Mas Ali dan yg lainnya,
Mudah-mudahan pelaksanaan FRPS tahun ini berjalan lancar dan memberi manfaat yg 
besar bagi perkembangan ekonomi syariah di tanah air. Mudah-mudahan juga di 
lain waktu kami bisa datang...
Wassalam,Rahma

To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Mon, 19 Jul 2010 19:41:59 -0700
Subject: [ekonomi-syariah] Forum Riset Perbankan Syariah 2010


















 



  


    
      
      
      Forum Riset Perbankan Syariah dan Kekuatan Ekonomi Islam

 

Sebelum tahun 2010 ini, Forum Riset Perbankan Syariah (FRPS) sudah berlangsung 

sebanyak 2 kali. Forum yang bertujuan menjadi panggung bagi para akademisi 
dalam 

memberikan kontribusinya berupa sumbang pikir dalam mendukung pengembangan 

industri perbankan syariah tanah air, dikemas dalam bentuk forum seminar yang 

memaparkan makalah-makalah ilmiah dari para akademisi, peneliti dan pemerhati 

ekonomi/keuangan/perbankan syariah. Makalah-makalah tersebut didapat dari 
proses 

seleksi (Call for Papers) yang menilai aspek orisinalitas, metodologi 
penulisan, 

kedalaman analisa, kemanfaatan bagi industri dan ruang lingkup pembahasan. 



 

Pada tahun 2008 FRPS untuk pertama kali digelar, ternyata hanya mampu menarik 
16 

paper dari akademisi yang berasal dari beberapa daerah. Namun pada tahun 2009, 

FRPS mampu menarik 52 paper. Sebuah peningkatan yang cukup signifikan dan 

menggembirakan. Dan FRPS tahun 2010 ini yang direncanakan akan diselenggarakan 

sebanyak 2 kali (Juli dan Oktober 2010), pada pelaksanaan pertamanya (22 Juli 

2010) telah mampu mengumpulkan 84 paper dengan variasi topik yang semakin kaya 

dan dari kalangan akademisi yang semakin bervariatif, bukan hanya dari para 

akademisi dari ranah disiplin ekonomi dan syariah tetapi juga dari disiplin 
ilmu 

yang lain seperti misalnya ilmu pendidikan.

 

Bagi Direktorat Perbankan Syariah (DPbS) BI, FRPS sangat bermanfaat untuk 

mendapatkan ide-ide segar bagi pengembangan industri perbankan syariah. 

Disamping itu, FRPS bermanfaat untuk mengidentifikasi sebaran akademisi yang 

unggul dalam pengetahuan dan keahlian perbankan syariah. Selain itu, FRPS 

sekaligus diharapkan menjadi forum yang mampu mengukur kedalaman pengetahuan 
dan 

keahlian kalangan akademisi dalam menopang laju perkembangan industri. Gap 

antara kompetensi akademisi di dunia pendidikan dengan kebutuhan industri tentu 

merepresentasikan sebuah kinerja yang tidak efisien. Mengingat industri 

keuangan/perbankan syariah yang masih tergolong infant, maka sangat krusial 
bagi 

dunia pendidikan untuk memposisikan diri dalam mendukung industri ini pada 

bidang pengetahuan dan keahlian.

 

Akademisi Harus Menjadi Agen Kontrol

Beberapa waktu lalu pasca krisis keuangan global, banyak pakar menyadari bahwa 

keuangan modern konvensional memiliki kesalahan yang fundamental dalam 

sistemnya. Tetapi krisis tersebut juga menegaskan pada pelaku keuangan syariah 

yang selama ini menempatkan diri sebagai solusi bagi konvensional, bahwa ada 

yang salah pada paradigma dan interpretasi syariah dalam pengembangan keuangan 

syariah, karena krisis menghantam mereka pula dengan kekuatan yang tak kalah 

kuat. 



