Teman-teman, barangkali bisa terilhami kisah sufistik Maulana Jalaluddin Rumi.
 
Empat orang buta diminta menyentuh seekor gajah yang sangat besar.
Masing-masing kemudian diminta menggambarkan seperti apakah gajah.
Satu orang mengatakan gajah seperti tiang yang kokoh 
Satu lagi mengatakan gajah itu lebar 
Satu lagi mengatakan gajah itu panjang
satu lagi mengatakan gajah itu keras tajam
 
Tak ada yang menggambarkan gajah secara utuh
Orang pertama memegang kaki gajah
Orang buta kedua memegang kuping gajah
Orang ketiga memegang belalai gajah
Dan orang keempat memegang gading gajah
 
Itulah kebenaran. Kita bisa merasa bahwa kitalah yang paling benar padahal 
mungkin orang lain juga merasa dialah yang paling benar. Padahal sesungguhnya, 
kita baru menggapai sedikit saja dari kebenaran. 
 
Malah seorang sufistik mengatakan kita manusia-manusia pengikut ini baru sampai 
di depan pintu kebenaran. Kita bahkan belum masuk ke dalamnya. Bagaimana pula 
kita mengatakan kita yang paling benar dan orang lain salah?
 
Lalu mengapa kita harus menyatakan siapa yang paling benar? Apa patokan 
kita? Bicara kebenaran adalah bicara soal syariah. Karena syariah itu adalah 
adil, indah, seimbang, tenteram dan sebagainya. Tapi ketika bicara kitalah yang 
paling benar dan orang lain salah, siapalah kita? 
 
Saya teringat beberapa tahun lalu. Ketika masih mengaji kepada pak Kyai dekat 
rumah, setiap kajian fiqh dan bicara perbandingan mazhab, selalu ada disebut 
mazhab Daud Az Zahiri (correct me if I am wrong). Mazhab ini menurut ustad saya 
sering berpendapat nyeleneh atau tidak lazim. 
 
Belakangan, saya mendapati nama Beliau banyak disebut ketika mulai melakukan 
penggalian dasar hukum syariah di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Atau 
barangkali di Indonesia juga?. Jadi, siapa yang salah dan benar? 
 
Jadi, mari kita kritisi praktik perbankan syariah. Tapi beri juga peluang 
praktisi perbankan syariah, termasuk tim DPS dan sharia compliancenya bekerja. 
Bukankah dalam ijtihad itu kalau benar mendapat dua point dan kalau salah masih 
mendapat satu point?
 
 
enci siti darojah


--- From: Ahmad Ifham <[email protected]>
Subject: [ekonomi-syariah] Re: Team Audit Sharia Compliance di Bank Syariah
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 1, 2010, 9:20 PM



  





Mungkin bisa disampaikan 1 bank syariah mana yang sudah bener itu? Penilaian 
seperti ini kan merupakan bagian dari aktivitas Audit Sharia Compliance di Bank 
Syariah.
 
Biar 1 bank syariah ini bisa rame-rame ditiru oleh bank syariah lain yang ada 
33 bank syariah plus ratusan BPRS, bahkan BMT, KJKS, UJKS, dll.
 
Makasih.
 
Regards,
Ahmad Ifham Sholihin
Penulis BUKU PINTAR EKONOMI SYARIAH


 


      

Kirim email ke