Daftar berita terlampir: * Isu-isu Strategis tidak Terakomodasi di PrepCom * Peserta PrepCom IV Tanyakan Konsep ''Tri Hita Karana'' * Piagam Perusak Lingkungan bagi Kalbar * Ribuan Massa Demo Tolak Hasil PrepComm IV * Pertemuan Tingkat Menteri PrepCom IV Berakhir Hari Ini * Berkat Kelengkeng dan Kebun Tanaman Obat * "To Build the World Anew" * "Hadiah" Sampah buat Wali Kota * Rumusan Dokumen PrepCom Untungkan Indonesia * Pemerintah belum Peduli soal Limbah * Kalpataru Diserahkan di Bali Hari Ini * Pertemuan Tingkat Menteri Dimulai * Kami Bukanlah Generasi Terakhir...
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Isu-isu Strategis tidak Terakomodasi di PrepCom http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4183 Forum Rakyat Indonesia (Indonesian People's Forum/ IPF) menyatakan proses PrepCom (Komite Persiapan) IV tidak memasukkan sejumlah isu strategis yang diusung masyarakat madani ke dalam rencana implementasi Agenda 21. Juru bicara IPF, Togu Manurung, mengemukakan hal itu dalam dialog terbuka dengan sejumlah delegasi pemerintahan mancanegara, di antaranya dari Denmark, Kanada, Finlandia, dan Indonesia di Bali, Kamis. (Media Indonesia, 2002-06-07) Peserta PrepCom IV Tanyakan Konsep ''Tri Hita Karana'' http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4191 Peserta PrepCom IV dari berbagai negara selain sibuk dengan urusan sidang juga menyempatkan diri bertemu Wagub Alit Putra. Mereka menanyakan konsep pembanguan Bali yang berlandaskan ajaran Tri Hita Karana. Hal itu diungkapkan Wagub Bali, IGB Alit Putra pada acara dharma santi yang diadakan keluarga besar Dwijendra Denpasar, Kamis malam (6/6) kemarin. Menurut Wagub di hadapan 2000 peserta dharma santi, sejumlah peserta PrepCom dari Cina, AS, Jerman dan lain-lain menyempatkan diri bertemu dengannya khusus menanyakan konsep Tri Hita Karana yakni hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan. Termasuk juga soal upaya pelestarian budaya Bali. (Bali Pos, 2002-06-07) Piagam Perusak Lingkungan bagi Kalbar http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4194 Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Graha Pencinta Lingkungan Hidup dari Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (5/6) lalu melancarkan aksi unjuk rasa di DPRD, Kantor Dinas Kehutanan, dan Kantor Gubernur Kalbar. Uniknya, aksi memperingati Hari Lingkungan Hidup ini tidak mereka lakukan dengan kegiatan orasi atau diskusi mengenai kerusakan lingkungan di daerah ini, tetapi melakukan aksi diam. Para aktivis itu membawa keranda mayat bertulisan lingkungan hidup dengan berpakaian seragam hitam-hitam sebagai tanda duka cita atau keprihatinan atas kerusakan lingkungan hidup di daerah ini. (Kompas, 2002-06-07) Ribuan Massa Demo Tolak Hasil PrepComm IV http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4196 Presiden Megawati Soekarnoputri tengah memberikan sambutan pada acara pembukaan pertemuan tingkat menteri PrepComm IV, ketika ribuan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Indonesia (Indonesia People's Forum --IPF), berunjuk rasa jauh di luar arena forum, Rabu (5/6). Di Bali, presiden juga mengikuti peringatan Hari Bumi sedunia di gedung Wiswa Sabha Utama, di Denpasar. Forum Rakyat menolak seluruh hasil pertemuan yang digagas PBB itu karena tidak sungguh-sungguh mengakomodasi aspirasi masyarakat sipil. Demo tidak hanya menolak hasil PrepComm IV, tapi juga memboikot rencana pertemuan KTT di Johanesburg, Agustus mendatang. (Republika, 2002-06-07) Pertemuan Tingkat Menteri PrepCom IV Berakhir Hari Ini http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4197 Meskipun negosiasi isu-isu kritis dalam dokumen Komitmen Bali belum tentu mencapai kesepakatan yang diharapkan, sidang pleno terakhir pertemuan Komite Persiapan (PrepCom) IV Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) akan berlangsung Jumat (7/6) malam ini, diperkirakan sampai pukul 23.00. Pertemuan tingkat menteri PrepCom IV yang membahas elemen untuk Deklarasi Politik juga akan berakhir Jum'at petang ini. "Proses negosiasi seperti ini sebenarnya bukan hal luar biasa," ujar Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) PrepCom IV, Makarim Wibisono, di Bali International Convention Centre (BICC), Kamis petang. (Kompas, 2002-06-07) Berkat Kelengkeng dan Kebun Tanaman Obat http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4199 Penghargaan Kalpataru untuk Jateng dan Yogyakarta PROVINSI Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tahun ini masing-masing menerima satu Penghargaan Kalpataru yang diserahkan Presiden Megawati Soekarnoputri di Denpasar, Bali, Rabu (5/6). Untuk Jateng, penghargaan itu diraih Dr Charles Saerang, Direktur Utama PT Nyonya Meneer, Semarang, sedangkan untuk DIY diperoleh Ny Endang Maryatun, dari Dusun Kembang Putihan, Desa Guwasari, Kecamatan Pajangan, Bantul. (Kompas, 2002-06-07) "To Build the World Anew" http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4167 Semangat To Build the World Anew yang diserukan Presiden Soekarno dalam pidato di Sidang Umum PBB awal tahun 1960-an masih sangat relevan dengan situasi dan tantangan yang dihadapi semua bangsa sekarang untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan melalui pembangunan berkelanjutan. Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan hal ini dalam pidatonya saat membuka Pertemuan Tingkat Menteri Komite Persiapan (PrepCom) IV Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) di Bali International Convention Center (BICC), Rabu (5/6) pagi. (Kompas, 2002-06-06) "Hadiah" Sampah buat Wali Kota http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4170 Ketidakpedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan masalah lingkungan membuat para mahasiswa pencinta alam seluruh Surabaya mengirimkan berbagai sampah ke Balaikota Surabaya, Rabu (5/ 6). Kegiatan para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) itu adalah untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Selain meletakkan bermacam jenis sampah di halaman pintu masuk balaikota, para mahasiswa itu juga melakukan happening art. Tumpukan sampah tersebut adalah sampah yang mereka pungut dalam perjalanan saat mereka berjalan kaki dari kampus masing-masing menuju Balaikota Surabaya. (Kompas, 2002-06-06) Rumusan Dokumen PrepCom Untungkan Indonesia http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4169 Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri menegaskan, Indonesia banyak mendapat keuntungan di sektor kelautan dan perikanan dari rumusan akhir dokumen Komite Persiapan IV KTT Pembangunan Berkelanjutan (PrepCom IV WSSD). Ditemui di Nusa Dua, Bali, Senin, Rokhmin menjelaskan bahwa sejumlah isu yang dibawa delegasi Indonesia ke dalam pembahasan PrepCom IV banyak teradopsi dalam draf akhir 'Dokumen Bali' untuk KTT nanti. (Media Indonesia, 2002-06-05) Pemerintah belum Peduli soal Limbah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4172 Bukan perkara sulit mengatasi pencemaran air di DKI Jakarta, apalagi dengan teknologi pengolahan air limbah. Para peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah lama menciptakan teknologi murah dan tepat guna. Tapi, sayangnya pemerintah belum peduli soal limbah rumah tangga. Pernyataan ini disampaikan Nusa Idaman Said, Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi, Material, dan Lingkungan BPPT di Jakarta, kemarin. (Media Indonesia, 2002-06-05) Kalpataru Diserahkan di Bali Hari Ini http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4178 Berbeda dengan sebelumnya, penyerahan penghargaan Kalpataru, yang bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2002, dilaksanakan di Denpasar, Bali, Rabu (5/6) ini. Hal ini dilakukan karena pada saat yang sama di Nusa Dua berlangsung pertemuan Komite Persiapan (PrepCom) IV Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan (WSSD). Menurut keterangan dari Sekretariat Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, penghargaan Kalpataru kali ini diberikan kepada 10 orang/ kelompok. Mereka dipilih oleh Dewan Pertimbangan Pemberian Penghargaan Kalpataru yang diketuai Prof Dr Koesnadi Hardjasoemantri SH ML dari 110 usulan yang diterima. (Kompas, 2002-06-05) Pertemuan Tingkat Menteri Dimulai http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4179 Meski negosiasi beberapa isu kritis dalam dokumen Komitmen Bali belum selesai sampai Selasa (4/6) malam, namun pertemuan resmi tingkat menteri negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Pertemuan Komite Persiapan (PrepCom) IV Konferensi Tingkat Tinggi Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) dimulai pagi ini. Presiden Megawati akan membuka sidang yang rencananya dimulai pada pukul 09.00 WITA. Dalam pertemuan dengan wartawan di Bali International Convention Centre (BICC), Selasa petang, Ketua PrepCom Emil Salim mengatakan, proses negosiasi dalam contact group masih terus berjalan dan ia yakin akan dicapai kesepakatan yang bermanfaat bagi semua pihak. (Kompas, 2002-06-05) Kami Bukanlah Generasi Terakhir... http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4180 TANAH retak-retak, sapi kelaparan, anak-anak kekurangan air dan gizi, derita berkepanjangan. Itulah derita penduduk Desa Neemi, sebuah desa di India, pada tahun 1990. Hidup seakan berhenti ketika air menjadi barang langka. Namun, harapan tidaklah mati. Raddhu Ujja membawa harapan itu kembali. Dia belajar dari desa tetangga bahwa air hujan dapat ditampung untuk menghidupi seisi desa. Maka dimulailah kerja keras itu. Penduduk Desa Neemi bersama-sama menggali tanah, membuat dam. Tiga dam berhasil mereka buat. Dan tibalah musim panen itu: panen air hujan. (Kompas, 2002-06-05) _______________________________________________ Envorum mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/envorum