 

Selanjutnya kenyataan ini membuat banyak pakar dan pemerhati keuangan syariah 

menjadi sensitif. Mereka merekomendasikan untuk mengevaluasi kembali 

bentuk-bentuk pengembangan keuangan syariah selama ini. Cara-cara konversi atau 

mimicry praktek keuangan konvensional menjadi syariah menurut mereka harus 

dihindari, karena cara tersebut telah melepaskan keuangan syariah dari esensi 

dan diferensiasinya. Konsekwensinya keuangan syariah kehilangan daya tahan 

alaminya terhadap financial shock yang selama ini dipercaya menjadi kekuatan 

utama sekaligus daya tarik keuangan syariah.

 

Melihat fenomena ini, sepatutnya akademisi sebagai pihak yang bebas dari 

kontaminasi kepentingan industri kecuali kepentingan keilmuan (kebenaran ilmu), 

berperan dalam menjaga gerak industri untuk tetap berada dalam rel kebenaran 

ilmu. Karena memang ilmulah yang akan menjaga kemanfaatan, fungsi dan ketepatan 

praktek keuangan/perbankan syariah. Akademisi seharusnya mampu memberikan early 

warning signal ketika industri berjalan tidak benar dan mengancam kelangsungan 

perekonomian. Akademisi merepresentasikan komunitas yang bersandar pada 

kepentingan kebenaran sebagai nature dasar dari ilmu dan keilmuan yang menjadi 

dunia mereka. Akademisi adalah komunitas penjaga akal sehat bagi komunitas yang 

lain, termasuk komunitas usaha, komunitas penguasa dan komunitas awam umumnya.

 

Untuk menjaga dan semakin menegaskan peran akademisi ini, FRPS hadir menjadi 

media bagi akademisi untuk saling membagi dan memperdalam pengetahuan, untuk 

saling mengkonfirmasi analisa baik bagi pengembangan maupun evaluasi 

ekonomi/keuangan/perbankan syariah serta untuk saling mengkonsolidasi dan 

mengukur diri seberapa jauh akademisi mampu mengambil peran dalam menentukan 

arah dan tujuan pengembangan atau bahkan warna dan bentuk bangunan 

ekonomi/keuangan/perbankan syariah di tanah air.

 

FRPS Menjadi Forum Konsolidasi Kekuatan Intelektual Ekonomi Syariah

Seperti yang saya sudah sebutkan sebelumnya bahwa FRPS (diharapkan) mampu 

menjadi media konsolidasi kekuatan intelektual ekonomi syariah di tanah air. 

Sebelumnya ekonomi syariah tanah air memiliki Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) 

yang menghimpun para akademisi, pemikir, peneliti atau bahkan pemerhati ekonomi 

syariah dari seluruh tanah air, dari tingkat guru, konsultan, dosen sampai 

peneliti-peneliti lepas, yang jaringannya terus berkembang. 



 

Ekonomi syariah nasional juga memiliki kekuatan tunas intelektual muda yang 
saat 

ini tengah membesar yaitu Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI). 
FoSSEI 

telah berkembang dan tumbuh menjangkau kampus-kampus di tanah air. Gerakan dan 

aksi mereka yang tanpa henti menggambarkan semangat mereka. Semangat muda 

dikombinasi dengan idealisme yang murni menghasilkan kerja-kerja bersih yang 

tidak memiliki pamrih. Oleh karenanya, penghargaan tertinggi bagi mereka 
mungkin 

yang terbaik adalah memberikan akses sebesar-besarnya pada mereka untuk 
berkarya 

dan menjadi generasi masa depan yang lebih baik dari generasi kini.

 

Dengan sengaja FRPS pertama tahun ini dilaksanakan bertepatan dengan 

penyelenggaraan Munas FoSSEI di Palembang. Selain dapat bersinergi dalam 

kepanitiaan, FRPS pertama tahun ini diharapkan mampu menjadi konsolidasi awal 

kekuatan intelektual ekonomi Islam tanah air. Oleh sebab itu, dengan sengaja 

pula pelaksanaan FRPS diluar Jakarta ini kepanitiaannya juga bekerjasama dengan 

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan IAEI. 



 

Jadi setidaknya FRPS bulan Juli 2010 ini menghimpun MES, IAEI dan FoSSEI. Dan 

diharapkan FRPS akan dihadiri para akademisi dari tiga kekuatan intelektual 

ekonomi Islam yang memiliki semangat dan idealisme. Dengan komitmen agar FRPS 

menjadi agenda reguler kuartalan setiap tahunan, semoga Allah SWT memudahkan 

harapan ini, maka FRPS dapat dimanfaatkan pula bagi MES, IAEI dan FoSSEI untuk 

berkonsolidasi kekuatan mereka. Dan kemudian saling bersinergi, membagi amanah, 

menyusun master-plan dakwah ekonomi Islam di tanah air dan usaha-usaha lainnya. 



 

Di bawah MES, FRPS menjadi tempat para pemerhatinya untuk merancang, mengukur 

diri, memetakan kekuatan, menyusun program dan mengevaluasi pengembangan 
ekonomi 

syariah di tanah air, pada semua lapisan masyarakat yang menjadi ciri MES. MES 

menghimpun semua segmen masyarakat dengan variasi yang sangat beragam, oleh 

sebab itu, menyatukan kekuatan menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi MES. 

Bayangkan jika di dalam MES berhimpun para pedagang, saudagar, pengusaha dan 

kemudian mereka sharing informasi pasar dan berinteraksi bisnis sesama mereka 

dibawa prinsip-prinsip akhlak dan hukum Islam. 



 

Bayangkan pula jika hal yang sama dilakukan oleh segmen masyarakat pelaku 
hukum, 

budaya, pegawai negeri, ibu rumah tangga, dan lain sebagainya. Nah, akhirnya 

tidak terhindarkan jika bayangan kita itu berakhir pada satu imajinasi dimana 

semua segmen masyarakat semakin berkomitmen menjalankan praktek-praktek ekonomi 

syariah termasuk akhlak berprilaku berdasarkan prinsip Islam. Terbayanglah 

sebuah masyarakat yang unik, yang bersahaja, yang menampilkan wajah dan bentuk 

ekonomi yang penuh dengan moral dan etika. Dan itu bisa dimulai melalui 

konsolidasi kekuatan.

 

Sementara di bawah bendera IAEI, FRPS menjadi tempat para akademisi dalam 

bertukar pengetahuan dan wawasan, bahkan menjadi media dalam menguatkan 

kurikulum dan silabus pengajaran ekonomi Islam, membangun jaringan antar para 

akademisi.sya sendiri membayangkan FRPS selanjutnya akan ada sesi-sesi khusus 

dalam rapat-rapat parsial atau komisi bagi perbincangan konsolidasi kekuatan 

ini. sementara FoSSEI memanfaatkan kehadiran para punggawa MES dan IAEI untuk 

semakin mengasah pengetahuan, keahlian mereka dan mempertebal idealisme serta 

komitmen mereka. Duh, forum yang bagi saya bukanlah sesuatu yang tidak mungkin 

untuk diwujudkan. Sangat-sangat mungkin.

 

Dan dengan tujuan-tujuan itulah saya tuliskan artikel ini. Saya mengajak 

teman-teman, saudara-saudara, senior-senior, pemerhati dan masyarakat awam 
untuk 

hadir dalam FRPS ini. Khususnya yang akan berlangsung di UNSRI Palembang 
tanggal 

22 Juli 2010. Mari satukan komitmen, segarkan semangat, kokohkan idealisme, 

dalam sebuah gathering perjuangan, dalam satu majelis ilmu dan ukhuwah, majelis 

yang diharapkan pula menjadi majelis orang-orang shaleh dimana petunjuk, 
hidayah 

dan kasih-sayang Allah SWT tercurah tanpa henti.

 

Mari berjumpa di Forum Riset Perbankan Syariah 2010 Palembang.






    
     

    
    






                                          
_________________________________________________________________
New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more.
http://windows.microsoft.com/shop

Kirim email ke