wah, bagus banget materinya, tapi saya jauh di bengkulu.

Pada 21 Juli 2010 10:57, Narz Narazati <[email protected]> menulis:

>
>
> *TRAINING DAN WORKSHOP USHUL FIQH EKONOMI DAN KEUANGAN KONTEMPORER*
>
>
> **
>
> *Dasar-Pemikiran**
> *
> Perkembangan Program Pendidikan S1, S2 dan S3 Ekonomi Syariah makin pesat
> seiring dengan pertumbuhan perbankan dan keuangan syariah. Ushul Fiqh dan
> Qawaid fiqh adalah mata kuliah wajib di program-program tersebut. Namun
> silabus ushul fiqh yang disampaikan, masih sangat jauh tertinggal dari
> kebutuhan dan tuntutan industri perbankan dan keuangan kontemporer. Silabus
> ushul fiqh masih berkutat dengan kasus-kasus beberapa abad silam, bahkan 1
> millenium silam, sangat sedikit tentang muamalah dan lebih banyak diwarnai
> contoh kasus-kasus ibadah dan non ekonomi financial kontemporer. Akibatnya,
> mata kuliah ushul fiqh tidak bisa menghantar student kepeda pemecahan
> masalah masalah ekonomi keuangan kontemporer, yang semakin kompleks. Terjadi
> kesenjangan antara teori-teori ushul fiqh dengan kasus-kasus aktual yang
> hendak dijawab dan dibutuhkan industri keuangan. Untuk itulah kami
> memberikan silabus terbaru ekonomi syariah di S2 (bisa juga sebagiannya di
> S1 dan S3) dan sekaligus akan menyelengggarakan Training dan Workshop Ushul
> Fiqh Ekonomi Keuangan kontemporer bagi dosen ushul fiqh, dosen fiqh muamalah
> dan dosen ekonomi IIslam , dosen Islamic Finance, di Seluruh Perguruan
> tinggi Indonesia, yang memiliki program ekonomi Islam, baik dosen S1,S2
> maupun S3. dengan tidak menutup kesempatan kepada mahasiswa pascasarjana
> yang memenuhi syarat (standar) keilmuan tertentu. Peserta juga bisa berasal
> dari Dewan Pengawas Syariah Bank-Bank Syariah, agar memahami isu-isu dan
> praktek keuangan terkini di dunia international dan bagaimana penerapan ilmu
> ushul fiqh di dalamnya.
>
>
> Event ini dilaksanakan MES Pusat dan PT.Iqtishad Consulting, didukung oleh
> Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia. (IAEI) Pusat dan Pusat Komunikasi
> Ekonomi Syariah (PKES).
>
> *Tujuan :*
>
> 1. Melahirkan bankir syariah  (officer)  dan praktisi LKS yang memahami
> metodologi syariah dalam memecahkan dan         menjawab kasus-kasus
> actual di bidang keuangan dan perbankan syariah, sekaligus memahami
> dalil-dalil (argumentasi) syariah dalam setiap produk perbankan dan keuangan
> syariah.
>
> 2. Melahirkan notaris dan praktisi hukum Islam yang memahami ilmu ushul
> fiqh dan qawaid fiqh dibidang ekonomi dan keuangan Islam.
>
> 3. Melahirkan dosen ekonomi Islam, dosen Islamic finance, dosen ushul fiqh
> dan dosen fiqh mumalah yang memahami metodologi syariah dalam menjawab
> kasus-kasus terkini (kontemporer) di dunia perbankan, financial dan ekonomi
> mikro/makro.
>
> 4. Melahirkan DPS yang inovatif dalam mengembangkan produk-produk perbankan
> dan keuangan syariah.
>
> Silabus(terlampir)
>
> Instruktur :
> Agustianto (Sekjen IAEI) dan Dosen Pascasarjana UI,S2 IEF Trisakti, S2 MBKI
> Univ. Paramadina, S2 Ekonomi Islam IAIN Syekh Nurjati dan S2 Ekonomi Islam
> UI Az-Zahra.
