretton Woods system
>>
>> The system dissolved between 1968 and 1973. In August 1971, U.S. President
>> Richard Nixon announced the "temporary" suspension of the dollar's
>> convertibility into gold. While the dollar had struggled throughout most
>> of
>> the 1960s within the parity established at Bretton Woods, this crisis
>> marked
>> the breakdown of the system. An attempt to revive the fixed exchange rates
>> failed, and by March 1973 the major currencies began to float against each
>> other.
>>
>> Since the collapse of the Bretton Woods system, IMF members have been free
>> to choose any form of exchange arrangement they wish (except pegging their
>> currency to gold): allowing the currency to float freely, pegging it to
>> another currency or a basket of currencies, adopting the currency of
>> another
>> country, participating in a currency bloc, or forming part of a monetary
>> union.
>>
>> Oil shocks
>>
>> Many feared that the collapse of the Bretton Woods system would bring the
>> period of rapid growth to an end. In fact, the transition to floating
>> exchange rates was relatively smooth, and it was certainly timely:
>> flexible
>> exchange rates made it easier for economies to adjust to more expensive
>> oil,
>> when the price suddenly started going up in October 1973. Floating rates
>> have facilitated adjustments to external shocks ever since.
>>
>> The IMF responded to the challenges created by the oil price shocks of the
>> 1970s by adapting its lending instruments. To help oil importers deal with
>> anticipated current account deficits and inflation in the face of higher
>> oil
>> prices, it set up the first of two oil facilities.
>>
>> Helping poor countries
>>
>> From the mid-1970s, the IMF sought to respond to the balance of payments
>> difficulties confronting many of the world's poorest countries by
>> providing
>> concessional financing through what was known as the Trust Fund. In March
>> 1986, the IMF created a new concessional loan program called the
>> Structural
>> Adjustment Facility. The SAF was succeeded by the Enhanced Structural
>> Adjustment Facility in December 1987.
>>
>> http://www.imf.org/external/about/histend.htm
>>
>> ===
>> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
>> http://media-islam.or.id
>> Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
>> Belajar Islam via SMS:
>> http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone
>>
>>
>>
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> ===========================
>> SPONSOR Tahunan MES 2009 :
>> 1. Bank Muamalat Indonesia
>> 2. Bank Syariah Mandiri
>> 3. Bank BNI Syariah
>> 4. Pegadaian Syariah
>> 5. Bank BRI Syariah
>> 6. Bank Bukopin Syariah
>> ====================================================
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>
>
> ------------------------------------
>
> ===========================
> SPONSOR Tahunan MES 2009 :
> 1. Bank Muamalat Indonesia
> 2. Bank Syariah Mandiri
> 3. Bank BNI Syariah
> 4. Pegadaian Syariah
> 5. Bank BRI Syariah
> 6. Bank Bukopin Syariah
> ====================================================
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>


------------------------------------

===========================
SPONSOR Tahunan MES 2009 :
1. Bank Muamalat Indonesia
2. Bank Syariah Mandiri
3. Bank BNI Syariah
4. Pegadaian Syariah
5. Bank BRI Syariah
6. Bank Bukopin Syariah
====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke