redenominasi : "Jalan Pintas BI untuk mempercantik mata Uang Rupiah"
satu hal yg tidak bisa kita lupakan begitu saja, catatan buruk pemerintah dan Bank Indonesia, serta Masyarakat pada umumnya mengenai hakekat uang dan mata Uang. jika dulu pas saya kuliah 7 th yang lalu "gorengan" 1 gorengan : Rp. 150.000,- sekarang 1 gorengan : Rp. 500.000 bahkan ada yang Rp. 700,- dan Rp. 1000,- dan masih banyak lagi contohnya..Inflasi adalah pembunuh Rakyat yang keji. bencana kemanusiaan yang buruk. bagaimana setiap tahun mata uang kita semakin berharga jika "NOL" semakin banyak... (secara Riil). Saatnya Masyarakat ekonomi syariah bergerak menyampaikan kepada masyarakat..melalui berbagai media dengan gerakan yang terstruktur untuk memahami hal ini... Mata Uang/uang : Harus Tangguh, memiliki nilai yang kuat, harus terbatas, dan berharga. agar masyarkat yang penghasilannya mkn Rp. 1.000.000,- per bulan. bener2 1 juta uang itu (nilainya)..sampai kapanpun juga. karena Mata uang yang tangguh dengan di "Back UP" emas, lebih stabil dan bernilai.. sekian (bersambung).... Pada 4 Agustus 2010 23.19, adin surachim <[email protected]> menulis: > > > > http://www.detikfinance.com/read/2010/08/04/144121/1413507/5/wakil-ketua-mpr-1-dolar-asrp-10000-merendahkan-martabat-bangsa > > Rabu, 04/08/2010 14:41 WIB > Wakil Ketua MPR: 1 Dolar AS=Rp 10.000 Merendahkan Martabat Bangsa > *Ayu Fitriana* - detikFinance > > *Jakarta* - Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari mendukung rencana Bank > Indonesia melakukan redenominasi atau penyederhanaan nilai tukar rupiah. Hal > ini dianggap perlu untuk meningkatkan rasa percaya diri bangsa. > > "Bayangkan mata uang kita, satu dolar itu Rp 10 ribu bahkan sempat Rp 11 > ribu. Itu merendahkan martabat bangsa. Sangat terasa ketika kita pergi > keluar negeri, mata uang kita sangat tidak berharga," kata Wakil Ketua MPR, > di Gedung DPR, Rabu (4/8/2010). > > Menurut ketua DPP Golkar ini, Indonesia bisa mencontoh redenominasi yang > sudah lebih dahulu dilakukan Turki. > > "Saya mengambil contoh Turki, mereka menyederhanakan bahkan tidak hanya > tiga digit tapi enam digit. Jadi dulu mata uang turki 1 dolar AS sama dengan > 1 juta mata uang Turki, kemudian pemerintah Turki meredenominasi itu > sehingga 1 dolar AS itu sama dengan 1 mata uang Turki. Itu bsia berlangsung > dalam waktu lima tahun," jelas dia. > > Menurut dia, secara perspektif politik, penyederhanaan nominal mata uang > perlu dilakukan. Sebab akan mempengaruhi rasa percaya diri bangsa. > > "Saya tidak tahu secara teknis bagaimana, tapi yang jelas secara psikologi > politik itu perlu dilakukan," ujarnya. > > "Ini paralel dengan pembangunan martabat dan kepercayaan diri bangsa," > tutupnya. > > Seperti diketahui, Bank Indonesia kini sedang menggodok redenominasi atau > penyederhanaan rupiah tanpa mengurangi nilainya. Misalnya adalah uang Rp > 1.000.000 nantinya menjadi Rp 1.000 namun nilainya tidak berkurang. > Redenominasi ini berbeda dengan sanering yang merupakan perubahan nominal > namun ada perubahan nilainya. > > BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 > tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang > dimulai dari tahun 2011 dan tuntas pada di 2022. > > Sosialisasi akan dilakukan hingga 2012, dan tahun 2013 akan dilanjutkan > dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai > istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. > > Pjs Gubernur BI Darmin Nasution sebelumnya memberikan penjelasan, dalam > masa transisi itu toko-toko yang menjual sebuah barang akan tercatat 2 label > harga. Yakni dengan rupiah lama dan dengan rupiah baru. Jika nol-nya > disederhanakan 3 digit, lanjut Darmin, kalau harga barangnya Rp 10.000 maka > akan dibuat dua label yakni Rp 10.000 untuk rupiah lama dan Rp 10 untuk > rupiah baru. > > *(ayu/qom)* > > > > -- SUBAHAGIA TAMA Bank Muamalat Indonesia Cab. Wolter Monginsidi Jl. Wolter Monginsidi No 123 D-E Jakarta Selatan [email protected] www.muamalatbank.com Telp : (021) 722 6868 Fax : (021) 722 6776