>
> Waktu dan Tempat         : Setiap Selasa dan Kamis (Selama Bulan Puasa)
>
>                                                    12, 17, 19, 24, 26, 31
> Agustus dan 2 September 2010
>
> Tempat                                 : Kantor MES Pusat Jakarta,
>
>   Jl. Setia Budi Tengah No 29 Telp 021 5290 1083.
>
> Kontribusi                           :Rp 1.200.000,-
>
>
> Fasilitas                                : Modul, CD Materi, Makanan Buka
> Puasa, Ruangan ber AC.
>
>   Sertifikat
>
>
>
> *Pertemuan I :
> Pengantar  dan Pendahuluan :
> *
> Pengertian, Obyek Kajian, dan Ruang Lingkup Ushul Fiqh
> Perbedaan Ushul fiqh, Fiqh, Syariah dan Qawaid Fikih
> Urgensi dan Kegunaan Ushul Fiqh dalam Ekonomi Keuangan
> Sejarah Ushul Fikih dan Signifikansinya dalam Pengembangan Ekonomi Keuangan
> Islam.
> Sumber-Sumber Hukum Ekonomi Islam
> -Alquran sebagai sumber Hukum Ekonomi Islam
> -Hadits sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam
>
> *
> *
>
> *Pertemuan II*
>
> *Ijma’ sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam
> *-Pengertian dan Kedudukan Ijma’
> -Perkembangan Pendapat ulama ttg Ijma’
> -Persyaratan Ijma’ dan Pandangan Ulama tentangnya
> -Pembagian Ijma’ dan Pandangan Ulama
> -Ijma’ dalam masalah Ekonomi, Keungan dan Kontrak Perbankan
> *Qiyas Sebagai Sumber Hukum Ekonomi Islam
> *-Pengertian dan Rukun Qiyas,
> -Pembagian Qiyas : Qiyas Jaliy, Qiyas Khafiy, Qiyas Awlawy, Qiyas
> Musawy dan Qiyas Adwan serta Penerapannya dalam Ekonomi
> -Metode menetapkan illat dalam masalah muamalah : Takhrijul
> Manath, Tanqihul Mananth dan Tahqiqil Manath
> -Penerapan qiyas dalam keuangan dan perbankan :
> 1. Sekuritisasi asset (aktiva) bank syariah yang menggunakan syirkah
> mutanaqishah, mengqiyaskan hutang dengan MMQ
> 2. Ijarah maushufah biz zimmah pada pembiayaan properti,
> 3. Produk pegadaian syariah pada murabahah emas batangan,
> 4. Qiyas swap valas kepada bay wafa’. dll
> 5. Qiyas rahn hiyazy kepada rahn tasjiliy (fiducia)
> -Qiyas ma’al fariq : qiyas salam kepada bursa berjangka (futures) ???
> qiyas options kepada ’urbun atau khiyar ???
>
> *
> *
>
> *Pertemuan III*
>
> *Ijtihad dan Penerapannya dalam Ekonomi Keungan
> *-Pengertian dan Perkembangan Ijtihad,
> -Syarat Mujtahid dan Klasifikasi Mujtahid
> -Pembagian Ijtihad : Istimbathiy, Tathbiqy, Intiqaiy, Insya-iy, dll.
> -Lapangan Ijtihad dan kekuatan Hasil Ijtihad
> -Penerapan Ijtihad dalam Ekonomi Keuangan Kontemporer
> Ijtihad dalam Inovasi Produk Perbankan dan Keuangan Syariah
> Ijtihad dalam ekonomi mikro
> Ijtihad dalam ekonomi makro (dan public finance)
> - Show quoted text -
> Dalil dan Metode Penggalian Hukum Ekonomi Islam
> -Maslahah Mursalah dan penerapannya dalam ekonomi Islam
> 1. Pengertiannya menurut para ulama, dan pembagian maslahah
> 2. Pandangan ulama tentang kehujjahan maslahah mursalah dalam syariah
> 3. Syarat-Syarat Maslahah Mursalah
> 4. Tingkatan Maslahah
> 5. Penerapan maslahah pada kasus ekonomi dan keuangan Islam
> Penerapan collateral pada financing di bank syariah
> Penerapan revenue sharing pada bagi hasil
> Larangan dumping (siyasah ighraq) dalam penjualan suatu produk
> Intervensi harga pemerintahpada saat distorsi pasar
> Larangan kartel dan monopoli, karena untuk memelihara kemaslahatan konsumen
>
> Larangan spekulasi valas karena maslahah ‘ammah
> Penerapan dinar dan dirham krn maslahah ‘ammah
> Mengadakan Pengadilan Niaga Syariah
> Larangan talaqqi rukban,memelihara maslahah petani
> Larangan bay’ najsy, karena menjaga maslahah pembeli agar tidak tertipu
> harga
> Larangan Ghabn di pasar. Dan Larangan forward, swap dan options pada valas.
>
> Penerapan Metode Sadd al Zari’ah dalam ekonomi dan keuangan syariah
> Outline :
> 1. Pengertian Sadd Zariah dan Fath al-Zari’ah
> 2. Dasar Syariah Penggunaan Sadd al-Zari’ah
> 3. Pandangan ulama tentang Sadd Al-Zari’ah dalam syariah
> 4. Kontradiksi Sadd Zari’ah dengan dalil-dalil syariah lain.
> 5. Kasus-kasus tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah kontemporer:
> Larangan Riba Fadhal pada transaksi valas (lihat artikel)
> Larangan Jual beli al-’inah,
> Larangan bay tawarruq bil wadiah untuk keperluan dana cash
> Keniscayaan Manajemen Resiko ilmu akuntansi dalam praktek perbankan dan LKS
> Larangan forward, swap dan options pada sharf.
> Larangan kombinasi akad qardh dan ijarah.
> Larangan refinancing konvensional
> Larangan mengiklankan miras
> Larangan minum miras yang sedikit
> Larangan bunga yang sedikit, 1-3 %
> Menjual senjata kepada kelompok musuh
> Larangan iklan dengan tampilan porno
> Larangan jual beli CD Porno
> Larangan kartu kredit syariah bagi orang yang belum layak
> Larangan pemberian ujrah bagirekruitmen members (uop line) yg tidak wajar.
> Keharusan bukti transaksi bagi bank yang mau valas di atas 100. .
> 6. Kaedah-Kaedah Ushul Fiqh tentang Sadd Zariah dan Fath Zariah dan
> penerapannya dalam ekonomi keuangan
>
>
>
> *Pertemuan Penerapan metode Istihsan dalam ekonomi dan keuangan syariah
> *Outline :
> • Pengertiannya menurut para ulama
> • Dasar syariah penggunaan istihsan
> • Pandangan ulama tentang Kehujjahan istihsan dalam syariah
> • Kasus-kasus Istihsan :
> • Praktek istihsan pada ijarah maushufah biz zimmah pada kasus pembiyaan
> properti di bank
> syariah. Penerbitan SBSN oleh pemerintah dan tradable dengan skim sukuk
> istishna’.
> • Forward valas untuk tujuan hedging yang berlandaskan underlying asset
> bagi importir.
> • Swap untuk hedging (mengatasi risk akibat fluktuasi kurs mata uang
> • Macam-macam istihsan dan penerapannya dlm ekonomi dan finansial Islam
> kontemporer.
> • 1. Istihsan Nash : jual beli salam
> • 2.Istihsan ‘Urf : Jual beli mu’atah di swalayan, jual beli Istishna’ pada
> bank syariah, taqabuth dalam transaksi valas di bank devisa, menjual valas
> yang belum qabath, makan di restoran all you can eat, makan di longue
> bandara,
> • 3. Istihsan Dharury :
> Repo (repurchase agreement) surat berharga (SBI, SBSN, aktiva produktif)
> oleh Bank syariah yang kesulitan likuiditas.
> Menabung di Bank konvensional di kota yang belum terdapat perbankan syariah
>
> Bekerja di Bank konvensional sementara belum mendapatkan pekerjaan lain
> yang halal.
> • 4. Istihsan Istislahi : penerapan revenue sharing pada profit
> distribution.
> 5. Istihsan bersandarkan Ijma' dan Istihsan Qiyasi.
>
> *Pertemuan IV*
> *’Urf dan Penerapannya dalam hukum ekonomi Islam
> *
> Penerapan metode ‘ Urf dalam ekonomi dan keuangan syariah
> Outline :
> 1. Pengertian ‘Urf menurut para ulama
> 2. Dasar syariah penggunaan ‘Urf
> 3. Pandangan ulama tentang Kehujjahan ‘Urf dalam syariah
> 4. Macam-macam ‘Urf dan Contohnya dalam ekonomi keuangan
> 5. 20 kasus ‘Urf Fasid dalam ekonomi keuangan kontemporer
> 6. Syarat-Syarat ‘Urf bisa diterima sebagai dalil syariah
> 7. Integrasi dan kombinasi ‘Urf dengan dalil-dalil syariah lain.
> 8. Kasus-kasus ‘Urf kontemporer:
> Mata uang kertas, dinar dan dirham.
> Taqabuth dalam transaksi valas
> Urf dalam jual beli mu’athah, muzayadah, dan ‘urbun.
> Adanya garansi dalam pembelian barang elektronik, dll.
> Sewa Beli di perusahaan leasing syariah
> Konsinyasi dan waralaba (franchising)
> Memproteksi setiap pembiayaan dengan asuransi syariáh
> Kebiasaan Menabung di Bank Syariáh.
> 9. Kaedah-Kaedah Ushul Fiqh tentang ‘Urf dan penerapannya dalam ekonomi
> keuangan
>
> -Mazhab Shahaby dan kaitannya dengan hukum ekonomi Islam
> -Syar’u Man Qablana dan kaitannya dengan hukum Ekonomi Islam
> *Maqashid Syari’ah
> *Pengertian Maqashid Syari’ah dan dasar hukumnya
> Dharuriyat, Hajiyat dan Tahsiniyat
> Implikasi & Signifikansi Maqashid Syari’ah dlm Pengembangan Ekonomi Islam :
> -Maqashid Syari’ah dan Teori Perilaku Konsumen
> -Maqashid syari’ah dan Teori Perilaku Produsen
> -Maqashid Syari’ah dalam Kebijakan Fiskal
> -Maqashid Syari’ah dalam Kebijakan Moneter
>
> *Pertemuan V
> Kaidah-Kaidah Ushuliyah :
> *Pengertian Kaidah Ushuliyah, Pembagian Kaidah, Metode Perolehan kaidah
> Obyek Kaidah-Kaidah Ushuliyah
> Kaidah-kaidah Ushul Fiqh tentang Ekonomi Keuangan
> *Kaidah-Kaidah Fiqhiyyah :*
> Pengertian Kaidah Fiqhiyyah
> Perbedaan Qawa’id Fiqhiyyah dan Qawa’id Ushuliyah
> Sejarah Perkembangan dan Penyusunan Qawaid Fiqhiyyah
> Urgensi Qawaid Fiqhiyyah dalam formulasi hukum ekonomi Islam
> Sistimatika Qawa’id Fiqhiyyah
>
> *Pertemuan VI
> *
> *Qaidah-Qaidah Asasiyah dan cabang-cabangnya
> *Al-Umur bi Maqashidiha dan Penerapannya dalam Ekonomi Islam
> Al-Yaqin La Yuzalu bisy-Syak dan penerapnnya dalam ekonomi Islam
> Al-Masyaqqatu tajlibut taysira & Penerapannya dalam Ekonomi Islam
> Adh-Dhararu Yuzalu & Penerapannya dalam Ekonomi Islam,
> Al-’Adah Al-Muhakkamah, & Penerapannya dalam Ekonomi Islam
>
> *Kaidah-Kaedah Fiqh tentang Ekonomi Makro (Fiskal-dan Moneter)
> Kaedah-Kaedah Fiqh pada Kontrak-Kontrak Perbankan dan Keuangan Islam
> Kontemporer
> 99 Kaedah Fiqh Ekonomi Islam dari Majallah Al-Ahkam Al-Adliyah*
>
>  
>

Kirim email ke